tentu aja elu pasti bilang pembantu elu paling tinggi derajatnya diantara 
semuanya.  abis, pembantu elu diembat mulu pantatnya tiap hari sama elu.


hehehe....




--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Pembantu gua aja lebih tinggi derajatnya dr SBY, krn pembantu gua ga suka 
> nyolong dan nindas kayak SBY.
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> > From: Abbas Amin <abas_amin08@...>
> >To: [email protected] 
> >Sent: Wednesday, May 23, 2012 4:27 AM
> >Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> > 
> >
> >  
> >Memang menurut kamu yang lebih tinggi levelnya dari president apa ?
> >Oooo yang ngasih ratusan juta pada yang gaak dikenal kali ye ?
> >itulah caara berpikir si debil.
> >Makanya kuulang lagi sekali item idiot abu; maka tetap saja abu idiot item
> >
> >--- On Tue, 22/5/12, item abu <itemabu@...> wrote:
> >
> >From: item abu <itemabu@...>
> >Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> >To: "[email protected]" <[email protected]>
> >Received: Tuesday, 22 May, 2012, 8:48 PM
> >
> > 
> >
> >Tp lu anggap SBY itu levelnya tinggi, hehehe....
> >
> >Dan nurut si Teddy, lu ini ga boleh nuduh penguasa sbg mafia perampok, krn 
> >belum terbukti bersalah. Lu hrs ngejilat pantat penguasa, tp soal ini sdh lu 
> >lakukan.
> >
> >>________________________________
> >
> >> From: Abbas Amin <abas_amin08@...>
> >
> >>To: [email protected] 
> >
> >>Sent: Tuesday, May 22, 2012 7:14 PM
> >
> >>Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> >
> >> 
> >
> >>
> >
> >>  
> >
> >>Yang gemuk2 adalah Penguasa Negara; yaitu MAFIA perampok kekayaan Negara.
> >
> >>Dan itu didapat dari HUTANG LN; sedangkan seluruh rakyat yang sangt 
> >>keremepeng2 harus menanggunbg beban hutang . Maka wajarlah kalau NKRI 
> >>hutaangnya makin menggunung. Saat kita nulis entah berapa juta USD lagi 
> >>tambahan hutang kita !?
> >
> >>
> >
> >>--- On Wed, 23/5/12, Sunny <ambon@...> wrote:
> >
> >>
> >
> >>From: Sunny <ambon@...>
> >
> >>Subject: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> >
> >>To: Undisclosed-Recipient@...
> >
> >>Received: Wednesday, 23 May, 2012, 11:36 AM
> >
> >>
> >
> >> 
> >
> >>
> >
> >>Ref: Saya kira kalau orang yang banyak hutangnya akan sulit bergerak 
> >>leluasa semaunya, karena pendapatannya terbatas dan dikekam oleh hutang 
> >>yang dipukul. Mungkin sekali masalahnya berlaku bagi negara yang banyak 
> >>hutangnya, apalagi rezim berkuasanya terdiri dari kaum maling dan tukang 
> >>copet, jadi kalau begitu misalnya penguasa rezim NKRI berkaok-kaok 
> >>pembangunan, entah pembangunan apa, dimana dan untuk yang diperuntukan. 
> >>Jelas halnya ialah para pemberi pinjaman akan menuntut fasilitas-fasilitas 
> >>yang memberikan mereka posisi lebih kuat dari peminjam. Bukankah begitu 
> >>situasinya? 
> >
> >>
> >
> >>Bagaimana pendapat Anda tentang hutang yang bertumpuk-tumpuk ini?
> >
> >>
> >
> >>http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=151069
> >
> >>
> >
> >>Utang kita Rp2.200.000.000.000.000
> >
> >>
> >
> >>Tanggal :  21 May 2012 
> >
> >>
> >
> >>Sumber :  Harian Terbit 
> >
> >>
> >
> >>JAKARTA - Utang luar negeri terus menggunung lebih dari 200 miliar dolar 
> >>Amerika Serikat. Anehnya, utang negara begitu gede, tetapi rakyatnya 
> >>semakin miskin.
> >
> >>
> >
> >>Pengamat ekonomi MRI Research M. Rizal Ismail, mengatakan kondisi utang 
> >>luar negeri Indonesia sangat memprihatinkan kelangsungan bangsa Indonesia. 
> >>Bahkan telah menunjukan pada titik rawan karena sudah tergantung kepada 
> >>luar negeri. "Pemerintah dan Presiden SBY sudah mengeluarkan kebijakan yang 
> >>salah dengan cara utang keluar negeri,"kata Rizal kepada Harian Terbit, 
> >>Senin (21/5).
> >
> >>
> >
> >>Bahkan, katanya, pemerintah telah mengajarkan hidup konsumtif kepada 
> >>rakyatnya de-ngan jalan-jalan keluar negeri atau selalu menawarkan produk 
> >>luar negeri. Banyak barang-barang impor dari luar negeri masuk ke Indonesia.
> >
> >>
> >
> >>"Jika sudah banyak barang yang masuk, tentu saja menimbulkan keinginan 
> >>masyarakat untuk berbelanja. Namun sayangnya, kemampuan rakyat untuk 
> >>membeli barang-barang sangat minim, sehingga mengharuskan untuk utang. 
> >>Utang rakyat makin menumpuk, utang pemerintah ke luar negeri pun semakin 
> >>banyak," tegasnya.
> >
> >>
> >
> >>Sayangnya lagi, menurut Rizal, utang luar negeri itu disinyalir dikorupsi 
> >>oleh pejabat-pejabat negara lewat proyek APBN dan APBD. Sepertinya, para 
> >>menteri-menteri yang sekarang merupakan titipan luar negeri, sehingga 
> >>Indonesia telah dikendalikan oleh negara barat.
> >
> >>
> >
> >>"Rakyat saat ini merasa tidak mempunyai pemimpin. Mereka merasa hidup 
> >>sendiri. Sengsara sendiri, semakin banyak yang miskin. Keinginan rakyat tak 
> >>pernah dipenuhi oleh pemerintah dan bahkan para elit politik telah 
> >>memperkaya diri sendiri, keluarganya dan kepentingan diri sendiri," ucapnya.
> >
> >>
> >
> >>Pertumbuhan ekonomi
> >
> >>
> >
> >>Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), katanya, pada 2006 total utang luar 
> >>negeri Indonesia sebesar 132,63 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2011 telah 
> >>menjadi 221,60 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,2 biliun. Utang luar negeri 
> >>pada 2011 didominasi oleh utang luar negeri dari pemerintah dan bank 
> >>sentral yang berjumlah 119,56 miliar dolar AS. Sementara utang swasta 
> >>sebesar 102,04 miliar dolar AS.
> >
> >>
> >
> >>Menurutnya, besarnya jumlah utang pemerintah tersebut ternyata tidak 
> >>menunjukkan korelasi signifikan terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi. 
> >>Indikatornnya ditunjukkan oleh perbaikan kualitas pelayanan dasar kepada 
> >>masyarakat, seperti ketersediaan infrastruktur (energi dan transportasi), 
> >>pendidikan maupun kesehatan.
> >
> >>
> >
> >>Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih juga lebih rendah 
> >>dibanding Thailand dan Malaysia. Begitu juga dengan daya saing dan 
> >>kemudahan melakukan usaha (doing business) yang juga masih lebih rendah 
> >>dibanding negara-negara tersebut.
> >
> >>
> >
> >>"Salah satu penyebabnya, karena utang luar negeri Indonesia kebanyakan 
> >>dipergunakan untuk sektor keuangan diban-ding untuk sektor ekonomi riil," 
> >>tandasnya.
> >
> >>
> >
> >>Sementara itu menurut anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta kebijakan utang 
> >>luar negeri pemerintah saat ini dinilai dalam posisi rawan. Terutama di 
> >>tengah kondisi ancaman menghadapi krisis keuangan global.
> >
> >>
> >
> >>Menurut dia, sudah saatnya pemerintah melakukan perubahan fundamental pada 
> >>kebijakan utang. Hal ini harus dilakukan secara keselurahan yang dapat 
> >>dimulai dari proses penyusunan nota keuangan pada rancangan anggaran 
> >>pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013. (junaedi/aw
> >
> >>
> >
> >>[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >>
> >
> >>[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >>
> >
> >>
> >
> >> 
> >
> >>
> >
> >>
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke