mantapp deh... kita sudah ada kesamaan... kalo dgn cerita di bawah ini bagaimana? apa pendapat anda mengenai pemeran Uplik di bawah ini?
abunawas dan Uplik (terinspirasi dari "Cha..") : Uplik : hai abunawas, saya berikan pertanyaan yg tersulit, tapi jawabnya hanya boleh sekali.. abunawas : ( setelah berfikir sejenak) oke bolehlah.... Uplik : apakah kamu percaya Tuhan itu ada atau tidak ada? Abunawas : saya percaya tuhan itu ada.. Uplik : Manusia yang betul-betul tidak punya otak yang bisa dipakai buat berfikir... Kamu itu betul-betul dungu kayak anjing.. Kamu tidak bisa membedakan antara "percaya" dan "tidak percaya" Kamu tidak bisa membuktikan allah atau dewa itu memang ada... Tapi kamu percaya tuhan atau dewa itu ada... Orang rasional hanya percaya kepada yang berbukti. Abunawas : (diam saja)... Uplik : saya ulang juga untuk kesekian kalinya.. Meminta ateis membuktikan tuhan itu tidak ada adalah fallacy of shifting the burden of proof. Sekali lagi, the burden of proof terletak di pundak pihak yang bikin claim. Dan yang bikin claim adalah kamu yang bilang tuhan itu ada. Tapi tidak bisa membawa buktinya. ateis hanya menyampaikan kenyataan: tidak ada bukti tuhan itu ada. Ateis TIDAK bikin claim. Abunawas : (masih diam saja) Uplik : kamu tidak bisa membantah apa yg saya katakan... Abunawas : saya sudah menjawabnya sekali, sesuai kesepakatan kita.. lantas Abunawas ngeloyor pergi dengan senyum lebarnya.. Uplik : kapan saya pernah bikin kesepakatan?? ini fitnah yg keji lagi nista... --- In [email protected], Rahwana <nyawa.iblis@...> wrote: > > ini bener nih...setuju sayah....mantappp.... > > 2012/5/31 arra_s <arra_s@...> > > > ** > > > > > > > > > > kalau rasa aman sih dimana mana di pelosok dunia sama saja rasanya... > > > > baca berita di bawah ini, > > bukan rasa aman yg hilang, tapi rasa muak yg muncul.... > > muak pada oknum yg mengatas namakan, agama, budaya.. > > padahal kelakuan mereka sendiri melawan agama dan merusak budaya... > > > > > > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote: > > > > > > Ref: Rasa tidak aman bukan jatuh dari langit melainkan diciptakan oleh > > oknom-oknom yang mempunyai kekuasaan atas kehidupan masyarakat. > > > > > > > > > > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/29/322704/70/13/Rasa-Aman-yang-Hilang > > > > > > > > > Rasa Aman yang Hilang > > > > > > > > > Selasa, 29 Mei 2012 00:01 WIB > > > JAKARTA kian tidak aman. Peringatan itu tidak main-main. Perampokan > > dengan senjata api kerap meletus di ibu kota negara ini. Tidak hanya itu, > > konser Lady Gaga pun batal digelar karena faktor keamanan. > > > > > > Ancaman keamanan itu bisa ditujukan langsung ke Lady Gaga, para kru, dan > > manajemennya. Menurut promotor pada Minggu (27/5), keamanan penonton pun > > bisa terancam. > > > > > > Lady Gaga membatalkan konsernya dengan alasan menghormati keadaan di > > Indonesia dan tidak ingin ada orang cedera hanya karena menonton konsernya. > > Padahal, izin sudah 95% beres. > > > > > > Semula kita beranggapan alasan Lady Gaga membatalkan konser karena > > pertimbangan keamanan sungguh menyepelekan kemampuan polisi menjaga > > keamanan dan ketertiban. Namun, alasan Lady Gaga itu mendapat pembenaran > > hanya beberapa jam kemudian. Tiga orang tewas dan lima luka-luka seusai > > pertandingan sepak bola Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion > > Utama Senayan Jakarta pada Minggu. > > > > > > Pembatalan konser Lady Gaga dan tewasnya tiga anak muda di Senayan > > membuat kita miris. Miris karena mencuatnya pertanyaan siapakah yang > > memiliki otoritas menciptakan rasa aman bagi warga? Masihkah polisi? > > > > > > UUD 1945 hasil amendemen kedua pada Pasal 30 ayat (4) secara tegas > > menyebutkan kepolisian sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan > > ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani > > masyarakat serta menegakkan hukum. Fungsi itu diperkuat lagi dalam UU No 2 > > Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. > > > > > > Namun, kita khawatir otoritas itu tidak lagi di polisi, tetapi di tangan > > kelompok tertentu. Kelompok itulah kini memegang hegemoni untuk menentukan > > sesuatu boleh dilakukan atau dilarang. > > > > > > Sesungguhnya aroma itu sangat kental dalam pembatalan konser Lady Gaga. > > > > > > Polisi, meski berkali-kali membantah, terkesan tunduk pada tekanan > > kelompok tertentu. Kita harus terus terang mengatakan polisi telah > > merendahkan diri mereka sendiri. > > > > > > Polisi yang semestinya menjadi pemegang tunggal kekuasaan menjaga > > keamanan dan ketertiban masyarakat seolah dilucuti dan kewenangannya > > disewakan kepada komprador tertentu. > > > > > > Keberingasan kelompok tertentu yang hanya ditonton polisi kini dicontohi > > warga di berbagai wilayah Tanah Air. Kekerasan pun marak. Mereka > > beranggapan polisi akan kalah asalkan dilawan ramai-ramai. > > > > > > Pembatalan konser Lady Gaga dan tewasnya tiga pemuda di Senayan menjadi > > advertensi yang amat jelek mengenai keamanan Indonesia ke dunia > > internasional. Jangan kaget jika di kemudian hari konser-konser artis > > dunia, wisatawan asing, dan klub-klub sepak bola mancanegara membatalkan > > kunjungan ke Indonesia dengan alasan keamanan. > > > > > > Kita khawatir polisi tidak lagi menjamin rasa aman masyarakat. Polisi > > telah kehilangan otoritas. Lalu ke manakah warga mesti mencari? Tragis. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
