Ref: Baru ditangkap sudah keluarkan pernyataan “tidak ada keterlibatan pangkat lebih tinggi”, tentu saja pangkat lebih tinggi dari jenderal atau admiral tidak ada. Kalau pangkat tinggi bisa korupsi, mengapa tidak bisa menjadi anggota sindikat pengimpor narkotika.
http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/13272-panglima-tni-tak-ada-keterlibatan-pangkat-lebih-tinggi Panglima TNI: Tak Ada Keterlibatan Pangkat Lebih Tinggi Wednesday, 30 May 2012 00:03 Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyayangkan keterlibatan Serma S, dalam kasus penyelundupan 1,5 juta pil ekstasi dari China, yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN), Senin (28/5). "Kita prihatin. Tetapi, bila ada prajurit yang melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku, dan pasti akan kita lakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," tegas Panglima TNI, usai acara Hari Pasukan Perdamaian Dunia atau "Peacekeepers Day" Ke-64 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, di Sentul, Bogor, Selasa (29/5). Laksamana Agus menegaskan, tidak ada keterlibatan oknum TNI berpangkat lebih tinggi, melainkan hanya melibatkan Serma S secara pribadi saja. "Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi atau atasannya. Sepenuhnya murni dilakukan oknum tersebut atas nama pribadi," kata Panglima TNI menegaskan. Terkait pemalsuan surat kepabaenan, kata Agus, itu akan menjadi hal yang memberatkan dalam proses hukumnya nanti. Sebelumnya diberitakan, BNN, Senin, mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ekstasi sekitar 1,5 juta butir. Barang haram itu ditemukan dalam sebuah kontainer dengan dokumen palsu. Pengungkapan penyelundupan narkoba itu bermula pada 28 April 2012, ketika sebuah kontainer bernomor TGHU 0683898 diangkut kapal YM Instruction Voyage 93 S, berangkat dari pelabuhan Lianyungan, Shenzhen, China, dengan tujuan Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 8 Mei 2012, kapal tiba di pelabuhan JITC Tanjung Priok dan kontainer yang diangkut pada kapal tersebut dibongkar pada pukul 22.00 WIB. "Sejak saat itu, petugas melakukan pengawasan terhadap kontainer tersebut hingga pengurusan administrasinya selesai," kata Deputi Pemberantasan dan Penindakan BNN, Brigjen Pol Benny Mamoto. "Pengurus administrasi tersebut dilakukan oleh S, dengan memalsukan tanda tangan kepala koperasi Primkop Kalta dan menambahkan tulisan 'BAIS TNI'," kata Benny. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan S tanpa sepengetahuan dan seizin pimpinan Bais. S juga mengubah data packing list untuk menurunkan bea masuk dan selanjutnya selisih pembayaran bea masuk diambil dan dinikmati oleh S. Selain S, tujuh warga sipil yang merupakan bagian dari sindikat tersebut, masing-masing berinisial RS, R, A, M, AR, MM dan J, turut ditangkap. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
