Refl: Apakah ada perbedaan kalau Kalla menjadi presiden dan wakilnya Aburizal atau Abu presiden dan Kalla wakilnya? Kedua-duanya, selain sama partai politiknya juga adalah pengusaha berkaliber besar. Jadi dua kepentingan yang mereka wakili yaitu [a] kepentingan perusahaan perusahaan mereka dan [b] kepentingan rakyat yang adalah unsur adanya negara. Jadi barangkali pertanyaannya ialah kepentingan mana yang lebih mereka utamakan atau pertahankan, [1] badan usaha mereka ataukah [2] rakyat, jika kedua kepentingan ini bertemu pada titik pertentangan dimana salah salah satu harus mengalah? Bagaimana pendapat Anda?
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/11/ArticleHtmls/Survei-Jusuf-Kalla-Ungguli-Aburizal-11042012003003.shtml?Mode=0 Survei: Jusuf Kalla Ungguli Aburizal JAKARTA Peneliti Lem baga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak boleh mengabaikan kader-kader partainya yang memiliki peluang sebagai kandidat calon presiden. Menurut dia, masalah pengajuan calon presiden bisa menjadi bom waktu yang akan menyulut perpecahan di kalangan internal Golkar. Itu bisa terjadi jika Ical tak pandai mengatur strategi. Burhan mengungkapkan, berdasarkan hasil survei terakhir LSI, pada Februari lalu, pamor bekas Ketua Umum Golkar Muhammad Jusuf Kalla lebih kinclong dibanding Ical—panggilan Aburizal. “Berdasarkan survei itu, Golkar seharusnya tidak bisa mengabaikan Kalla,” katanya kemarin. Menurut Burhan, nama Jusuf Kalla memang lebih dikenal masyarakat sebagai tokoh yang layak dipilih menjadi presiden. Itu disimpulkan dari jawaban atas pertanyaan terbuka kepada 2.050 responden di 33 provinsi yang dipilih melalui metode acak bertingkat, yang menempatkan Kalla di urutan keempat sebagai calon presiden yang paling diingat. Pamor Kalla hanya ka lah oleh Susilo Bambang Yudho yono, Megawati Sukar no putri, dan Prabowo Subianto. Tapi Yudhoyono tidak bisa dipilih lagi karena sudah menjabat dua kali. Saat responden disodori per tanyaan semi-terbuka ten tang siapa calon presiden, yang memilih Kalla seba nyak 7 persen responden. Peringkat pertama dan kedua ditem pati Mega dan Prabowo, yang ma sing-masing memperoleh suara 15,6 persen dan 10,6 persen responden. Perolehan 7 persen suara itu lebih tinggi dibanding Aburizal yang hanya memperoleh 5,6 persen suara (posisi keempat). Menurut Burhan, ketika na ma calon dikerucutkan lagi menjadi 18 nama, ternyata Jusuf Kalla kembali mengungguli Aburizal dengan perolehan suara 9,7 persen. Adapun Aburizal hanya memperoleh 7,2 persen suara. Pengajar ilmu politik Universitas Islam Negeri Ciputat itu pun menyimpulkan dukungan masyarakat terhadap Aburizal belum signifikan sebagai modalnya maju dalam pencalonan presiden. Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Satya W.Yudha punya argumen lain. Dia mengatakan, meski belum menjadi nomor satu, popularitas Ical terus menanjak. Ia yakin elektabilitas Ical tahun ini bisa mencapai 15-17 persen, naik dibanding sebelumnya yang baru 7 persen. “Tahun ini (bisa) hampir menyamai Megawati dan Prabowo,“ kata Satya. Kalla menanggapi secara dingin rencana Ical yang ingin buru-buru mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari Golkar. Ia meminta Ical melihat lagi hasil survei sebelum melangkah lebih jauh. IRA GUSLINA SUFA | AGUSSUP TOP Powered by Pressmart Media Ltd [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
