http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/27/ArticleHtmls/Menteri-Keuangan-APBN-Perubahan-Sulit-Dijalankan-27042012006007.shtml?Mode=0
           Menteri Keuangan: APBN Perubahan Sulit Dijalankan

                  JAKARTA
                  Subsidi energi bakal melonjak menjadi Rp 300 triliun.

                  Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, 
asumsiasumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 
sulit dijalankan karena harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak naik. 
“APBN Perubahan tidak serasi, BBM bersubsidi tidak bisa dinaikkan, tapi 
(asumsi) APBN Perubahan disetujui,“ ujarnya kemarin.
                  Menurut dia, jika harga bahan bakar tak dinaikkan, 
subsidi energi bakal membengkak menjadi Rp 300 triliun.
                  Dalam APBN Perubahan 2012, subsidi BBM ditetapkan 
sebesar Rp 137,3 triliun, subsidi listrik Rp 64,9 triliun, dan cadangan 
fiskal energi sebesar Rp 23 triliun. Dengan demikian, total subsidi energi 
sebesar Rp 225 triliun.

                  Untuk menghindarinya, kata Agus, pemerintah akan 
melakukan penghematan anggaran. Caranya, memblokir beberapa agenda yang 
dianggap bukan prioritas. Langkah lainnya adalah mencegah defisit anggaran 
membengkak, dengan melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. Sebab, 
peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor setiap tahun bakal memberi 
dampak peningkatan konsumsi.

                  Dia memperkirakan, kuota BBM bersubsidi tahun ini bakal 
melonjak melebihi kuota yang ditetapkan sebesar 40 juta kiloliter. “Tahun 
lalu saja membengkak hingga 41,73 juta kiloliter.”Untuk itu, Agus mendesak 
bahwa penghematan dan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi harus 
dilakukan. “Mei harus diumumkan,”kata Agus.

                  Meski anggaran belanja meningkat, kata dia, penerimaan 
negara juga ikut naik akibat kenaikan harga minyak mentah.“Pajak 
penghasilan migas meningkat.” Agar penerimaan negara menjadi optimal, 
pemerintah bakal menekan biaya produksi (cost recovery) agar tidak 
melonjak. “Itu untuk menjaga penerimaan.” Sektor lain yang bakal 
dioptimalkan adalah penerimaan sektor mineral dan batu bara. “Keseluruhan 
untuk menjaga kesehatan fiskal.” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam 
sambutan membuka Musya

                  warah Perencanaan Pembangunan Nasional 2012, mengatakan 
ada tiga solusi untuk mengamankan perekonomian negara. Pertama, solusi 
yang terkait dengan penggunaan bahan bakar minyak.
                  “Kita harus mengurangi secara signifikan penggunaan 
 BBM,”ujarnya.

                  Solusi kedua adalah peningkatan penerimaan dan 
pendapatan negara. Solusi ketiga, mengupayakan penghematan atas pembiayaan 
di wilayah masingmasing oleh semua jajaran pemerintahan dan pemerintah 
daerah. Ketiga solusi inilah yang harus dijalankan untuk mengamankan APBN.

                  Anggota Komisi Energi DPR, Satya W. Yudha, mengatakan 
asumsi APBN Perubahan disusun dengan adanya kenaikan harga BBM sebesar Rp 
1.500 per liter. Menurut dia, jika harga BBM tak naik, subsidi energi bisa 
melonjak menjadi Rp 290 triliun. “Di rapat Badan Anggaran, DPR sepakat 
pada asumsi pertama. Namun, di paripurna, usulan kenaikan BBM terganjal,” 
ujarnya kemarin. Dampaknya, pemerintah kelimpungan karena asumsi yang 
sudah disepakati di Badan Anggaran tak diubah. ● ALI NY | AKBAR TRI 
KURNIAWAN | PRIHANDOKO | M. ANDI PERDANA




--
I am using the free version of SPAMfighter.
We are a community of 7 million users fighting spam.
SPAMfighter has removed 677 of my spam emails to date.
Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len

The Professional version does not have this message



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke