http://wargatumpat.blogspot.com/2012/04/pesisir-ngaku-aktivis-1998-adu-domba_08.html

Terbongkarnya Kebohongan Seseorang "Bambang Smit" Yang Ngaku mantan 
Aktivis 98 dari SMID, Bermotif Pemerasan & Bisa Menimbulkan 
Kerusuhan Antar Preman Serta Bisa Menimbulkan Keresahan Masyarakat, Ternyata 
Bermotif Pemerasan.



Awalnya membaca status facebook seorang bernama Bambang Smith 
(http://www.facebook.com/bambang.smit) yang menulis status bahwa telah 
terjadi pembunuhan berencana terhadap mantan aktivis 98, bernama Basuki 
Rahmad, dimana korban diculik, dianiaya, distrika punggungnya, dipukuli 
sampai kepalanya retak, dikencingi ramai2 dst.. Status ini hampir tiap 
hari dan tiap beberapa jam selalu ditulis ulang



Awalnya banyak yang 
simpati pada
 status ini dan memberi dukungan, apalagi status tersebut disebarkan 
tiap saat kemana2 dan sempat dimuat oleh media online seperti rajawarta 
dll sebagaimana lampiran
 dibawah ini.



Ternyata kemudian tiba2 yang membuat status, karena
 begitu banyak komentar, tiba2 menghapus semua staus dan tautannya. dan 
kemudian muncul status dari pengacara yang mewakili orang yang 
dikabarkan telah menjadi korban pembunuhan berencana.



ternyata 
kasusnya adalah kasus lain, dimana menurut foto dokumen ini, bahwa 
basuki rahmad (korban) sebelumnya meminta uang pada orang sebesar Rp. 5 
juta. Rupanya permintaan uang itu atas suruhan Bambang Smit. Maka 
setelah mendapat Rp. 5 juta, basuki rahmad kembali pada bambang smit dan
 melaporkan bahwa telah mendapat Rp. 5 juta. bambang Smit marah dan 
meminta agar basuki rahmat kembali pada orang yang menerima uang agar 
minta Rp. 100 juta.



basuki rahmat (yang ternyata bukan aktivis, 
karena dia adalah anggota organisasi pemuda pancasila) kembali pada 
orang yang memberi uang dan minta Rp. 100 juta, seperti yang 
diperintahkan bambang smit. Yang dimintai uang akhirnya merasa resah dan
 melapor pada organisasi pemuda pancasila bahwa dirinya diperas, karena 
basuki rahmat mengaku pemuda pancasila.



pemuda pancasila lalu 
mencari si pelaku pemerasan, karena ternyata memang anggota pemuda 
pancasila, maka basuki rahmat dipukuli (namanya saja organisasi preman 
hehe) dan digunduli rambutnya, karena katanya kalau pemuda pancasila 
berbuat ulah hukumnya adalah digunduli. 



tapi yang sebelumnya 
mengerikan adalah kabar yang dibuat oleh bambang smith, dengan 
menyatakan bahwa basuki rahmat seorang aktivis 98 telah menjadi korban 
pembunuhan berencana, oleh organisasi pemuda pancasila, kepala retak, 
dikencingi rame2, disetrika dll.. dan dikabarkan oleh bambang smit, 
bahwa basuki rahmat adalah anggota sebuah organisasi yang terdiri dari 
kalangan tertentu yang anggotanya banyak jagoan dan pendekarnya yakni 
organisasi Sakera (kelompok jagoan masyarakat etnis madura) dan 
dikatakan pula bahwa si korban pembunuhan berencana itu juga merupakan
 anggota organisasi Pusura (perkumpulan pemuda surabaya) yang juga 
merupakan organisasi dengan banyak pendekar dan jagoannya.



Untuk 
makin memperuncing keadaan, bambang smit telah mengabarkan pada 2 
organisasi itu (sakera & pusura) bahwa ada anggota mereka yang 
dianiaya & dibunuh oleh organisasi pemuda pancasila. bahkan sudah 
dilakukan pengumuman kemana2, agar siap2 membalas pembunuhan itu. Sampai
 akhirnya banyak jawaban dari anggota2 kedua organisasi itu yang siap 
melakukan penyerbuan dan pembalasan pada organisasi & orang2 yang 
disebut oleh bambang smit sebagai pelaku pembunuhan. bahkan beberapa 
kali bambang smit mengundang kumpul2 dibeberapa tempat berbeda, termasuk
 menganjurkan adanya konsolidasi di markas kedua organisasi itu, untuk 
melakukan persiapan pembalasan dan penyerangan.



Untung saja 
akhirnya ada yang mengetahui kebohongan ini dan melakukan tindakan agar 
tidak terjadi pertumpahan darah. Bayangkan saja jika terjadi
 penyerbuan oleh dua organisasi yang mengatas-namakan etnis tertentu 
(madura) dan mengatas namakan perkumpulan pemuda surabaya lalu tanpa 
mengetahui duduk persoalan terus melakukan penyerbuan pada organisasi 
massa yang lain. Bisa dibayangkan akan terjadi pertempuran besar antar 
organisasi preman. Apa tidak akan terjadi keributan dan keresahan di 
masyarakat?



Apalagi secara ngawur bambang smit selain menyebut 
nama2 personal anggota pemuda pancasila, juga menyebut nama2 pengusaha 
yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa ini. Ternyata selain akan 
mengadu domba antar organisasi preman, bambang smit juga menyebut nama2 
pengusaha saingannya, dan nama2 pengusaha etnis tertentu yang hanya tahu
 berdagang dan takut jika ada konflik. Akhirnya ketahuan bahwa motifnya 
adalah agar nama2 pengusaha yang disebut tadi diancam atau diserbu 
rumahnya oleh para preman, meski dia tidak terlibat, dan agar tidak 
terjadi penganiayaan pada mereka. maka bambang smit
 menawarkan perlindungan. Dan jika orang atau pengusaha yang disebut2 bambang 
smit 
mau memberi biaya perlindungan rutin, maka dengan enteng bambang smit 
akan memberi tahu pada organisasi preman yang dihasutnya, bahwa ternyata
 orang atau pengusaha2 tersebut tidak terlibat, dan ada kesalahan info.



Ini 
tentu saja membahayakan masayrakat. Sebab jika saja pengacara korban tidak 
segera membuka kasus yang sebenarnya pada publik, maka bisa terjadi 
pertumpahan darah karena bentrok antar organisasi preman, dan akan 
terjadi penyerangan pada rumah2 pengusaha yang tidak mau memberi biaya 
pengamanan rutin pada bambang smit.



untuk itu aparat perlu 
bertindak tegas pada hal2 seperti ini. karena dalam berbagai kesempatan,
 bambang smit juga sering melontarkan isu SARA yang secara ngawur 
mendiskreditkan etnis tertentu (tionghoa), ternyata dengan motif 
menakut2i dan akhirnya menawarkan jasa pengamanan dengan upeti rutin



Selain
 itu seringkali ada tindakan anarki yang dilakukannya,
 seperti menyegel kantor swasta dan membuat isu bahwa kantor swasta itu 
telah melanggar hukum, karena ada masalah hukum dengan pemerintah kota 
surabaya. seperti penyegelan kantor YKP (yayasan kas pembangunan), tanpa
 ada masalah hukum dan keputusan pengadilan. dan sebelumnya dibuatkan 
isu bahwa yayasan tersebut telah menguasai aset pemerintah kota. 
Ujung2nya dia minta duduk sebagai direksi di perusahaan itu.



demikian
 juga dia dengan isu bahwa Kebun binatang surabaya (KBS) akan dikuasai 
pengusaha etnis tertentu, karena dalam kepengurusan KBS terdiri dari 
berbagai etnis termasuk etnis tionghoa, ujung2nya dia juga ingin menjadi
 pengurus KBS. %Tapi isu yang dibuat bisa menjadikan masyarakat sentimen
 pada etnis tertentu.



Yang heran, oleh aparat tampaknya hal ini 
dibiarkan saja. Apakah karena dibelakangnya ada backing aparat yang 
lebih kuat? atau karena dia merupakan bagian dari organisasi preman? 
atau karena dia sering kali mengaku sebagai aktivis
 98 dari SMID (solidaritas mahasiswa indonesia untuk demokrasi) yang 
konon sekarang banyak jadi pejabat penting?

Aparat tegaslah pada premanisme, agar negara tidak semakin anarkis


Selain itu tingkah laku seperti ini sangat mencemarkan nama para aktivis, 
karena aktivis mahasiswa biasanya erat dengan memperjuangkan nasib 
masyarakat.. mungkin ini juga salah satu modus dari kaum tirani untuk 
memojokkan & menjelekkan nama para aktivis & mahasiswa



Merdeka - Masyarakat anti preman yang meresahkan masyarakat



=======================

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=428930480457701&set=a.101937466490339.4676.100000222592954&type=3&theater



Foto dokumen: (berasal status facebook pengacara basuki)

tanda
 terima uang dari orang yang diisukan oleh Bambang Smit bahwa orang itu 
jadi korban penganiayaan (tadinya diisukan telah jadi korban pembunuhan 
berencana):



TANDA TERIMA

Telah terima uang sebesar Rp. 5 juta



Yang suruh minta Rp. 100 juta

- Bambang smit (jl. Tanggul Angin 14 surabaya)

- Yoyon (Simo)

- Budi (Bagong)

- Joko (simo jawar)

ttd

Yang menerima 

Basuki Rahmad,



---------------------------

http://www.radjawarta.com/pemuda-pusura-desak-andi-baso-menyerahkan-diri

Pemuda
 Pusura Desak Andi Baso Menyerahkan Diri



RADJAWARTA >> 
Prilaku kekerasan dan intimidasi bergaya Orde Baru ternyata masih ada. 
Dua hari lalu Basuki Rahmad seorang aktivis 98 dianiaya seorang yang 
diduga bernama Andi Baso. Penganiayaan dilakukan kerena menjadi korlap 
unjukrasa di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Surabaya.



Ditemui
 ketika melapor ke Polrestabes Surabaya Basuki yang didampingi ratusan 
masa, Pemuda Pusura, Aliansi Ormas dan LSM, Pemuda Sakera, Arek Surabaya
 Menggugat, dan puluhan organisasi lainnya. Basuki mengaku dianiaya Andi
 Baso dan teman-temannya. “Yang memulai pemukulan Andi Baso yang 
kemudian disusul oleh anak buahnya,” jelas Basuki sambil mengeluh 
kesakitan.



Penganiayaan terhadap Basuki Rahmad atau dikenal 
dengan sebutan Ghostbuster ini membuat geram Luko Joyo Ketua Pemuda 
Pusura dan Bambang Smit Koordinator Aliansi Ormas dan LSM Jatim dan 
puluhan Organisasi besar lainnya di Surabaya.



Luko
 mengatakan, pelaku penganiayaan harus bertanggungjawab secara hukum. 
Tidak boleh kekerasan seperti ini terjadi di negeri yang menjunjung 
tinggi supremasi hukum. “Kemarin malam (6/4) sudah kita laporkan ke 
Polrestabes Surabaya. Saya harap polisi segera menangkap pelakunya,” 
tegas Luko, (7/4).



Kepada Basuki tokoh Surabaya itu berpesan agar
 tidak takut menghadapi orang yang menyelesaikan persoalan dengan cara 
menggunakan kekerasan. “Pemuda Pusura secara penuh mendukung pelaporan 
ini,” ujar Luko.



Dan, Luko mendesak Andi Baso yang diduga pelaku 
penganiayaan terhadap Basuki segera menyerahkan diri agar persoalan ini 
segera selesai. “Di Surabaya sudah tidak ada jagoan,” tandas Luko di 
Kantornya Jalan Ahmad Jaiz No. 50 Surabaya.



Sementara Bambang 
Smit Koordinator Aliansi Ormas dan LSM (AOM) Jatim menegaskan, kekerasan
 yang dilakukan Andi Baso terhadap Basuki diduga atas permintaan seorang
 pengusaha berinisial DV yang biasa ikut
 lelang di ULP. “Mungkin DV menyewa preman untuk menghentikan langkah 
Basuki,” ungkap Bambang Smit, (7/4).



Perkiraan Bambang Smit Bukan
 tanpa alasan, sebab peristiwa penganiayaan tersebut dilatarbelakangi 
oleh keinginan warga Simo Mulyo yang mau menggelar unjukrasa ke ULP 
Pemkot Surabaya. “Karena mau menyampaikan aspirasi ke ULP sehingga 
Basuki dianiaya,” tukas Bambang Smit.



Sementara Udin Sakera 
mengatakan, penganiayaan terhadap Basuki tidak bisa ditoliler lagi. 
Untuk itu, pihaknya bersama Pemuda Pusura melaporkan persoalan ini ke 
Polrestabes Surabaya. “Ini gaya-gaya ormas peninggalan ORBA yang selalu 
memakai kekerasan/intimidasi. Padahal lambang negara ada pada dirinya 
benarkah mereka menjalankan “Kemanusiaan yang adil dan BERADAB “?????,” 
tanya, Udin Sakera. rw/dw

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke