Kacau.

Saya mengomentari tulisan Sunny tentang usaha orang untuk menuntut keadilan 
terhadap kekejaman serdadu Belanda, dan pelajaran yang mestinya ditarik oleh 
orang Indonesia, eh dia ngertinya macam-macam..

Otak orang ini jelas sudah rusak berat.
 


--- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote:
>
> 
> kalimat pertama nya pasti pingin pamer ke Johni, habe dan pinpin...
> 
> uplik... uplik....  semua orang tuh tahu, kalau selama tahunan, cuma bisa 
> ngomong topik yg sama itu ke itu lagi, bisa di pastikan bahwa orang itu nggak 
> bersosialisasi, nggak punya duit, nggak jalan jalan, nggak happy, nggak sehat 
> jiwanya, dan bermacam macam " nggak" yg lain nya...
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Kemarin saya mengundang makan siang kenalan saya orang Belanda yang ikut 
> > giat mengadakan kampanye agar pemerintah Belanda mengakui kesalahannnya 
> > dalam peristiwa Rawa Gede itu..
> > 
> > Dia hadir di Rawa Gede ketika Duta Besar Belanda menyampaikan pemintaan 
> > maaaf kepada penduduk Indonesia. 
> > 
> > Saya jelaskan, bahwa orang Indonesia sekarang kudu menarik pelajaran dari 
> > apa yang dilakukannnya: menuntut pemerintah Indonesia untuk mengakui 
> > kesalahannnya dengan pembunuhan terhadap orang Indonesia yang dilakukan 
> > orang Indonesia terhadap orang Indonesia sendiri (termsuk, tentu saja 
> > pembunuhan terhadap orang Aceh, Papua dan pendukung Orde Lama) sejak tahun 
> > 1945 dan terhadap orang Timor Timur...
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > >       Ref: Berapa banyak korban 1965/1966, kasus Tg Priok, Aceh, Papua, 
> > > Mei 1988, Sulawesi Tengah, Maluku etc tuntut rezim NKRI? Dimana bukti 
> > > penguasa NKRI beragama kebenaran?
> > > 
> > > 
> > >             4 Janda Korban Westerling Tuntut Belanda  
> > >            
> > >             PINRANG
> > > 
> > >            
> > > 
> > >       
> > > http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/11/ArticleHtmls/4-Janda-Korban-Westerling-Tuntut-Belanda-11052012242010.shtml?Mode=0
> > >  
> > >                        
> > >                   "Sisanya masih dalam proses perlengkapan berkas."
> > > 
> > >                   Janda korban keganasan Raymond Pierre Paul Westerling 
> > > dalam peristiwa pembantaian 40 ribu jiwa menuntut permintaan maaf 
> > > Pemerintah Belanda. Selain itu, janda korban keganasan De Turk (panggilan 
> > > Westerling) tersebut menuntut kompensasi perang atau ganti rugi 
> > > finansial. 
> > >                   Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) Sula wesi 
> > > Selatan Sabrinah Ha san mengatakan sejauh ini enam orang janda sedang 
> > > dalam proses melengkapi pemberkasan untuk surat tuntutan kepada kerajaan 
> > > Belanda. “Sedangkan empat janda lainnya sudah meng ajukan tuntutan 
> > > kepada Kerajaan Belanda terkait kekejaman Westerling,” kata Sabrinah 
> > > saat dihubungi kemarin. 
> > > 
> > >                   Mereka yang sudah mengajukan tuntutan adalah Hudayah 
> > > (Parepare), Sitti Mappagili (Soppeng), Ceddung (Soppeng), dan Puang Naja 
> > > (Pinrang). “Sisanya dari janda korban 40 ribu jiwa, 
> > > 
> > >                   yang kebanyakan dari daerah Bulukumba, masih dalam 
> > > proses perlengkapan berkas.“ 
> > >                   Berkas yang akan diajukan, menurut Sabrinah, harus 
> > > betulbetul riil sesuai dengan data janda korban tersebut. “Ini terkait 
> > > harga diri bangsa sehingga kami berharap semua komponen masyarakat yang 
> > > ada di Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat) dapat bekerja sama dan 
> > > mendukung tuntutan ini.“
> > > 
> > >                   Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali 
> > > Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sebelumnya pernah menyatakan 
> > > dukungannya saat acara peringatan hari korban 40 ribu jiwa. Mereka telah 
> > > bertemu dengan para janda korban keganasan Westerling dan bersedia 
> > > membantu para janda itu dalam mengajukan tuntutan. “Hanya, bentuk 
> > > bantuannya belum diketahui dalam bentuk apa.“
> > > 
> > >                   Mengenai besaran kompensasi perang yang dituntut para 
> > > janda tersebut, menurut Sabrinah, belum diketahui secara pasti karena hal 
> > > itu adalah kewenangan pemerintah Belanda.
> > >                   Dia mengatakan Kementerian Luar Negeri Belanda telah 
> > > menerima surat tuntutan dari pengacara korban pembantaian Westerling, 
> > > Liesbeth Zegveld.
> > >                   “Namun mereka akan mempelajari surat tuntutan itu 
> > > terlebih dulu.“
> > > 
> > >                   Dalam peristiwa yang terjadi sekitar 1946-1947 ini, 
> > > seperti yang diungkap dalam sejarah, Westerling dan pasukannya membantai 
> > > 40 ribu orang. Namun, dari pengakuan pihak Belanda, jumlah korban saat 
> > > itu sekitar 3.000 orang. Sedangkan berdasarkan pengakuan Westerling 
> > > sebagai pelaku kekejaman peristiwa itu, jumlah korban sekitar 600 orang.
> > > 
> > >                   Pembantaian yang dikemas dalam operasi pembersihan ini 
> > > bertujuan menyingkirkan pejuang pro-kemerdekaan di daerah Sulawesi 
> > > Selatan. Namun yang menjadi korban justru adalah masyarakat awam. “Kini 
> > > saatnya pemerintah Belanda harus mengakui perbuatan tersebut,“ kata 
> > > Sabrinah.
> > > 
> > >                   SUARDI GATTANG 
> > >                  
> > >            
> > >      
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke