Ref: Menangis benar ataukah hanya sendiwara agar supaya kalau dibuktikan 
bersalah maka hukumnya diringankan?
-----
Harian Komentar
22 Mei 2012.


      Minta maaf ke umat Kristen di Indonesia 
      Bom Enam Gereja, Umar Patek Menangis
     


Jakarta, KOMENTAR
Air mata tampak menetes di wajahnya yang sangar. Sambil terisak, terdakwa kasus 
tindak pidana terorisme, Umar Patek meminta maaf pada seluruh umat Kristiani di 
Indonesia atas pemboman enam gereja yang dila-kukannya pada malam Natal tahun 
2000 silam. 


“Saya meminta maaf, khu-susnya terhadap umat Kristiani terutama yang di 
Jakarta. Saya menyesal atas perbuatan saya,” kata Patek dengan mata 
berkaca-kaca. Hal ini diungkapkannya usai menjalani sidang tuntutan di 
Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (21/05) kemarin.


Patek juga kembali meminta maaf pada seluruh korban dan keluarga korban 
peristiwa Bom Bali I. Baik korban warga negara Indonesia dan warga negara asing 
dan terhadap dunia inter-nasional. “Saya minta maaf ke-pada keluarga korban 
baik korban jiwa maupun korban lu-ka, secara fisik maupun materi,” kata Umar. 
Ia mengaku sejak awal sempat menolak rencana bom Bali dan bom malam Natal. 
Namun, pe-nolakannya selalu dipatahkan Dulmatin yang lebih dianggapnya senior. 
“Saya dan istri juga me-minta maaf pada pemerintah karena membuat surat paspor 
dengan cara-cara yang tidak benar,” tuturnya.


Usai mengungkapkan permin-taan maafnya, Patek pun digiring petugas meninggalkan 
ruang sidang. 
Dalam sidang itu, Patek di-tuntut penjara seumur hidup oleh jaksa penuntut umum 
di Pengadilan Negara Jakarta Barat. Hal yang memberatkannya adalah 
keterlibatannya dalam peristiwa bom Bali I dan Bom malam Natal tahun 2000. Pada 
Bom Bali I, ia berperan sebagai peracik bom. Peristiwa ini mengakibatkan 
tewasnya 192 orang. Bom tersebut meledak di tiga lokasi yakni di sebelah 
se-latan kantor Konsulat Amerika Serikat, Denpasar di dalam Paddy’’s Pub, dan 
di depan Sari Club, Denpasar, pada tanggal 12 Oktober 2002.


Sementara pada bom malam Natal, ia terlibat dalam peledakan bom di enam gereja 
di Jakarta, yakni Gereja Katedral Jakarta, Gereja Kanisius, Gereja Oiku-mene, 
Gereja Santo Yosep, Gereja Koinonia, dan Gereja Anglikan. “Banyak korban jiwa 
yang berjatuhan. Itu sebenarnya tidak terkait dengan kejadian yang ada di 
Palestina,” ujar Umar Patek.
Ia mengatakan bom Natal dan bom Bali I tidak sesuai visi dan misi jihad. “Jadi 
menurut saya, itu sebuah kegagalan,” kata Umar Patek.


“Meskipun ada korban jiwa dan target yang diledakkan?” tanya kuasa hukum Umar 
Patek, Asludin Hanjani. “Iya. Karena banyak warga sipil yang berja-tuhan, ada 
umat Kristiani yang terkena, warga negara Indonesia dan warga negara asing,” 
jawab Umar Patek. Dalam kesempatan itu, Umar Patek juga menyampai-kan ucapan 
terima kasih. “Saya berterima kasih kepada peme-rintah daerah Bali dan 
Indonesia, juga kepada Menlu Marty Natalegawa dan Kapolri Timur Pradopo yang 
bisa membawa saya dan istri saya kembali ke Indonesia dan diadili di sini,” 
papar Umar Patek.(kc/dtc/sbr)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke