Saya nggak menyalahkan Lady Gaga, yang mendukung perjuangan homoseksual 
misalnya. Saya juga tidak akan menyalahkan gayanya yang adalah haknya punya 
gaya sebagai seniman.

Tapi saya salahkan orang Indonesia yang bersedia memakai duitnya untuk beli 
tiket yang begitu mahal buat menonton pertunjukkan Lady Gaga, saat orang 
Indonesia yang kurang gizi masih begitu banyak, saat jaminan kesehatan masih 
begitu acak-acakan.

Sama ketika saya menyalahkan orang yang ribut-ribut tentang pertandingan sepak 
antara kesebelasan yang bukan kesebelasan negerinya sendiri atau bicara tentang 
Olympiade Musim dingin atau bicara tentang harga taxi yang paling mahal 
didunia..

Prioritas di Indonesia menurut hemat saya adalah untuk ikut berusaha 
menghilangkan kesenjangan sosial yang begitu menyolok dan meningkatkan jaminan 
kesehatan penduduknya.

Contoh baik telah diberikan oleh berbagai negara Eropa, seperti negara-negara 
Skandinavia, negeri Belanda, Swiss dll.

Selanjutnya saya juga tahu bahwa ada orang-orang yang termasuk "kelas menengah" 
yang berusaha untuk menolong orang kesusahan, karena banyak diantara mereka 
juga berasal dari keluarga yang dulunya tidak berada.


--- In [email protected], "ttbnice" <rparapat@...> wrote:
>
> Susahnya bung Jusfik, di Indonesia itu ada 2 macam orang kaya. Yang kaya 
> karena memang bekerja keras dan yang kaya karena korupsi atau uang haram. 
> Banyakan mana? susah ngitungnya, karena yg kaya nya haram ga mungkin lapor.
> 
> Karena duitnya haram, makanya ga mungkin bayar pajak buat uang haram nya. 
> Jadi udah kaya, potongan pajaknya pun kecil. KArena doyan duit haram, 
> profilnya udah ketebak bukan orang yang suka bagi2 duit buat orang miskin, 
> tapi lebih suka foya2.
> 
> Kalo yg jenis begini jumlahnya banyak, ya udah tau dong kenapa orang2 
> Indonesia susah sejahtera.
> 
> Orang miskin Indonesia hanya bisa mengharap dari kelas menengah. Karena saya 
> lihat, kelas menengah walaupun ga kaya2 amat tapi mereka lebih sering 
> menyisihkan duit buat orang lain. Sayangnya, ngga kayak Belanda, kelas 
> menengah Indonesia jumlahnya masih dikit dan jumlah sumbangannya pun masih 
> pas2an. GA nendang banget buat ormis indonesia yg jumlahnya masih buanyak.
> 
> Soal Lady Gaga, jangan salah. Ini orang termasuk artis yg doyan charity. Jadi 
> orang bayar mahal masih ada manfaatnya. 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Saya anggap orang yang bersedia membayar harga tiket begitu mahal saat 
> > orang Indonesia begitu banyak yang masih kurang gizi dan kelaparan sebagai 
> > perbuatan najis yang nista lagi menjijikkan.
> > 
> > Tapi adalah juga omongan najis yanag menjijikkan untuk melarang pertunjukan 
> > Lady Gaga di zaman global vilage ini dengan alasan gayanya yang 
> > bertentangan dengan budaya Indonesia atau budaya Timur.
> > 
> > Yang kudu dilakukan di Indonesia adalah meningkatkan keperdulian semua 
> > orang terhadap kesenjangan sosial dan penderitaan orang yang terrtindas 
> > hingga orang yang berduit lebih senang menyumbangkan uangnya untuk membantu 
> > orang yang berkekurangan dari pada berebut menonton Lady Gaga..
> > 
> > 
> > --- In [email protected], holy uncle <holyuncle@> wrote:
> > >
> > > TAJUK, Kontroversi Lady Gaga 
> > > 
> > > Friday, 18 May 2012 
> > > 
> > > Lady Gaga tengah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Ini terkait 
> > > dengan penolakan Polda Metro Jaya atas rencana konser perempuan bernama 
> > > asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu di Stadion Utama Gelora Bung 
> > > Karno (SUGB) Senayan, Jakarta, 3 Juni nanti.
> > > 
> > > 
> > > Persoalan yang diperdebatkan adalah mengapa polisi bersikukuh menolak 
> > > konser yang disebut akan menjadi terbesar di Asia tersebut? Kapolda Metro 
> > > Jaya Irjen Pol Untung S Rajab secara spesifik membeberkan bahwa alasan 
> > > penolakan konser bertajuk The Born This Way Ball ini didasarkan pada 
> > > pertimbangan keamanan dan pertentangan dengan budaya Indonesia karena 
> > > sang penyanyi kerap mempertontonkan erotisme. 
> > > 
> > > Dengan alasan inilah dia secara tegas mengancam akan membubarkan konser 
> > > jika promotor tetap nekat menggelarnya. Benarkah konser Lady Gaga 
> > > sedemikian gawatnya sehingga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan 
> > > atau bahkan kerusuhan? Atau benarkah Lady Gaga sedemikian tidak 
> > > bermoralnya sehingga dianggap bertentangan dengan budaya Indonesia? 
> > > Inilah yang belum sepenuhnya dipahami bukan hanya oleh 44.000 calon 
> > > penonton yang sudah memesan tiket,tapi juga oleh masyarakat umum. 
> > > 
> > > Polisi tidak menyebut analisis persoalan potensial yang memaksa polisi 
> > > mengambil sikap supertegas di luar kebiasaan. Berdasar kelaziman 
> > > konser,kerusuhan biasanya dipicu penonton anarkistis yang memaksa masuk 
> > > karena tidak punya tiket atau kehabisan tiket.Kondisi semacam ini 
> > > biasanya terjadi pada konser yang mengundang massa besar. Tapi apakah 
> > > konser Lady Gaga yang mematok harga tiket mahal akan menjadi seperti yang 
> > > dikhawatirkan, kiranya sangat berlebihan. 
> > > 
> > > Apalagi dengan latar belakang penonton yang lebih terdidik, walaupun 
> > > mereka tampil dengan pakaian serbaaneh,perilaku mereka pasti lebih mudah 
> > > diatur dan tidak beringas.Toh polisi sebelumnya terbukti mampu 
> > > mengamankan pertandingan bola atau kegiatan partai politik di tempat sama 
> > > dengan skala jauh lebih besar. 
> > > 
> > > Satu-satunya alasan keamanan potensial yang bisa dipahami hanyalah 
> > > terkait penolakan sejumlah ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) dan 
> > > beberapa fraksi di DPR.Ketua FPIHabib Rizieq Syihab bahkan sudah 
> > > mengancam akan membubarkan konser karena menganggap Lady Gaga adalah 
> > > penyembah iblis yang akan mengikat kerajaan iblis di seluruh dunia. 
> > > Tuduhan yang disampaikan pimpinan FPI itu barangkali berpangkal pada gaya 
> > > penampilan sang diva yang nyelenehseperti menggunakan gaun daging mentah, 
> > > kerudung merah, rambut singa,dan keanehan lainnya.
> > > 
> > > Tapi belum tentu gaya aneh tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan 
> > > kesehariannya atau sekadar saat berada di atas panggung seperti halnya 
> > > ditunjukkan personel band Kuburan di Indonesia. 
> > > Ataupunjikayangdipersoalkanadalahsisipenampilanerotismenya, di Indonesia 
> > > banyak penyanyi dangdut yang biasa pentas di daerah dan di ruang terbuka 
> > > penampilannya jauh lebih erotis dan mengundang syahwat.Atau mungkin juga 
> > > yang dipersoalkan adalah sisi lirik yang bertentangan dengan nilai agama.
> > > 
> > > Tapi,beberapa lirik lagu musisi cadas dunia yang pernah tampil di Tanah 
> > > Air punya isi yang jauh lebih parah.Lantas mengapa hanya Lady Gaga yang 
> > > dicekal? Seharusnya, polisi tidak tunduk pada kemauan satu atau dua 
> > > kelompok. Jika kemudian ada risiko keamanan, sudah menjadi kewajiban 
> > > polisi untuk mengamankannya. Ataupun jika polisi berniat 
> > > mengantisipasi,mestinya pelarangan sudah jauh disampaikan sebelum tiket 
> > > dijual sehingga tidak merugikan siapa pun. Seharusnya, polisi tidak 
> > > bersikap kaku dan mau mendengar aspirasi kalangan masyarakat lain.
> > > 
> > > Dengan demikian, pilihan sikap yang diambil bukanlah serta-merta 
> > > mengancam membubarkan konser Lady Gaga, tetapi memberi batasan. Misalnya 
> > > melarang Lady Gaga tampil erotis dan menyanyikan lagu kontroversial. 
> > > Merespons tingginya antusiasme fansnya, Lady Gaga pasti tidak akan 
> > > berkeberatan.
> > > 
> > > 
> > > http://www.seputar-indonesia.com/edisic ... ew/495766/ 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke