Hehehe... jadi si pinpin ini percaya dgn kibulan si Bucaille. Betul2 dungu.
>________________________________ > From: Bukan Pedanda <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, June 11, 2012 2:22 AM >Subject: [proletar] Re: Meneliti Mumi (Pinpin itu ternyata emang dungu kayak >rezameutia..) > > > > >http://www.answering-islam.org/Campbell/bucaille.html > >--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: >> >> >> Pertama: nggak ada bukti Bucaille itu masuk Islam. >> >> Kedua: Bucaille itu adalah tukang jual obat (charlatan) hingga ada istilah >> bucaillisme... >> >> http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg80543.html >> >> >> --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> >> wrote: >> > >> > Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah >> > Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan >> > bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran >> > tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah >> > Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak >> > Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang >> > sangat meriah. >> > >> > Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang >> > selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya >> > oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di >> > Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam >> > penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille. >> > >> > Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik >> > bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque, Prancis, pada >> > 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 >> > sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter >> > keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. >> > >> > Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota >> > keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk >> > dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya. >> > >> > Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan >> > ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La >> > Bible, le Coran et la Science di tahun 1976. >> > >> > Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia >> > mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. >> > Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, >> > mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh >> > kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja >> > Mesir kuno tersebut. >> > >> > Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam >> > yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah >> > mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian >> > dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. >> > >> > Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang >> > profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang >> > lain, padahal dia dikeluarkan dari laut? >> > >> > Prof. Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang >> > diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun >> > dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan >> > judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, >> > Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima >> > penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari >> > Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie >> > Nationale de Medicine, Prancis. >> > >> > Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara >> > rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: "Jangan >> > tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang >> > tenggelamnya mumi ini". Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan >> > keras sekaligus menganggapnya mustahil. >> > >> > Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui >> > kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang >> > mutakhir dan akurat. >> > >> > Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini >> > umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian >> > diselamatkannya mayatnya. >> > >> > Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan >> > bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi >> > tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada >> > ribuan tahun sebelumnya. >> > >> > Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal >> > tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa >> > Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang >> > jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu. >> > >> > Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan >> > tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak >> > membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus >> > memikirkan hal itu. >> > >> > Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini >> > adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad >> > mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?" >> > >> > Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat >> > (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: "Airpun >> > kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh >> > tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak >> > tertinggal satu pun di antara mereka". >> > >> > Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak >> > membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. >> > Karena itu, ia semakin bingung. >> > >> > Berikrar Islam >> > Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis >> > mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan >> > yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak >> > ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa >> > kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat >> > tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari >> > kaum Muslimin. >> > >> > Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan >> > peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan >> > yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam >> > dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut. >> > >> > Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya >> > membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang >> > artinya: "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat >> > menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya >> > kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS >> > Yunus: 92). >> > >> > Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran >> > tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan >> > getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya >> > menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan >> > Alquran ini". >> > >> > Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada >> > saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk >> > meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern >> > dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan >> > Alquran. >> > >> > Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, >> > Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La >> > Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi >> > best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan >> > ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia. >> > >> > Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu >> > pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. >> > Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan >> > penurunannya diragukan. >> > >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
