BBM Gratis Untuk PNS, TNI dan POLRI Tidak Dikalkulasi !!!
                               
Banyak tokoh partai maupun menteri memberikan kalkulasi mendetail mengenai 
harga BBM dan Subsidi yang harus ditanggung pemerintah dalam keterkaitannya 
untuk menaikkan harga BBM agar bisa diterima oleh masyarakat.

Singkat saja ya..., anda perlu menanyakan, berapakah jumlah BBM yang 
didistribusikan dijual ke masyarakat umum dibandingkan jumlah yang dibagikan 
gratis kepada semua PNS, TNI, dan Kepolisian ???

Setiap PNS berpangkat D keatas mendapat jatah BBM sehari 50 liter sehari berupa 
kupon yang bisa dijualnya diluar kantor.  Sedangkan PNS yang berpangkat dibawah 
D hanya diberi kupon 10 liter BBM sehari

Ditambah lagi, TNI dan POLRI yang berpangkat perwira (Letnan Dua) keatas 
mendapatkan jatah 60 liter BBM sehari.  Sedangkan pangkat dibawah Letnan Dua 
hanya mendapatkan jatah 20 liter BBM seharinya.

Pemberian BBM gratis kepada PNS, TNI, dan Polri diberikan dalam bentuk kupon 
yang menjadi jatah tetap, tetapi bukan berarti bahwa dalam prakteknya mereka 
semua mendapatkannya, karena masing2 pimpinan mereka bisa menyunat untuk 
kepentingan sendiri.  Misalnya, jatah baju, sepatu dan peralatan militer yang 
harusnya di-bagi2kan kepada anggautanya ternyata oleh sang komandan dijual 
dipasaran umum dimana kepada anak buahnya diberi alasan untuk kebutuhan biaya 
pasukan dll. yang katanya selalu kekurangan.

Yang dijual itu bukan cuma peralatan militer, tapi juga BBM pembagian gratis 
ini yang seharusnya untuk digunakan kendaraan operasi ataupun dalam latihan 
tapidijual ke pabrik2, industri, maupun swasta lainnya yang sudah berlangganan.

Juga pembagian kepada PNS, yang seharusnya semuanya mendapat bagian, tetapi 
oleh kepala kantornya di-bagi2kan kepada kenalan, sahabat, saudara dan 
permili2nya.

Jadi kalo saja anda estimasikan jumlah pegawai negeri, polisi dan TNI diseluruh 
RI ini, maka jumlah yang di-bagi2 gratis itu pasti lebih banyak daripada yang 
dijual kepada masyarakat melalui pomp2 bensin ini.

Jadi anda harus menanya diri sendiri, apakah BBM yang dibagikan gratis itu 
diimport juga gratis oleh pemerintah RI ????  Tentu anda tahu jawabannya "Tidak 
ada yang gratis".  Lalu siapa yang menanggung biaya BBM gratis ini ???  Juga 
jawabannya pasti, "Seluruh Rakyat RI" yang harus menanggung biaya BBM yang 
dibagikan gratis ini.

Naaah...  BBM gratis inilah yang dimaksudkan sebagai subsidi pemerintah yang 
harus ditanggung masyarakat umumnya yang tidak menggunakan BBM.  Jadi artinya 
kalo subsidi BBM dicabut, maka harga BBM gratis yang dibagikan kepada PNS, TNI 
dan POLRI itu harus ditanggung oleh harga bensin yang dinaikkan ini untuk 
merata dijual kepada masyarakat umum.

Artinya, dengan pencabutan subsidi, masyarakat harus membayar subsidi ini dua 
kali.  Pertama sebelum subsidi dicabut, pemerintah tidak keluar uang untuk 
membiayai BBM gratis ini karena sudah dibebankan biayanya kepada BBM yang 
dijual bebas.  Kedua sewaktu subsidi dicabut, maka kembali kedua kali harga bbm 
gratis itu biayanya ditarik pemerintah sebagai biaya yang sebelumnya 
dianggapnya sebagai subsidi.

Begitulah caranya kalkulasi, dimana urusan bbm yang dibagikan gratis sama 
sekali tidak diperhitungkan sementara jumlah uangnya saja yang diperhitungkan 
sejumlah keseluruhan BBM yang termasuk gratis tadi.

Karena kalo anda perhitungkan jumlah uang yang masuk dari hasil penjualan bebas 
ke masyarakat maka uang masuknya jelas terlalu kecil karena jumlah bbm yang 
dibagikan gratis itu jumlahnya lebih besar dari jumlah yang dijualnya.

Saya beri perumpamaan apabila harga BBM yang dibeli pemerintah itu harganya 
Rp500/liter, kemudian pemerintah import 1 juta liter seharga Rp 500 juta.  Maka 
modal pemerintah itu Rp500 juta untuk 1 juta liter BBM.

Dari 1 juta liter BBM yang dibeli pemerintah, 600 ribu liter di-bagi2 gratis 
kepada pns, tni, dan polri sehingga hanya 400 ribu liter saja yang sisanya 
dijual kepada umum, jadi kalopun dijual seharga Rp1000 per liter, maka 
pemerintah hanya mendapatkan jumlah uang sebesar Rp 400 juta saja, berarti 
tekor rugi Rp 100 juta.

Dan Rp100 juta ini dianggapnya sebagai subsidi yang kalo dihapuskan maka harga 
bensin yang dijual ke masyarakat harus dinaikkan sementara yang gratis itu 
tetap bukan tanggungan pemerintah melainkan ditanggung dengan kenaikan harga 
bbm tsb.

Biar lebih jelas kalkulasinya, saya ulangi dibawah ini secara ringkas.

Misalkan kebutuhan seluruh negara ini 1 juta liter BBM dimana harganya Rp 500.

1 juta x Rp 500 = Rp 500 juta (ini modal pembelian)

Hasil penjualan, karena yang dijual cuma 400 ribu liter (karena 600 ribu liter 
dibagikan gratis untuk pns, tni, dan polri):

andai yang dijual itu Rp1000 per liter:

400 ribu x Rp1000 = Rp 400 juta.

Jadi modal beli BBM Rp 500 juta sedangkan yang diterima dari penjualan hanya Rp 
400 juta, secara accounting dinamakan rugi Rp 100 juta, yang menyebabkan 
pemerintah tidak cukup dananya untuk membel lagi dan hal ini dianggapnya 
sebagai subsidi yang kalo subsidinya dicabut, maka harganya harus dinaikkan 
perliternya jadi Rp 1500 sehingga:

400 ribu x Rp1500 = Rp 600 juta

artinya, modal beli Rp 500 juta kemudian dijual Rp 600 juta, masih untung Rp 
100 juta sehingga pemerintah masih bisa beli BBM lagi dari luar negeri.

Sehingga dengan menaikkan harga BBM sebenarnya bukanlah mencabut subsidi 
melainkan merampok rakyat sendiri dengan kalkulasi tipuan dimana sejumlah lebih 
besar bensin yang dicuri pemerintah untuk di-bagi2kan gratis kepada pegawai2nya 
harus ditanggung masyarakat, padahal biaya ini harusnya sudah menjadi bagian 
APBN dari masing2 budget kantornya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke