http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/29/316164/293/14/Berburu-Donor-Ginjal-Ketiga
Berburu Donor Ginjal Ketiga Penulis : Enny Kartinah Minggu, 29 April 2012 00:15 WIB Ilustrasi--Caksono JAKARTA--MICOM: Cangkok ginjal merupakan solusi terbaik untuk mengatasi gagal ginjal. Dengan cangkok ginjal, seorang penderita gagal ginjal bisa memperoleh 'ginjal baru' beserta segala fungsinya secara utuh. Namun apa daya, tak selamanya solusi terbaik itu bisa diperoleh penderita gagal ginjal. Selain mahalnya biaya pencangkokan yang mencapai ratusan juta rupiah, langkanya pendonor juga menjadi kendala. Kendala itu pula yang dialami Hasiholan Tamba yang tengah berjuang mencari pendonor ginjal untuk sang istri, Keristina. Ia berkisah, sang istri yang didiagnosis gagal ginjal pada 2003 sebenarnya sudah menjalani dua kali cangkok ginjal. Yang pertama dilakukan pada Desember 2003 di RS PGI Cikini, Jakarta. Saat itu, donor berasal dari kakak sang istri. Namun sayang, seminggu kemudian pencangkokan itu dinyatakan gagal, tubuh Keristina menolak ginjal baru itu. Ia pun kembali menjalani cuci darah. Pada April 2006, Keristina menjalani cangkok ginjal kedua di China. Tapi Pada Desember 2010 kembali terjadi reaksi penolakan (rejection). Kembali, ia harus menjalani rutinitas cuci darah. Meski demikian, Hasiholan tidak menyerah, upaya mencari donor ginjal untuk sang istri terus dilakukan. Diakuinya, itu bukan pekerjaan mudah. ''Donor paling baik adalah dari orangtua dan saudara kandung karena risiko rejection-nya kecil. Orangtua biasanya rela mendonorkan ginjalnya, tapi kadang usia lanjut membuat ginjalnya tidak lagi memenuhi syarat untuk didonorkan,'' jelas Hasiholan beberapa waktu lalu, di Jakarta. Saudara-saudara kandung, lanjut Hasiholan, mungkin juga rela mendonorkan ginjalnya. Namun, kerap kali itu terhalang oleh ketakutan anak istri mereka terhadap kemungkinan efek buruk usai mendonorkan ginjal. ''Masih banyak masyarakat yang tidak tahu kalau seseorang bisa hidup sehat dengan satu ginjal saja,'' imbuh Hasiholan. Pilihan Hasiholan akhirnya jatuh pada orang-orang yang menawarkan ginjalnya untuk dibeli. Itu setelah ia mendapati fakta bahwa paket cangkok ginjal di China, yang mencakup ginjal dari pendonor, sudah semakin langka. Hasiholan pun mencoba menghubungi beberapa orang yang menawarkan ginjalnya dengan imbalan uang. Penawaran itu dilakukan lewat internet dan media lain. Ada pula agen yang berfungsi sebagai penghubung antara pasien dengan calon pendonor. ''Tapi setelah bertemu dan mereka melihat kami sangat pas-pasan, tidak bisa membayar terlalu mahal, mereka mundur. Mereka umumnya pasang harga tinggi, Rp200 juta-Rp600 juta,'' ujar Hasiholan. Kini, Hasiholan yang tergabung dalam sebuah milis kesehatan ginjal, menggagas pertukaran pasangan donor ginjal. Ide itu berangkat dari fakta adanya pasangan-pasangan calon penerima dan pendonor yang ternyata parameter-parameter medisnya tidak cocok satu sama lain. Dengan pertukaran pasangan calon pendonor dan penerima, diharapkan ada kecocokan sehingga cangkok ginjal bisa dilakukan. ''Saya akan terus berupaya mencari donor ginjal untuk istri saya,'' pungkas Hasiholan. (Nik/OL-9) -- I am using the free version of SPAMfighter. We are a community of 7 million users fighting spam. SPAMfighter has removed 712 of my spam emails to date. Get the free SPAMfighter here: http://www.spamfighter.com/len The Professional version does not have this message ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
