Saya coba dari pertanyaan terakhir dulu, tentang ketentraman politik yang dimaksud.
Kalau melihat isi Kabinet Indonesia Muda yang terdiri dari intelektual muda - baik anggota parpol maupun bukan - rasanya apa yang mereka nyatakan dalam manifestonya adalah gambaran sesungguhnya dari masalah politik Indonesia. Yakni, absennya fungsi oposisi yang berkualitas dalam kehidupan demokrasi kita. Soal orang percaya atau tidak pada pernyataan tersebut, itu soal lain. Yang pasti, kata "oposisi" saja masih kagok diucapkan dan didengar dalam sistem ketatanegaraan kita yang mengutamakan musyawarah, boro-boro lagi bicara kualitasnya. Seperti kita tau, "oposisi" dipraktekkan untuk pertamakali di Indonesia ketika PDIP secara terbuka menempatkan diri sebagai lawan pemerintahan SBY. Seketika itu juga panggung politik Indonesia heboh (lagi). Perdebatan memanas bukan tentang program pemerintah, melainkan soal predikat "partai oposisi". Di satu sisi, the all president's men merasa di atas angin karena desain bernegara kita memang tidak mengenal konsep oposisi, sebab fungsi pengawasan dan koreksi sudah dikonstruksi ke dalam DPR. Di sisi lain, tangkisan-tangkisan PDIP justru menelanjangi kubu Presiden SBY. Kelihatan sekali pemerintah & partai pendukungnya begitu kalap sehingga lupa akan amandemen UUD'45 yang al. mengganti sistem parlementer menjadi presidensial. Dengan sistem baru ini DPR tidak lagi menjadi lembaga yang menghantui pemerintah. Amandemen UUD'45 membenarkan presiden untuk melangkah tanpa panduan rakyat (DPR). Dalam atmosfir presidensial inilah PDIP berinisiatif untuk tetap menyelenggarakan fungsi kontrol dan koreksi terhadap pemerintah. Singkatnya, oposisi memang menyiratkan adanya pertentangan. Dan percekcokan politik di Indonesia selalu menyengsarakan rakyat. Percekcokan yang samasekali tidak bermutu. Seringkali hanya lantaran tidak meratanya pemahaman tentang dasar-dasar bernegara di kalangan politisi sendiri. Semua pihak merasa punya pemahaman yang benar tentang UUD'45 bahkan tentang Bangsa Indonesia. Namun ketika ia berkuasa toh tidak membawa bangsa ini mendekat ke arah cita-cita kemerdekaan. Padahal, untuk mencapai cita-cita itu bukan saja dibutuhkan usaha, tapi juga politik yang stabil dan lancar. Tenteram. Berkat percekcokan politik itulah, bangsa ini mengalami disorientasi. Jangankan mencapai cita-cita, di mana arahnya pun kita sudah tidak tahu lagi. Yang kita tahu cuma berkeringat, berkeringat, dan berkeringat, dengan goal: membayar utang! Mengenai KIM, terus terang saat mendengarnya pertamakali saya menebak ini sekedar sindiran orang-orang muda terhadap kelambanan SBY membentuk kabinetnya. Setelah menyimak beberapa "menteri" KIM bicara di televisi, terbersit juga harapan seperti inilah mestinya pemerintahan Negara Indonesia. Berisi sederet pelaksana kebijakan yang bicara masalah kemasyarakatan bukan dari sudut pandang pribadi, melainkan berdasarkan "ideologi" yang sama yaitu: kebudayaan sebagai panglima.. (maaf kepada KIM kalau terlalu cepat disimpulkan). Kenapa cuma menentramkan politik? Karena selama pemahaman bernegara dan berbangsa di kalangan politisi masih bersifat interpretasi pribadi (demi HAM???) maka selama itu juga bangsa ini berkutat dalam pertarungan antara demagog dan progresif. Jika pertarungan ini menggawat pada 2014, maka menilik pernyataan-pernyataan anggota KIM, mestinya mereka punya tanggungjawab moral untuk mengeluarkan bangsa ini dari tarung interpretasi segelintir elite. Bahwa nantinya mereka masuk dalam kabinet sungguhan, sebaiknya itu karena akibat dan bukan sebagai tujuan. Hanya saja belakangan ini saya kurang melihat kiprah kabinet yang dipresideni Budiman Sudjatmiko tsb. Kalau masih eksis ya syukur. Kalau lagi pada sibuk mencari sesuap nasi, semoga masih ingat niat membentuk kabinet bayangan ini. Ps. seingat saya, Mensesneg KIM ikut juga di milis ini --- "arif.harsana@..." <arif.harsana@...> wrote: > Kutipan : > > << Sekarang ada Kabinet Indonesia Muda (KIM), dan kita > berharap intelektual muda di sana bukan sekedar memainkan > parodi dari kabinet yang resmi, tapi betul-betul > mencurahkan tenaga & pikirannya untuk menentramkan politik > Indonesia yang terus bergejolak di bawah permukaan, tanpa > berpikir 2014 harus menjadi kabinet sungguhan >> > > Kalau bisa, tolong kasih pencerahan ttg. KIM itu seperti apa > dan kenapa fungsinya cuma menentramkan politik ? > Ketenteraman politik spt. apa yang dimaksud itu ? > > Trimakasih sebelumnya, > Arif H. > > ----------------------- Von: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > Sebaiknya siapkan presidium atau semacam itu untuk > > mengantisipasi kalau-kalau Pemilu 2014 gagal. > > > > Selama ini kita terus membohongi diri seolah politik > > Indonesia berjalan lancar. Padahal, jatuhnya bangsa ini > > ke titik nadir adalah akibat gejolak politik yang > > berkepanjangan semenjak Soeharto Lengser. > > > > Empat Sekawan "Deklarasi Ciganjur" yang diharapkan > > bertindak semacam dewan presidium malah terseret arus > > seolah politik Indonesia dalam keadaan normal kendati, > > lucunya, sambil mengobrak-abrik dasar negara! > > > > Nggak heran perjalanan bangsa ini simpang-siur karena > > dasar-dasar bernegaranya dibuat berantakan. > > > > Sekarang ada Kabinet Indonesia Muda (KIM), dan kita > > berharap intelektual muda di sana bukan sekedar memainkan > > parodi dari kabinet yang resmi, tapi betul-betul > > mencurahkan tenaga & pikirannya untuk menentramkan politik > > Indonesia yang terus bergejolak di bawah permukaan, tanpa > > berpikir 2014 harus menjadi kabinet sungguhan. > > > > --- From: > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
