Dipo yang sedeng ngigo terus...

Makin lama keadaannya makin parah..

Sayangnya, seperti Hasan Basri, PAREWA PAREWA dan Roman Proteus dia takut
berobat ke psikiater.


--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Anda banyak tau tentang psikologi. Betul, yang model begituan 
> umumnya cuma mengemis perhatian. Tapi yang satu ini rada istimewa. 
> Tampak jelas bahwa kesepiannya sepanjang hidup itu disebabkan 
> ketololannya sendiri.
> 
> Teorinya begini: 
> bocah yang malas berpikir senangnya ya melahap perintah orang. 
> Kelak, kemalasan berpikir itu mengkristal jadi ketidakmampuan 
> berpikir sehingga hiduplah dia dengan mengapung-apung di lautan 
> perintah. Timbul-tenggelam dalam kata-kata orang yang dibenam 
> ke kupingnya. 
> 
> Setelah dia besar kelak, tumpukan perintah yang mengendap dalam 
> tempurung lututnya itu menjadikan dia buntelan situasia pun dia pergi hanya 
> menjadi (loud)speaker ke sekitarnya. 
> 
> Asyiknya, teori buntelan ini ada artefaknya di kampung sini. Ada 
> barangnya! 
> 
> Menurut catetan sejarah kampung ini, ketika itu barang mendengar 
> saran emas: "jogging baik untuk kesehatan", maka serta-merta dia 
> berjogging tanpa ampun. Ceria sekali walau di salju tebal sedengkul. 
> 
> Tetapi pada situasi lain, ketika terngiang bentakan emaknya: 
> "ujan bisa bikin ngana sakit!", maka setetes gerimis pun sudah cukup 
> jadi alasan untuk melarang dirinya ke luar rumah kendati terlanjur 
> dandan ala pejogging. 
> 
> Nah, ketidaksanggupan berpikir yang mengkristal itu bukan cuma 
> bikin dia mahir kelelep omongan orang (nimbul cuma untuk membunyikan 
> kata-kata orang lain) tapi memang bikin dia kecanduan bahkan ketergantungan 
> pada ketololan. 
> 
> Liat, dengan seriusnya dia menempatkan diri sebagai bocah pelahap 
> komik dongeng hanya karena dongeng itu dikemas seolah 'lucid 
> scientific explanations' (dalam tanda kutip).
> 
> http://www.guardian.co.uk/science/2009/oct/23/richard-dawkins-teenagers-illustrated-book
> 
> --- Musik hari Ini <musikhariini@> wrote:
> 
> > Guys, if some dumbass comes on here and says bad things about you 
> > or what you like, then just don't get angry at them. They are 
> > extremely lonely people who want attention, so if you get angry 
> > at them and type in all caps that just amuses them. It doesn't hurt 
> > their feelings at all. Just be glad that their Dad was probably an 
> > alcoholic, and the mother was a dirty prostitute 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > From: ajeg <ajegilelu@>
> > 
> > > Ya biarin aja, itu kan kata Dawkins. Katamu sendiri gimana? 
> > > Mosok udah gede begini cuma nebeng bacotan orang. Masih belum 
> > > sanggup berpendapat sendiri? 
> > >
> > > Padahal nih plik, jadi atheis itu kudu rajin mikir lho. Begitu 
> > > juga mutazilah, harus berani keluarin pendapat sendiri. 
> > >
> > > Lha situ sebenernya apaan, mutazilah, nyaris atheis, apa sekedar 
> > > pengin diaku sebagai bukti evolusi? 
> > > 
> > > Coba pikirin bener-bener dah. 
> > > 
> > > --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: 
> > >
> > > > seperti diingatkan Dawkins dibukunya "The Greatest 
> > > > Show on Earth" punya dua makna dan salah satu maknanya adalah: 
> > > >
> > > > "A scheme or system of ideas or statements held as an 
> > > > explanation or account of a group of facts or phenomena; a 
> > > > hypothesis that has been confirmed or established by 
> > > > observation or experiment, and is propounded or accepted as 
> > > > accounting for the known facts; a statement of what are held to 
> > > > be the general laws, principles, or causes of something known 
> > > > or observed."
> > > >
> > > > Sekali lagi: teori evolusi Daewin telah dibuktikan orang benar 
> > > > dan telah menajdi fakta. 
> > > > 
> > > 
> > >
> > >  
> > 
> > [text non-portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke