http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/08/ArticleHtmls/Umar-Patek-Akui-Terlibat-Bom-Bali-I-08052012008003.shtml?Mode=0

Umar Patek Akui Terlibat Bom Bali I 
JAKARTA


Terdakwa perkara terorisme, Umar Patek, mengakui terlibat dalam sejumlah 
peledakan bom di Bali dan Jakarta. Ia menyatakan ikut meracik bahan peledak 
untuk aksi bom malam Natal di Jakarta pada 2000 dan Bom Bali I pada 2002. 
“Saya membantu Sawad meramu bahan peledak (untuk Bom Bali I), jumlahnya kurang 
dari 50 kilogram,“ katanya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat 
kemarin. Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Encep Yuliardi itu 
mengagendakan mendengarkan keterangan terdakwa.

Namun Patek mengecam aksi bom Natal dan Bom Bali I, yang dianggapnya melanggar 
aturan agama. Ia pun menyatakan penyesalan dan meminta maaf kepada para korban.

Patek menjelaskan, pada Oktober 2001 dia bersama istrinya pindah dari Pemalang, 
Jawa Tengah, ke Surakarta berkat tawaran Dulmatin. Pada September 2002, dalam 
pertemuan di rumah Dulmatin, Muklas menceritakan rencana membalas pembantaian 
umat Islam di Palestina dengan meledakkan bom di tempat orang-orang asing 
berkumpul di Bali. Patek sempat menolak karena Bali bukan Palestina, tapi 
akhirnya setuju atas bujukan Dulmatin.

Patek tiba di terminal Ubud, Bali, pada 2 Oktober 2002 sekitar pukul 09.00 
menumpang bus Safari Dharma Raya. Idris menjemput dia, lalu membawanya ke 
sebuah rumah di Jalan Pulau Menjangan, Denpasar. Imam Samudra memerintahkan 
Patek membantu Sawad meramu bahan peledak.
Beberapa hari kemudian, datang Abdul Goni, Ali Imron, Muklas, dan Dr Azahari 
Husin. Azahari sebagai perakit bom membawa kabel detonating chord, pipa 
paralon, serta sekitar lima filing cabinet warna abu-abu. Bom diledakkan di 
Kuta pada 12 Oktober 2002, menewaskan 202 orang.

Adapun bom Natal 2000 diklaim untuk membalas konflik di Ambon dan Poso. Patek 
mengaku tiba di Jakarta dengan janji diberi pekerjaan oleh Dulmatin, yang juga 
teman sekampungnya. Patek meramu bahan peledak pada 24 Desember 2000.
Dulmatin pergi membawa bahan bom tadi yang dibungkus wadah seukuran kotak tisu 
dan tas jinjing. Malamnya, Dulmatin menjemput Patek dengan mobil yang 
dikemudikan Edi Setiono. Ada seorang lagi, tapi Patek mengaku tak kenal. 
Setelah beraksi, Edi mengantarkan Patek ke Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, 
untuk pulang ke Pemalang.

Patek didakwa enam dakwaan, dari menyelundupkan senjata, terlibat pengeboman, 
sampai membuat paspor dengan identitas palsu. Ia didampingi pengacara Asludin 
Hatjani. Sidang dilanjutkan pada 27 Mei nanti dengan pembacaan tuntutan.

MARIA YUNIAR


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke