hidup susah di negri orang aja mau sok ngasih petuah lu. lu sendiri udah nyumbang brapa ratus juta buat bikin surau di kampung lu itu?
--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > Saya anggap orang yang bersedia membayar harga tiket begitu mahal saat orang > Indonesia begitu banyak yang masih kurang gizi dan kelaparan sebagai > perbuatan najis yang nista lagi menjijikkan. > > Tapi adalah juga omongan najis yanag menjijikkan untuk melarang pertunjukan > Lady Gaga di zaman global vilage ini dengan alasan gayanya yang bertentangan > dengan budaya Indonesia atau budaya Timur. > > Yang kudu dilakukan di Indonesia adalah meningkatkan keperdulian semua orang > terhadap kesenjangan sosial dan penderitaan orang yang terrtindas hingga > orang yang berduit lebih senang menyumbangkan uangnya untuk membantu orang > yang berkekurangan dari pada berebut menonton Lady Gaga.. > > > --- In [email protected], holy uncle <holyuncle@> wrote: > > > > TAJUK, Kontroversi Lady Gaga > > > > Friday, 18 May 2012 > > > > Lady Gaga tengah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Ini terkait > > dengan penolakan Polda Metro Jaya atas rencana konser perempuan bernama > > asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu di Stadion Utama Gelora Bung > > Karno (SUGB) Senayan, Jakarta, 3 Juni nanti. > > > > > > Persoalan yang diperdebatkan adalah mengapa polisi bersikukuh menolak > > konser yang disebut akan menjadi terbesar di Asia tersebut? Kapolda Metro > > Jaya Irjen Pol Untung S Rajab secara spesifik membeberkan bahwa alasan > > penolakan konser bertajuk The Born This Way Ball ini didasarkan pada > > pertimbangan keamanan dan pertentangan dengan budaya Indonesia karena sang > > penyanyi kerap mempertontonkan erotisme. > > > > Dengan alasan inilah dia secara tegas mengancam akan membubarkan konser > > jika promotor tetap nekat menggelarnya. Benarkah konser Lady Gaga > > sedemikian gawatnya sehingga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan atau > > bahkan kerusuhan? Atau benarkah Lady Gaga sedemikian tidak bermoralnya > > sehingga dianggap bertentangan dengan budaya Indonesia? Inilah yang belum > > sepenuhnya dipahami bukan hanya oleh 44.000 calon penonton yang sudah > > memesan tiket,tapi juga oleh masyarakat umum. > > > > Polisi tidak menyebut analisis persoalan potensial yang memaksa polisi > > mengambil sikap supertegas di luar kebiasaan. Berdasar kelaziman > > konser,kerusuhan biasanya dipicu penonton anarkistis yang memaksa masuk > > karena tidak punya tiket atau kehabisan tiket.Kondisi semacam ini biasanya > > terjadi pada konser yang mengundang massa besar. Tapi apakah konser Lady > > Gaga yang mematok harga tiket mahal akan menjadi seperti yang > > dikhawatirkan, kiranya sangat berlebihan. > > > > Apalagi dengan latar belakang penonton yang lebih terdidik, walaupun mereka > > tampil dengan pakaian serbaaneh,perilaku mereka pasti lebih mudah diatur > > dan tidak beringas.Toh polisi sebelumnya terbukti mampu mengamankan > > pertandingan bola atau kegiatan partai politik di tempat sama dengan skala > > jauh lebih besar. > > > > Satu-satunya alasan keamanan potensial yang bisa dipahami hanyalah terkait > > penolakan sejumlah ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa > > fraksi di DPR.Ketua FPIHabib Rizieq Syihab bahkan sudah mengancam akan > > membubarkan konser karena menganggap Lady Gaga adalah penyembah iblis yang > > akan mengikat kerajaan iblis di seluruh dunia. Tuduhan yang disampaikan > > pimpinan FPI itu barangkali berpangkal pada gaya penampilan sang diva yang > > nyelenehseperti menggunakan gaun daging mentah, kerudung merah, rambut > > singa,dan keanehan lainnya. > > > > Tapi belum tentu gaya aneh tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan > > kesehariannya atau sekadar saat berada di atas panggung seperti halnya > > ditunjukkan personel band Kuburan di Indonesia. > > Ataupunjikayangdipersoalkanadalahsisipenampilanerotismenya, di Indonesia > > banyak penyanyi dangdut yang biasa pentas di daerah dan di ruang terbuka > > penampilannya jauh lebih erotis dan mengundang syahwat.Atau mungkin juga > > yang dipersoalkan adalah sisi lirik yang bertentangan dengan nilai agama. > > > > Tapi,beberapa lirik lagu musisi cadas dunia yang pernah tampil di Tanah Air > > punya isi yang jauh lebih parah.Lantas mengapa hanya Lady Gaga yang > > dicekal? Seharusnya, polisi tidak tunduk pada kemauan satu atau dua > > kelompok. Jika kemudian ada risiko keamanan, sudah menjadi kewajiban polisi > > untuk mengamankannya. Ataupun jika polisi berniat mengantisipasi,mestinya > > pelarangan sudah jauh disampaikan sebelum tiket dijual sehingga tidak > > merugikan siapa pun. Seharusnya, polisi tidak bersikap kaku dan mau > > mendengar aspirasi kalangan masyarakat lain. > > > > Dengan demikian, pilihan sikap yang diambil bukanlah serta-merta mengancam > > membubarkan konser Lady Gaga, tetapi memberi batasan. Misalnya melarang > > Lady Gaga tampil erotis dan menyanyikan lagu kontroversial. Merespons > > tingginya antusiasme fansnya, Lady Gaga pasti tidak akan berkeberatan.ï > > > > > > http://www.seputar-indonesia.com/edisic ... ew/495766/Â > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
