Ref: Kalau TKI menjadi tentara di luarnegeri apa ada larangan? Bukankah mereka ini mencari nafkah membantu keluarga di kampung yang mengelami kesulitan sehari-hari. Para waraga NKRI harus bekerja di luarnegeri karena kesempatan bekerja dalam negeri terbatas atau tidak ada, selain pada hari-hari besar negara disuruh menyanyi, majulah negeriku, majulah bangsaku, majulah negeriku semanya, tetapi selama 60 tahun lebih tidak merdeka dan bebas dari jeratan kemiskinan, terkecuali kaum elit (model kerajaan zaman bahula, misalnya Mojopahit, kaum bangsawan yang goyang kaki sambil menikmati hasil keringat rakyat jelata) yang untung, rakyat krocok buntung.
Bukankah menjadi tentara adalah profesi, lihat saja pada TNI, tidak ada perang disuruh baris-baris menggok kiri-kanan dan jalan terus sampai waktu untuk dipensiunkan. Satu hal yang barangkali memabawa keuntungan besar bagi TKI ialah menjadi serdadu “foreign legion”, gajinya dan jaminannya jauh lebih baik dari serdadu Malaysia atau TNI, cuma saja latihannya berat sekali. Untuk menjadi tentara foreign legion selain berbadan sehat juga harus bisa menguasai bahasa asing dengan baik, teristimewa bahasa Inggris atau juga Perancis. http://www.suarapembaruan.com/nasional/wah-ada-wni-yang-jadi-tentara-malaysia/19378 Wah…! Ada WNI yang Jadi Tentara Malaysia? Senin, 23 April 2012 | 11:43 Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia [google] Berita Terkait a.. Koordinasi Keamanan WNI, Dubes RI untuk Suriah Dipanggil b.. WNI di Yaman Diminta Terus Berkomunikasi dengan KBRI c.. KBRI di Jepang Evakuasi 414 WNI di Miyagi dan Iwate d.. 6.000 WNI Masih Bertahan di Mesir e.. Kerusuhan di Tunisia, WNI Dipastikan Aman [LOSARANG] Anggota MPR, Yoseph Umar Hadi berjanji akan mengecek sejauh mana keterlibatan WNI di perbatasan, yang disebut-sebut direkrut Malaysia untuk dijadikan anggota tentara negara tersebut. Masalahnya, jika hal tersebut benar, yang dipermalukan adalah Pemerintah Indonesia sendiri. "Saya baru mendengar ini, karena itu Senin (23/4) saya akan ke Kalimantan, segera mengecek kebenaran informasi ini," katanya setelah mendengar aktivis Karang Taruna, Kurniawan ketika mengikuti sosialisasi “4 Pilar” di salah satu hotel di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Kurniawan mempertanyakan, sejauh mana kebenaran informasi tersebut, ada warga Indonesia di perbatasan, karena alasan kemiskinan dan tidak punya pekerjaan mau direkrut dijadikan anggota militer Malaysia. Yoseph yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, sedang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke daerah pemilihannya di Cirebon dan Indramayu ini menegaskan, belum begitu percaya kalau benar ada warga Indonesia di perbatasan seperti itu, apalagi belum pernah ada laporan dari pemerintah daerah. Dalam kunker Komisi V DPR ke Pontianak, Kaltim minggu depan, Yoseph akan mencari tahu informasi itu. "Kebetulan saya mau kesana kunker komisi, saya akan tanya ke gubernur dan ke bupati, termasuk melaporkan ini ke Komisi I," ujarnya. Acara sosialisasi 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu, diikuti 110 peserta, terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda atau karang taruna di wilayah Losarang. Animo mereka terlihat tinggi, sebab dari awal sampai selesai, peserta serius menyimak dan mendengarkan penjelasan atau arahan dari Yoseph Umar Hadi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. "Sudah menjadi tugas atau kewajiban semua anggota MPR mensosialisasikan empat pilar ini ke semua lapisan masyarakat di Indonesia," katanya. Pada kesempatan itu, anggota Komisi V DPR itu mengatakan, soal perbatasan memang sedikit lebih banyak mendapat perhatian, terutama soal patok yang sempat diberitakan mulai bergeser ke wilayah Malaysia. Menurut Yoseph, belum tentu negara tetangga mengakui batas-batas negara kita. "Jangan batas negara, batas kampung saja bisa memunculkan pertikaian,"tegasnya. Dia menegaskan, sebagai negara berdaulat kita harus marah dan berani unjuk gigi jika sewaktu-waktu berkonfrontasi dengan negara tetangga. "Kita harus tunjukkan kalau kita negara berdaulat, jangan sampai dicap sebagai negara yang lembek," katanya. [146/M-16] -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 628 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
