Refl: Mereka yang melakukan perjalanan adalah oknom-oknom wakil rakyat. Ongkos perjalanan plesiran Rp 1,2 triliun, belum memberatkan APBN. Cuma secupil saja. Bukankah menurut pernyataan presiden Bambang Susilo Yudhoyono beberapa waktu silam bahwa rakyat makin makmur, jadi kalau makin makmur berarti makin banyak fulus dimiliki. Banyak fulus berarti juga negeri kaya. Maka oleh sebab itu para wakil rakyat harus mampu menunjukan kekayaan yang dimiliki oleh rakyat kepada dunia luar dengan banyak kesempatan melihat-melihat dunia luar. Entah apa yang dilihat itu masalah lain, pokoknya ada yang mereka lihat. Apakah mereka mengerti apa yang dilihat, itu sebahagian dari masalahnya. Tetapi bagaimana pun hendaklah rakyat menganjurkan wakil-wakilnya agar harus rajin mengambil kesempatan untuk bikin studi banding-banding atau baku banting. Mumpung ada kesempatan sebagai wakil atau pemuka rakyat janganlah ragu-ragu melakukan studi banding, duit negera adalah juga duit Anda.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/04/28/ArticleHtmls/Total-Anggaran-Perjalanan-DPR-Rp-12-Triliun-28042012004004.shtml?Mode=0 Total Anggaran Perjalanan DPR Rp 1,2 Triliun JAKARTA Anggaran terlalu besar, tapi hasil kunjungan tidak jelas. Kunjungan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat ke Jerman dan tiga negara lain—Republik Cek, Polandia, dan Afrika Selatan—masih akan diikuti acara “jalan-jalan” berikutnya. Lembaga swadaya masyarakat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan anggaran perjalanan dan kunjungan anggota DPR untuk 2012 mencapai Rp 1,2 triliun. Total anggaran Rp 1,2 triliun tersebut dikutip oleh Fitra dari Surat Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang perincian anggaran belanja negara pemerintah pusat tahun 2012. Berdasarkan surat tersebut, anggota Dewan memperoleh anggaran Rp 24 miliar untuk kunjungan kerja ke luar negeri, Rp 99 miliar kunjungan dalam negeri, Rp 539 miliar uang reses bagi komisi, Rp 546,7 miliar uang sosialisasi empat pilar kebangsaan, dan Rp 29 miliar untuk kunjungan kerja dalam negeri mengenai kasuskasus spesifik. Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional, Uchok Sky Khadafi, mengatakan tahun ini Komisi I mendapat jatah anggaran perjalanan luar negeri sebesar Rp 5,9 miliar. “Kemarin baru dipakai Rp 3 miliar, berarti masih ada sisa,” kata Uchok. Dia menyatakan anggaran perjalanan yang menembus Rp 1,2 triliun terlalu besar. “Tidak efektif. Lebih baik dipangkas karena hasil kunjungan sering tidak jelas,” kata Uchok kemarin. Pertanggungjawaban penggunaan anggaran perjalanan itu kerap tidak lengkap. Anggota Dewan hanya menyampaikan laporan keuangan soal uang yang digunakan untuk ongkos perjalanan. Tapi laporan narasi yang diharapkan dari hasil kunjungan justru kerap tidak dibuat. “Hanya sedikit yang bikin laporan narasi,”katanya. Fitra mencatat, pada masa reses April 2012, Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke empat negara dengan anggaran belanja Rp 3,174 miliar. Selain bertemu dengan parlemen Jerman dan berkunjung ke pabrik tank Leopard dan beramah-tamah dengan KBRI, sesuai dengan agenda kerja Komisi Bidang Pertahanan dan Luar Negeri itu ke Jerman, rombongan anggota DPR tersebut terlihat pelesir di Kaufhaus des Westens (KaDeWe), kawasan pusat belanja termewah di Kudam, Berlin Barat, oleh anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). “Anggota PPI memergoki anggota Dewan bersama istri jalan-jalan ke KaDeWe,”kata Syafiq Hasyim, Rois Syuriah PPI Nahdlatul Ulama cabang istimewa Jerman, melalui telepon kemarin. Anggota Perhimpunan Pelajar sengaja menguntit dan memantau kegiatan Komisi I DPR di Jerman. PPI mencatat, di antara rombongan Komisi I itu terdapat Tri Tamtomo dari PDI Perjuangan; Nurhayati Ali Assegaf, Hayono Isman, dan Vena Melinda dari Partai Demokrat. Ada juga Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, Muchammad Ruslan, Neil Iskandar Daulay, Tantowi Yahya, dan Yorrys Raweyai dari Partai Golkar, serta Luthfi Hasan Ishaaq dari Partai Keadilan Sejahtera. “Selama dua hari kami melakukan investigasi sejak kedatangan mereka di Bandara Tegel,”katanya. Beberapa saat sebelum kedatangan para wakil rakyat ini, sejumlah anggota Perhimpunan telah disebar di bandar udara itu dengan membawa alat perekam dan kamera. Mere ka membuntuti hingga ke hotel tempat 10 anggota Komisi I menginap. Dari hotel, beberapa anggota DPR keluar dan berbelanja ke Kaufhaus des Westens. Syafiq menilai kunjungan ini kurang efektif. Di samping menghabiskan banyak biaya, kegiatan tersebut sangat singkat. “Bisa dibayangkan, apa yang dapat dilakukan dalam satu-dua hari di Berlin,“ ujarnya. Meski PPI memiliki bukti foto yang merekam kegiatan anggota Dewan berwisata dan berbelanja ke pusat belanja mewah, Ketua DPR RI Marzuki Ali membantah tudingan bahwa anggota DPR RI ke luar negeri untuk pelesir.“Tidak ada yang pelesir. Salah itu,“kata Marzuki di sela kampanye pasangan calon wali kota-wakil wali kota Kupang di Nusa Tenggara Timur kemarin.“Kunjungan Komisi I bukan untuk pesiar.“ ANANDA BADUDU | MITRA TARIGAN | YOHANES SEO -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 695 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
