REF: Kalau suara Tuhan adalah suara rakyat (vox Dei vox populi) maka hidup 
matinya sesuatu rezim tergantung pada rakyat. Pepatah Melayu kuno juga 
mengatakan : raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. Jadi apakah 
menurut Anda rezim SBY dan konco-konconya dicintai (disembah) rakyat?

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/05/22/m4f2be-hidupmatinya-sebuah-rezim


Hidup-Matinya Sebuah Rezim
Selasa, 22 Mei 2012, 15:59 WIB

Kelahiran dan kematian tak hanya dialami oleh perorangan, tetapi juga oleh 
sebuah rezim, umat, bangsa, atau komunitas masyarakat lainnya. 

Allah SWT berfirman, “... setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila 
telah datang ajal, mereka tak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak (pula) 
mendahulukan (nya).” (QS Yunus [10]: 49).

Panjang pendeknya umur suatu rezim, menurut Ibnu Khaldun, bergantung pada empat 
generasi; generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan 
generasi penghancur. Siklus sebuah rezim banyak ditentukan oleh generasi 
penikmat.

Jika generasi ini mampu memelihara sendi-sendi ideal rezimnya, rezim tersebut 
akan mampu bertahan dan berumur panjang. Sebaliknya, jika sendi-sendi itu tidak 
lagi diindahkan, lahirlah generasi penghancur yang akan mengakhiri kejayaan 
rezim tersebut.

Panjang pendeknya umur sebuah rezim ditentukan seberapa besar rezim tersebut 
mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah SWT. “Sesungguhnya, jika kalian 
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian. Dan, jika kalian 
mengingkarinya, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).

Rezim yang tidak pandai bersyukur ialah mereka yang mengingkari karunia yang 
telah Allah anugerahkan kepada mereka. Rezim seperti itu dalam Alquran diancam 
dengan tegas, “... dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya azab-Ku sangat 
pedih.” (QS Ibrahim: 7).

Rezim yang kufur nikmat banyak dicontohkan kisah-kisah umat terdahulu yang 
tercantum dalam kitab suci Alquran. Rezim yang hancur karena kufur itu antara 
lain hancurnya umat Nabi Luth karena gempa bumi, umat Nabi Nuh yang punah 
dengan banjir tsunami, umat Nabi Saleh dengan penularan virus binatang kepada 
manusia, dan penderitaan sejumlah kaum durhaka karena paceklik dan kekeringan 
yang berkepanjangan.

Azab Tuhan juga bisa muncul dalam bentuk merebaknya rasa takut dan cemas karena 
tumbuh suburnya tingkat kriminalitas, penyebaran wabah penyakit menular, atau 
peperangan antar kaum yang mengorbankan orang-orang yang tak berdosa.

Kufur nikmat bisa pula muncul dari pemimpin rezim atau rakyat. Jika pemimpin 
tidak lagi mengindahkan hak dan kewajibannya terhadap rakyat, pemerintahan akan 
dijalankan secara zalim dan otoriter; sementara rakyat tidak henti-hentinya 
mengintip kesalahan pemimpin, lalu mendramatisirnya sedemikian rupa sehingga 
terjadi chaos dan anarkisme. Ini semua adalah contoh kufur nikmat.

Semua pihak harus mengintrospeksi diri, apa sesungguhnya yang dicari dalam 
kehidupan ini. Masyarakat tidak mungkin memaksa pemimpinnya menjadi malaikat 
tanpa kekhilafan. Sebaliknya, pemimpin juga tidak bisa mengharapkan ‘bangsa 
Tuhan’ yang berpenduduk laiknya malaikat. Ingat firman Allah, “... tidak ada 
sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan.” (QS Yunus: 32).





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke