Berdasar berita harian metronews sebagaimana lampiran satu
 dibawah ini, keanehan & kejanggalan dalam lelang pengadaan 
barang/jasa yakni pengadaan mutu pendidikan berupa TIK & media 
pembelajaran senilai Rp. 14 M ini, sehingga diduga bermasalah adalah:

1.
 Biasanya lelang pengadaan yang nilainya lebih kecil saja sudah 
dilakukan secara LPSE, tapi dalam pekerjaan sebesar ini tadinya 
direncanakan dilakukan secara LPSE, tiba2 secara mendadak dilakukan 
secara non-LPSE (Manual), dan LPSE kabupaten probolinggo di-off-kan 
sementara, sampai lelang ini selesai

2. Tiga (3) perusahaan 
peserta lelang yang dinyatakan sebagai pemenang lelang, pemenang 
cadangan satu dan pemenang cadangan dua,
 ternyata berkasnya sama sekali tidak dijilid dan hanya berupa tumpukan 
kertas (sebagaimana foto yang termuat dalam berita harian ini, untuk 
melihat berita beserta foto bisa di-klik situs/link harian tersebut 
dibawah ini). Ini menimbulkan dugaan bahwa ketiga perusahaan tersebut 
adalah dikoordinir oleh orang yang sama, karena yang memasukkan 
penawaran ketiga perusahaan tersebut orangnya sama, dan membuka peluang 
terjadinya perbaikan dokumen penawaran oleh ke tiga perusahaan tadi 
(post-bidding)

3. Panitia lelang pengadaan sering tidak ada 
ditempat, saat pemasukan penawaran, terkesan menghindar dengan alasan 
tidak berada ditempat pemasukan penawaran pada jam kerja karena 
kesibukan yang lain, sehingga terjadi kejar2an, baru setelah diprotes 
dan diberitakan media massa, itupun pada waktu yang singkat baru ada 
ditempat dimana waktunya sangat bertepatan dengan saat penutupan waktu 
pemasukan penawaran. tapi pada ketiga perusahaan yang kemudian 
ditetapkan
 sebagai pemenang dan pemenang cadangan, panitia bisa angsung menerima, 
meski terlihat hanya menumpuk tumpukan kertas sebagaimana foto dalam 
koran tersebut, sedangkan untuk perusahaan yang lain dipersulit saat 
memasukkan penawaran dan selau diperiksa seolah enggan menerima.

4.
 Setelah pengumuman lelang, dan pada waktu masa sanggah, panitia sama 
sekali tidak ada ditempat, dan terkesan berupaya agar tidak ada peserta 
yang bisa memasukkan sanggahan. Hal ini diduga agar jika tidak terjadi 
sanggahan, maka proses lelang segera bisa dilanjutkan pada proses 
selanjutnya, yakni penetapan pemenang dan pelaksanaan pekerjaan, 
sebagaimana diberitakan oleh Harian Radar Bromo - Jawa Pos Group, 4 April 2012 
dalam lampiran dua
 dibawah ini. baru setelah seluruh rekanan mengajak wartawan dan 
mendatangi kantor dinas pendidikan untuk melakukan protes, barulah 
panitia yang semuanya tadinya tidak ada ditempat,
 mau datang menemui dan menerima surat sanggahan pada saat waktu 
pemasukan surat sanggahan hampir habis.

Semua kejadian ini tentunya menimbulkan pertanyaan, ada apa ini ???

Salam,
 3K - Kampanye Kurangi Korupsi - E. Wahono
__________________________________
lampiran satu
http://www.harianmetronews.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=418:lelang-tik-dan-pengadaan-media-pembelajaran-sd-diduga-bermasalah&Itemid=193
Lelang TIK & Media Pembelajaran SD Diduga Bermasalah

PROBOLINGGO (harianmetronews) - Pengadaan lelang sarana
 Tehnologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Pengadaan Media Pembelajaran 
Interaktif di SD/SDLB Kabupaten Probolinggo senilai Rp.14 milyar diduga 
bermasalah. Pasalnya, pelaksanaan lelang tersebut menuai protes dari 
sejumlah CV yang ikut tender. 

"Banyak kejanggalan dalam proses 
pelaksanaan lelang itu," ujar pelaksana CV Wani Karya Sejahtera 
Probolinggo, Andi kepada harianmetronews.com, Sabtu (07/4/2012) sore. 

Andi
 mengatakan, temuan dugaan penyimpangan itu berupa berkas yang tidak 
dijilid oleh peserta sehingga mengakibatkan kerawanan untuk post 
bidding. "Ada sebanyak 8 CV yang berkasnya tidak dijilid, meskipun dalam
 RKS tidak disyaratkan," tandasnya. 

Tak hanya itu, namun proses 
lelang yang diumumkan secara online tersebut juga dinilai tidak fair. 
"Lelang itu dibuka pada tanggal 28 Maret 2012. Seharusnya pada tanggal 
itu bisa diakses. Namun kenyataannya kita tidak bisa mengakses 
pengumunan lelang itu. Ini kan sudah jelas ada indikasi permainan 
dibalik proses pelaksanaan lelang itu," timpalnya. 

Dalam proses 
tender lelang tersebut ada beberapa CV yang tercatat sebagai pemenang. 
Yakni CV Burung Nuri alamat Desa Pandayangan, Robatal, Sampang, CV 
Satria alamat Jalan Bahagia 54 A Sampang (sebagai pemenang cadangan 
kesatu) dan CV Ferro alamat Jalan Jetis Kulon 8/47, Wonokromo, Surabaya 
(sebagai pemenang cadangan kedua).

Andi mengatakan, jika pemenang
 lelang maupun cadangan pemenang menggunakan Hardware merk Axioo, 
printer HP1000S, UPS merk Wearnes 900U, CD pembelajaran merk Porimedia. 
"Hardware merk Axioo itu merupakan branded luar. Padahal dalam juknisnya
 harus branded lokal," katanya dengan nada tinggi. 

Karena banyak
 temuan dugaan penyimpangan dalam proses lelang itu, Andi meminta agar 
proses lelang itu kembali diulang. "Kami minta agar proses lelang 
tersebut kembali diulang. Dan kita sudah melaporkan dugaan penyimpangan 
ini ke kantor Kejaksaan," tegasnya. Sementara itu, hingga berita ini 
diturunkan Kepala Diknas Kabupaten Probolinggo, Rasid Subagyo belum 
berhasil dikonfirmasi. 

(bas/tri/hmn)
___________________________
Lampiran dua
Harian Radar Bromo - Jawa Pos Group, 4 April 2012
Kecewa Lelang Proyek Rp. 14 M

Kraksaan
 - Gara-gara panitianya sering tidak ditempat, sebuah lelang proyek di 
dinas pendidikan (dispendik) kabupaten Probolinggo menuai protes. 
Sejumlah rekanan peserta lelang mengaku kecewa pada panitia. Puncaknya 
kemarin (3/4), sejumlah rekanan mendatangi kantor dispendik setempat, 
mereka hendak menemui panitia lelang. Namun yang dicari tidak ada di 
tempat kerjanya. 

Tentu saja hal ini membuat para rekanan semakin
 berang. Mereka menganggap panitia main main dengan lelang tersebut. 
"Jelas melanggar peraturan perundang-undangan. Dan itu jelas
 salah" ujar Rifan, rekanan dari CV. Sahabat. Undang undang yang 
dimaksud Rifan adalah Perpres 54/2010 tentang lelang pengadaan barang 
dan jasa. "Panitia seharusnya standby selama masa pendaftaran, penawaran
 lelang hingga seluruh proses selesai", urainya pada Radar Bromo.

Hal
 yang sama diungkapkan Andi dari CV Wanikarya dan Wahyu dari CV Perkasa 
Agung. pada saat mengajukan pendaftaran lelang, panitia tidak sedang di 
tempat kerja. Bahkan saat tiga CV itu hendak mengajukan sanggahan atas 
penetapan calon pemenang lelang, panitia juga tidak ada ditempat. "Kalau
 sanggahan kami tidak diterima, panitia tinggal mengatakan bahwa proses 
lelang itu tidak ada sanggahan", kata Rifan.
Setelah peserta lelang 
melaporkan hal ini pada kejaksaan negeri Kraksaan, barulah ketua panitia
 lelang, Eko mau muncul di tempat kerjanya..

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke