Moderator dan rekan,

Mohon ijin menginfokan kursus. Semoga berkenan. Terimakasih.

  

























































Kursus Jurnalisme Sastrawi

Angkatan XX

Jakarta, 2 – 14 Juli 2012

    
  























































Hari ini hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news
 dari suratkabar. Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, sms, 
telepon atau internet. Tantangan baru muncul: bagaimana cara menulis 
panjang? Bukankah relevansi suratkabar makin terletak pada kemampuannya 
menyajikan analisis?

Inilah pentingnya The New Journalism.
 Ia mengawinkan disiplin paling keras dalam jurnalisme dengan daya pikat
 sastra. Ibarat novel tapi faktual. Gerakan ini dimunculkan Tom Wolfe 
pada 1973 di New York.

Genre ini kemudian
 dikenal dengan nama literary  journalism atau narrative reporting. 
 Suratkabar-suratkabar Amerika banyak memakai elemennya ketika kecepatan
 televisi dan dotcom memaksa mereka tampil dengan laporan-laporan yang 
analitis dan mendalam. Suratkabar tak mungkin bersaing cepat dengan 
televisi.

Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media
 tahun 2001. Peserta maksimal 16 orang. Jumlah ini dianggap optimal 
untuk sebuah metode pelatihan. Setiap sesi 90-menit diformat serius 
namun santai. Peserta bisa berdiskusi langsung. Total, Pantau sudah 
mengadakan 18 kali kursus ini. Peserta datang dari berbagai kota, dari Banda 
Aceh hingga Jayapura, dari Pontianak hingga Kucing,
 dari Ende hingga Kupang. Alumninya, terus bermunculan. Ada yang menulis
 buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang sekolah lanjut.


INSTRUKTUR
Janet Steele -- Profesor dari George Washington University, spesialisasi 
sejarah media, mengajar mata kuliah narrative journalism. Menulis buku The
 Sun Shines for All: Journalism and Ideology in the Life of Charles A. 
Dana dan Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s 
Indonesia, yang ahlibahahaskan oleh Arif Zulkifli dan diterbitkan oleh PT Dian 
Rakyat tahun 2007. Juga menulis tentang jurnalisme di Timor Leste dan Malaysia.

Andreas
 Harsono -- Wartawan
 feature service Pantau,
 anggota International Consortium of Investigative Journalists, 
mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas Harvard. Menyunting buku 
Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Kini 
menyelesaikan
 buku From Sabang to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, 
membahas hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di 
Indonesia dan Timor Lorosae.

 
PESERTA
Peserta
 adalah wartawan, atau orang yang biasa menulis untuk media maupun blog.
 Calon peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar 
pengampu mengetahui tulisan peserta lebih
 awal.

 
BIAYA
Biaya
 Rp 3 juta. Biaya tersebut sudah termasuk buku dan materi kursus sekitar
 200 halaman, sertifikat, coffe break dan makan siang.

 

Informasi hubungi:

P a n t a u
Jl. Raya Kebayoran Lama
No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055
[email protected]
0813 82 460 455 
www.pantau.or.id

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke