Pertama: nggak ada bukti Bucaille itu masuk Islam. Kedua: Bucaille itu adalah tukang jual obat (charlatan) hingga ada istilah bucaillisme...
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg80543.html --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > > Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis > datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan > untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut > disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi > Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat > pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah. > > Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang > selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya > oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di > Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam > penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille. > > Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik > bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque, Prancis, pada 19 > Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai > ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga > oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. > > Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota > keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam > daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya. > > Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan > ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La > Bible, le Coran et la Science di tahun 1976. > > Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia > mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. > Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, > mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh > kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir > kuno tersebut. > > Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam > yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati > karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem > untuk segera dijadikan mumi agar awet. > > Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang > profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang > lain, padahal dia dikeluarkan dari laut? > > Prof. Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang > diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun > dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul > Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies > des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le > prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise > dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, > Prancis. > > Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara > rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: "Jangan > tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang > tenggelamnya mumi ini". Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras > sekaligus menganggapnya mustahil. > > Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali > dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan > akurat. > > Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini > umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian > diselamatkannya mayatnya. > > Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan > bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut > baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun > sebelumnya. > > Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. > Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alqurankitab suci > umat Islamtelah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari > kehancuran sejak ribuan tahun lalu. > > Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya > Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang > mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu. > > Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini > adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad > mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?" > > Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat > (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: "Airpun kembali > (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara > Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun > di antara mereka". > > Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak > membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. > Karena itu, ia semakin bingung. > > Berikrar Islam > Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis > mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang > mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia > mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum > Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia > pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin. > > Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan > peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan > yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan > bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut. > > Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka > mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: > "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi > pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan > dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92). > > Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran > tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan > getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya > menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan > Alquran ini". > > Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat > dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti > tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan > Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran. > > Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, > Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La > Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi > best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke > hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia. > > Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu > pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille > dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan > penurunannya diragukan. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
