REF. Apakah ada kepala daerah yang tidak korup? Kalau kepala daerah korup berarti partai poliknya juga korup, sebab kedudukan yang diperoleh atas nama partai.
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/89187 Senin, 23 April 2012 | 06:41:18 WIB Kepala Daerah dari Parpol Cenderung Korup JAKARTA - Kepala daerah terpilih, yang didukung oleh partai politik (parpol), memiliki kecenderungan melakukan korupsi saat menjabat. Matinya mesin-mesin politik partai dalam pemilihan kepala daerah menjadikan cara-cara transaksional, seperti politik uang, menjadi salah satu pilihan dalam upaya meraih suara. Akibatnya, tercipta "lingkaran setan" antara politik biaya tinggi dan beban mengembalikan modal saat berkuasa. "Karena itu, pemilih harus sadar, jika ini dibiarkan, akan hancur mekanisme pilkada sebagai sarana demokrasi. Politik uang adalah bentuk demoralisasi," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, ketika dihubungi, Minggu (22/4). Arie mengatakan, hingga saat ini, banyak partai politik yang belum memiliki spirit untuk mereformasi diri dengan cara menghadirkan pola baru dalam kampanye. Meskipun mereka punya tokoh-tokoh bagus, pola manajemen politiknya belum berubah. Kekhawatiran yang muncul adalah politik uang akan tetap mendominasi dalam setiap pemilihan kepala daerah. Menurut Arie, pilkada dengan politik uang akan merusak kualitas demokrasi. Dia berharap semua warga, khususnya di DKI Jakarta, yang akan melaksanakan pemilihan gubernur periode 2012-2017, pada 11 Juli 2012, dapat melawan praktik-praktik seperti itu. Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur siap bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 11 Juli nanti. Mereka adalah pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Satria yang berasal dari jalur independen atau nonparpol, Joko Widodo-Basuki T Purnama dari PDI-P dan Gerindra, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dari Demokrat, PKB, dan PPP, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dari PKS, serta Alex Noerdin-Nono Sampono dari Golkar dan PDS. Bangun Kejujuran Berbeda dengan pola partai yang ingin praktis, kata Arie, cara yang ditempuh calon perseorangan seperti Faisal Basri adalah mencoba membangun kejujuran dan integritas moral. Karena itu pula, yang diterapkan Faisal adalah menjadikan para pendukungnya bagian dari subjek politik. Dengan cara itu, mereka akan jauh dari bayangan politik uang serta biaya kampanye yang tinggi. "Calon independen ini berharap calon independen jadi alternatif dan jadi jawaban dari kegelisahan pola kampanye partai yang tidak mendorong pencerahan," tandas dia. Sementara itu, Koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, mengungkapkan praktik kampanye dini yang dilakukan seluruh bakal pasangan calon Pilkada DKI Jakarta kini mulai mengkhawatirkan. Keleluasaan akibat ketiadaan aturan yang melarang kampanye sebelum adanya penetapan calon telah menimbulkan persoalan serius. har/P-4 -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 358 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
