http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/21/ArticleHtmls/Mengapa-Gerhana-Bisa-Membutakan-21052012013015.shtml?Mode=0#


      Mengapa Gerhana Bisa Membutakan?  


                       
                  Penduduk di Amerika Serikat sebelah barat, Pasifik, dan 
sebagian kawasan Asia memperoleh kesempatan untuk menyaksikan gerhana matahari 
parsial pada Ahad waktu setempat. Peringatan untuk tidak melihat gerhana secara 
langsung karena dapat membuat mata buta mungkin terlalu berlebihan, tapi cahaya 
gerhana memang dapat merusak mata. 
                  Kondisi itu dinamai dengan solar retinopathy, yang terjadi 
ketika cahaya yang amat terang dari matahari membanjiri retina di belakang bola 
mata. Retina adalah rumah sel-sel fotoreseptor yang membuat kita bisa melihat.

                  Ketika mereka menerima stimulasi cahaya matahari secara 
berlebihan, retina akan melepas luapan zat kimia komunikasi yang dapat merusak 
retina. Kerusakan ini kerap tidak menyakitkan sehingga orang tidak menyadari 
apa yang mereka lakukan terhadap penglihatannya.

                  Solar retinopathy terjadi karena memandang matahari secara 
langsung. Ada beberapa orang yang dapat melakukannya cukup lama tanpa mengalami 
sakit, tapi hal itu hanya terjadi sesekali. Jurnal medis mencatat, orang yang 
dalam pengaruh obat dan memandang matahari terlalu lama dapat menyebabkan 
kerusakan serius pada matanya. Sekte pemuja matahari juga menjadi korban. Pada 
1988, misalnya, ophthalmologist Italia merawat 66 orang yang menderita solar 
retinopathy setelah melakukan ritual memandang matahari.

                  Namun, pada saat gerhana matahari, lebih banyak orang yang 
berisiko terkena penyakit ini.
                  Ketika matahari setengah tertutup bayangan bulan, bintang itu 
cukup redup untuk dilihat secara langsung dan refleks pelindung, seperti 
mengedip dan kontraksi pupil mata, kemungkinan tidak bekerja sekeras pada hari 
biasa.

                  Penelitian pada 1999, setelah fenomena gerhana matahari di 
Eropa, 45 pasien solar retinopathy datang ke klinik di Leicester, Inggris, 
setelah melihat gerhana. Lima di antaranya mengalami perubahan pada retinanya 
dan 40 orang mengalami gejala retinopathy.

                  Dari kelompok yang mengalami gejala gangguan itu, 20 pasien 
melaporkan nyeri pada mata, 20 lainnya mengalami masalah penglihatan. Tujuh 
bulan kemudian, 12 orang yang mengalami masalah penglihatan dapat melihat 
secara normal meski masih melihat bayangan berbentuk sabit dalam cahaya redup.

                  “Studi kami menunjukkan, mayoritas pasien retinopathy gerhana 
tidak mengalami buta total,“ kata peneliti dalam jurnal The Lancet pada 2001.

                  LIVESCIENCE 
                 
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke