http://www.shnews.co/detile-2175-reformasi-kacau-balau.html

Reformasi Kacau Balau 
Masduri* | Rabu, 23 Mei 2012 - 14:45:21 WIB



(dok/ist)Reformasi sejatinye memperbaiki malah membuat kacau negara Indonesia. 
Sudah 14 tahun bangsa Indonesia melakukan reformasi, tepatnya sejak 21 Mei 
1998. Lengsernya Soeharto menandai era baru ini, sebuah era yang membuka 
sekat-sekat kebebasan, sehingga masyarakat dapat menyuarakan pendapat dan 
berekspresi secara bebas tanpa intervensi dari siapa pun. 

Era itu biasa kita sebut Era Reformasi, era yang menjadikan aspiriasi 
masyarakat sebagai tumpuan setiap pembangunan bangsa dan negara. Era Reformasi 
diperakarsai oleh mahasiswa, sebagai penggerak perubahan dalam mewujudkan 
Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana diamanatkan dalam 
pembukaan UUD 1945. 

Keberhasilan mahasiswa melengserkan Soeharto dari jabatannya sebagai presiden 
tentu sangat kita apresiasi sekali sebab sebelumnya sangat sulit sekali 
pemberontakan terhadap rezim yang berkuasa dilakukan. Paling-paling jika 
terjadi pemberontakan orangnya langsung hilang atau bahkan tidak segan-segan 
dilenyapkan nyawanya. 

Rezim Soeharto sangat represif dan otoriter, kekuatan militer menjadi senjata 
ampuh dalam mempertahankan kekuasaan yang dipimpinnya. Maka ketika mahasiswa 
mampu menggalang kekuatan yang besar dan menumbangkan rezim Soeharto, tepuk 
tangan bersorak-sorai di mana-mana. Tanda kemajuan bagi bangsa Indonesia sudah 
terbuka. Tinggal bagaimana kita mengolah kebebasan ini melanjutkan perjuangan 
yang dilakukan para mahasiswa 1998. 

Nyatanya, sampai saat ini reformasi yang kita lakukan tidak membuahkan hasil 
maksimal. Bahkan yang lebih sering terjadi kekacauan yang semakin parah. 
Korupsi semakin marak, kekerasan dari beragam mudusnya mudah terjadi, 
kemiskinan semakin parah, hukum diperjualbelikan, dan kebebasan pers semakin 
memperkeruh persoalan. 

Harapan-harapan yang semula begitu besar semakin redup melihat kenyataannya 
kehadiran Era Reformasi membuat negara kacau balau. Kebebasan yang terjadi 
melampaui etika kepatutan yang tertuang dalam Pancasila dan UUD1945. Bahkan 
tidak jarang kebebasan yang ada banyak dikebiri oleh kepentingan elite politik, 
sehingga kehadiran Era Reformasi hanya memunculkan politikus-politikus busuk 
yang tak bertanggung jawab. 

Mestinya kebebasan yang kita miliki semakin menanusiakan manusia, dengan 
terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Karena tidak lain, perjuangan yang 
dilakukan mahasiswa tahun 1998 hanya untuk terciptanya kesejahteraan bangsa 
Indonesia. Bukan untuk membebaskan para elite korup mengeruk kekayaan negara 
sebesar-besarnya, sehingga nasib rakyat kecil semakin terpuruk. Sangat 
disayangkan, jika perjuangan mahasiswa yang melelahkan, bahkan mengorbankan 
nyawa hanya menghasilkan kesia-siaan, bahkan lebih banyak dinikmati para 
koruptor. Perjuangan mahasiswa tahun 1998 merupakan pengorbanan besar yang tak 
ternilai. Hanya saja pengorbanan tersebut sering disalahgunakan oleh anak-anak 
bangsa, termasuk mahasiswa sendiri saat ini. 

Mahasiswa sebagai penerus reformasi 1998 mestinya tidak apatis dengan realitas 
kebangsaan yang kita hadapi saat ini. Sekarang mahasiswa banyak terjebak pada 
gaya hedonisme dan materialisme, paling-paling jika melakukan gerakan banyak 
yang dibayang-bayangi elite politik. Sangat sulit menemukan gerakan-gerakan 
mahasiswa yang murni untuk kepetingan bangsa Indonesia. 

Yang sangat kita risaukan, gerakan-gerakan mahasiswa banyak yang anarkistis, 
tidak jarang pula dengan sesama mahasiswa yang berbeda organisasi ekstra sering 
terlibat bentrok, lantaran egoisme yang besar tanpa didasari semangat 
nasionalisme dan persatuan seperti ditegaskan dalam Sumpah Pemuda. 

Lebih tepatnya lagi, semangat pergerakan reformasi mahasiswa terputus di tahun 
1998. Perjuangan mahasiswa setelahnya tidak jelas arah perjuangannya, 
pergerakan yang dilakukan sering memunculkan persoalan baru, seperti anarkisme, 
kemacetan, kerusakan fasilitas negara dan beragam bentuk dampak buruk lainnya 
yang mestinya tidak dilakukan oleh seorang mahasiswa yang menyandang gelar 
agent of change, agent of control, iron stock dan avant garde. 

Kebanggaan julukan ini mestinya semakin memantapkan mahasiswa dalam menjalankan 
arah pergerakannya sehingga perjuangan yang dilakukan membuahkan hasil yang 
maksimal. Tidak seperti yang terjadi akhir-kahir ini, pergerakan yang dilakukan 
mahasiswa sulit berhasil atau tidak didengar oleh elite pemerintah. 

Ini karena gerakan mahasiswa kurang terkoordinasi dengan baik, semangat 
kebersamaan juga tidak ada, atau lebih parahnya perjuangan yang dilakukan 
mahasiswa banyak digerakkan oleh elite politik. 

Tanggung jawab reformasi secara berkesinambungan berada di tangan mahasiswa 
sebagai kontrol sosial terhadap perjalanan reformasi yang kita buka 21 Mei 1998 
lalu. Tanggung jawab ini sejalan dengan peran mahasiswa sebgai agent of control 
dalam masyarakat. 

Artinya, jika perjalanan reformasi yang kita hadapi saat ini sudah menyimpang 
dari misi utama penyejahteraan masyarakat, mahasiswa harus berada di garda 
depan menyuarakan kembali secara lantang perjuangan yang dilakukan mahasiswa 
tahun 1998. Perjuangan reformasi 1998 sampai hari ini harus selalu disuarakan, 
agar para elite pemerintah dan masyarakat secara umum sadar peran serta fungsi 
masing-masing, sehingga dapat bergerak secara simultan untuk merealisasikan 
tujuan reformasi, yakni terwujudanya Indonesia yang berdaulat, adil, dan 
makmur. 

Sekarang kita tinggal menjalankan amanat reformasi 1998, sebuah pekerjaan besar 
yang harus senantiasa kita perjuangkan bersama. Dengan demikian, reformasi 
tidak berdampak buruk seperti yang terjadi saat ini, di mana reformasi dengan 
kebebasan liberal meunculkan kekacauan bagi kehidupan berbangsa benegara. 

Kebebasan harus tetap kita tempatkan dalam proporsi yang benar, demi 
kepentingan bersama bangsa Indonesia. Nilai-nilai ideal kehidupan berbangsa 
bernegara yang tertera dalam Pancasila dan UUD 1945 harus senantiasa menjadi 
spirit kita dalam menjalakan reformasi, agar kebebasan yang kita jalankan 
bermakna bagi kebaikan bersama bangsa Indonesia. (*) 

*Penulis adalah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Sunan 
Ampel Surabaya. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke