Agama Di Amerika Sama Seperti Club Sepak Bola !!!
Kehidupan beragama di Amerika persis sama dengan kehidupan menjadi anggauta
club sepak bola. Keluar dari satu klub untuk mendaftar lagi di klub lainnya.
Untuk menjadi anggauta klub sepak bola anda tidak diwajibkan harus menjadi
pemain bola.
Dan masing2 klub sepak bola punya seragam beraneka warna, ada klub yang
seragamnya kuning, maka seragam warna kuning itu harus dikenakan diwaktu
bertanding, diwaktu berlatih, diwaktu nonton jadi supporter, tapi dilarang
digunakan ditempat publik di-jalan2 raya, disekolah, dikantor, atau diklub
lainnya.
Jadi enggak bisa memaksa pakai jilbab atau pakai burqa ke restoran, kesekolah,
kekantor, kekolam renang atau diwaktu bermain bola. Pakai jilbab atau burqa
hanya perlu dikenakan di mesjid atau di-tempat2 pertemuan muslimin saja.
Karena ditempat lain tentunya juga seragamnya lain enggak bisa sama.
Cara berpikir masyarakat di-negara2 berkembang terutama negara2 yang
mayoritasnya muslimin sangat mengenaskan, mereka sangat terikat oleh simbol2
kepercayaannya.
Mereka enggak percaya waktu saya bilang orang Amerika meskipun beragama tapi
tidak percaya adanya Tuhan, bahwa beragama bukan berarti harus menyembah Tuhan,
mempercayai adanya Tuhan, mengerjakan kewajiban2 yang diperintahkan Tuhan dlsb.
Mereka membantah pernyataan saya dengan merujuk secara salah tentang adanya
tulisan "God Bless" didalam uang dollar Amerika.
Padahal apa bedanya kalo saya menyebut "Allahu-akbar" sewaktu saya mengagumi
prestasi atau hasil karya seseorang ??? Apa bedanya kalo ada orang mati saya
menyebut "Inalilahi" ??? Semua itu bukan berarti saya percaya Allah, meskipun
saya lahir sebagai beragama Islam tapi sama sekali saya TIDAK PERCAYA ADANYA
ALLAH, meskipun kadang2 saya bershalat sama sekali bukan membuktikan saya
percaya Allah, kesemuanya itu bagi saya hanyalah basa basi budaya kita diantara
komunitas Indonesia yang tidak mungkin saya terlepas untuk mengabaikannya.
Tujuan basa basi hanyalah untuk mengharmoniskan hubungan kita saja dengan
lingkungan kita dan sama sekali jangan dikaitkan dengan simbol2 agama yang anda
percaya.
Disinilah letak KESALAHAN FATAL terutama dikomunitas muslimin, mereka
menganggap kalo saya tidak percaya Allah, tidak menyembah Allah, maka saya
tidak boleh bershalat, tidak boleh berpuasa, dan tidak boleh naik haji. Mereka
tidak mengenal artinya hiburan, mereka tidak memahami artinya ber-basa basi,
mereka buta akan nilai2 budaya yang menjadi aktivitas setiap manusia dalam
kerangka kerja sama, saling tolong menolong, dan sama sekali bukan untuk
mengemban tugas Allah, tugas agama, atau tugas kepercayaan tertentu.
AKIBAT dari agamanya yang membentuk pribadi yang bersikap membutakan pikiran
terhadap hal2 yang seperti saya perbuat yang dianggapnya bertentangan dengan
kenyataan. Saya bilang itu tidak bertentangan dengan kenyataan, bahwa kalo
saya suatu hari ke taman membawa bola kaki untuk tendang2an bola dengan anak2
saya, jangan dianggap saya ini anggauta club bola Chelsea. Atau kalo suatu
pagi saya ketaman sambil olah gerak "Thay Chi", jangan dianggap saya ini murid
Shiau Lim Shi dan beragama Buddha.
Demikianlah, kalo saya berlatih Yoga janganlah dianggap saya beragama Hindu.
Semua itu terkait sebagai hiburan sama seperti hiburan menonton filem
"Superman" atau filem "Spiderman" bukan berarti mempercayainya. Itulah
sebabnya, orang Amerika yang sudah sangat maju bisa saja hari ini masuk Islam
untuk mempelajarinya atau sekedar mengetahuinya, atau juga iseng untuk mengisi
waktunya. Minggu depannya dia masuk agama Hindu, kemudian keranjingan agama
Hindu selama tiga bulan untuk akhirnya bosan dan masuk agama Yahudi.
Demikianlah, urusan beragama bukan harus percaya, bukan harus menyembahnya, dan
bukan harus cuma satu agama saja. Di Amerika menganut satu, dua, tiga, atau
sepuluh agama yang berbeda ataupun disertai aliran2 yang berbeda bukan masalah
yang harus diperdebatkan, ibaratnya sama seperti masuk club sepak bola di
Indonesia. Anda bebas keluar masuk agama sama bebasnya keluar masuk club sepak
bola.
KESALAHAN2 FATAL inilah yang menyebabkan muslimin di Indonesia menghancurkan
mesjid2 Islam Ahmadiah, menjarah harta benda umat Islam Ahmadiah, menganiaya
bahkan membunuh umat Islam Ahmadiah, kemudian mereka mendesak pemerintah
melarang semua kegiatan umat Islam Ahmadiah, melarang menggunakan nama Islam
dlsb, dlsb, yang kesemuanya jelas merupakan pelanggaran hukum yang melanggar
HAM.
Mereka menganggap Islam bukan seperti Islam Ahmadiah, padahal saya yang
melakukan banyak kesalahan dalam gerakan2 "Tai-Chi", ternyata tidak pernah ada
orang Cina yang bilang bahwa itu bukan Tai Chi, anda tidak boleh mengaku Tai
Chi, anda tidak boleh tinggal diwilayah ini yang semuanya milik pemain Tai-Chi.
Demikianlah, memahami Amerika akan bisa lebih mencerdaskan anda tanpa harus
anda masuk ke sekolah tinggi.
Jadi anda bebas mendirikan agama baru tidak ada yang boleh menuduh anda menista
agama seperti di Indonesia, sama persis hak anda yang bebas untuk mendirikan
klub sepak bola yang baru, tidak boleh ada yang menuduh bahwa klub anda itu
bukanlah permainan sepak bola dan dilarang mengaku sebagai klub sepak bola
hanya agara2 dalam klub sepak bola baru itu anggauta2nya semuanya makan kuaci
karena disediakan oleh klubnya secara gratis.
Kalopun anda beragama Islam maka anda bebas mendirikan agama Islam yang baru,
yang kitab sucinya juga bebas anda karang2 sendiri, dan terserah kalo ada yang
mau menjadi umat atau anggautanya tidak boleh dilarang oleh pemerintah pakai
SKB tiga menteri.
Jadi negara RI itu selain stupid, mengerikan, dan juga biadab, agama yang
menjadi kegiatan disana bukan bertujuan untuk keharmonisan hubungan satu sama
lainnya, melainkan digunakan untuk saling mencederainya sama seperti yang
sekarang berlangsung di negara2 Arab dan semua negara2 Islam didunia.
Kebebasan yang diberikan oleh Amerika yang telah berhasil menata dunia kita
paska perang dunia kedua, ternyata disalah gunakan oleh mereka yang diracuni
oleh agamanya TERUTAMA agama Islam dan muslimin.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/