Orang2 Islam di milis ini dan anjing2 piaraan mereka jg bilang hal yg sama, 
yaitu Indonesia tambah maju, rakyatnya tambah makmur.
 
Makanya sampe ada yg ngejilat pantat SBY yg dibilang derajatnya tinggi, atau 
nerima anggota DPR yg koruptor di rumahnya dgn bangganya. Ada jg yg emang 
bapaknya adalah koruptor dan pemalak.
 
Para bangsat ini cuma ngeliat duit dan kekuasaan doang, maka banyak duit dan 
makin besar kekuasaan seseorang, maka orang itu akan dianggap terhormat, 
berderajat tinggi, orang sukses dsb, dan wajib dijilatin pantatnya spy siapa 
tau mereka akan kecipratan rejeki dr orang yg dijilatin pantatnya tsb.
 
 
 

From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Wednesday, May 2, 2012 5:03 PM
>Subject: [proletar] Dua Persen Penduduk Indonesia Kuasai 56 Persen Aset 
>Nasional
>
>
>  
>Refl: Beberapa hari lalu dr Bambang Susilo Yudhoyono, presiden NKRI menyatakan 
>bahwa kehidupan rakyat yang dipimpinnya telah membaik, barangkali yang 
>dimaksudkan dengan kehidupan membaik ialah dua prosen yang menguasi 56 persen 
>aset nasional. Kalau trend ini terus berlangsung, maka dalam waktu tak lama 
>lagi 2 atau 3 prosen dari penduduk akan menguasai antara 80 dan 90%. Buruk 
>atau baik trend ini?
>
>http://nasional.kompas.com/read/2012/04/26/0630461/Dua.Persen.Penduduk.Indonesia.Kuasai.56.Persen.Aset.Nasional
>
>Konflik Agraria
>
>Dua Persen Penduduk Indonesia Kuasai 56 Persen Aset Nasional
>Khaerudin | Nasru Alam Aziz | Kamis, 26 April 2012 | 06:30 WIB 
>JAKARTA, KOMPAS.com -- Ketimpangan dan jurang antara warga yang kaya dan yang 
>miskin di Indonesia tergambar jelas dalam data penguasaan aset produktif 
>nasional.
>Sebanyak dua persen penduduk Indonesia, menguasai 56 persen aset produktif 
>nasional. Dari 56 persen aset produktif nasional tersebut, 87 persen di 
>antaranya berupa tanah.
>
>"Menurut Badan Pertanahan Nasional, ada sekitar 56 persen aset nasional yang 
>dikuasai oleh dua persen saja penduduk Indonesia. Sebanyak 87 persen dari 56 
>persen aset nasional itu berupa tanah," kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi 
>PDI-P Budiman Sudjatmiko kepada Kompas, Rabu (25/4/2012) malam.
>
>Menurut Budiman, ada tiga persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia dalam 
>soal ketimpangan dan ketidakadilan penguasaan aset nasional, terutama di 
>sektor agraria.
>
>Pertama adalah kebijakan ekonomi yang sejak masa kolonial hingga sekarang 
>lebih cenderung berpihak pada pemodal besar. Kedua, tumpang tindihnya 
>peraturan perundangan yang berlanjut dengan penyimpangan UUD 1945 dan UU Pokok 
>Agraria tahun 1960. Ketiga, tingginya ego sektoral terutama pada 
>kementerian-kementerian dan lembaga terkait agraria dan sumber daya alam.
>
>Ketiga hal tersebut, menurut Budiman, yang menjadi penyebab utama 
>berlarut-larutnya konflik agraria di Indonesia.
>
>"Konflik agraria tak pernah terselesaikan dan bahkan cenderung massif karena 
>pemerintah enggan mengatasi tiga problem besar tersebut," 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke