Orang Islam itu hanya menurutkan ajaran agama mereka..

Bikin onar, saling berbunuhan dan membunuhi kafir itu adalah bahagian dari 
ajaran Islam..

Islam moderat atau Islam fundemantalis sama saja.

Sekali lagi: jangan kita lupa: NU yang suka dibilang moderat itu membunuhi 
ratusan ribu ((kutaan?) pendukung Orde Lama) pada hal mereka selama Orde Lama 
mereka juga mendukung Orde Lama...



--- In [email protected], "ttbnice" <rparapat@...> wrote:
>
> Tergantung persepsinya. Jika yg dimaksud di daerah2 mayoritas non muslim 
> (atau jumlahnya agak berimbang) memang tingkat toleransinya cukup tinggi.
> 
> Tapi di daerah yg muslim mayoritas terutama seperti Aceh, Padang & Jawa Barat 
> barulah anda benar.
> 
> Tapi pernyataan Jusuf Kala ini memang cukup mengusik. Apakah beliau ini 
> adalah gambaran umat muslim di Indonesia yg tutup kuping dan tutup telinga 
> karena semata2 pelaku intoleran adalah datang dari umatnya?
> 
> Bagaimana mereka bisa tereak2 anti barat dan Israel yg dianggap berlaku tidak 
> adil, sementara di halaman belakangnya jelas2 sodaranya berlaku sama? Munafik?
> 
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Jadi jelas: orang Islam itu memang rata-rata sama saja: biarpun sudah 
> > begitu jelas mayat bergelimpangan di Cikeusik dan orang Nasrani susah bikin 
> > gereja eh masih dibilang "tidak ada intoleransi" di Indonesua.
> > 
> > Dan Kalla sendiri dicaci maki oleh ustadz FPI Sobri Lubis yang 
> > dikatakannnya membela Ahmadiyah.
> > 
> > Islama itu, saya bilang TIDAK ada yang moderat dan nggak ada yang 
> > protestan: semua sama saja.
> > 
> > Biadab.
> > 
> > Mengerikan.
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > > http://arrahmah.com/read/2012/06/04/20700-jusuf-kalla-tidak-ada-intoleransi-di-indonesia.html
> > > Jusuf kalla : tidak ada intoleransi di Indonesia
> > > Bilal
> > > 
> > > Senin, 4 Juni 2012 19:27:41
> > > 
> > >  
> > > JAKARTA (Arrahmah.com) - Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), 
> > > menolak tudingan yang menyebut Indonesia sebagai negara yang intoleran 
> > > terhadap umat beragama. JK menyebut pernyataan intoleransi yang terlontar 
> > > di forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu bukan atas nama lembaga 
> > > internasional itu, melainkan perorangan.
> > > 
> > > "Orang berbicara disitu bukan atas nama institusi PBB. Jadi, tidak 
> > > ada-lah intoleransi di Indonesia," ujar Jusuf Kalla di Masjid istiqlal, 
> > > Jakarta Pusat, Senin (4/6).
> > > 
> > > Menurut ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, tidak mungkin PBB 
> > > mengatakan Indonesia adalah negara yang intoleran terhadap umat beragama. 
> > > JK menilai tudingan tersebut datang dari sisi perorangan dan bukan atas 
> > > nama forum internasional itu.
> > > 
> > > " Di Amerika saja mana boleh orang sembarangan bikin masjid," kata JK.
> > > 
> > > Jika di Amerika tidak boleh sembarangan membangun tempat ibadah termasuk 
> > > masjid, maka lain halnya di Indonesia yang tingkat pembangunan masjidnya 
> > > cukup tinggi dibandingkan negara lain.
> > > 
> > > JK menyebut, jika intoleransi tersebut terkait dengan kasus batalnya 
> > > konser Lady Gaga, maka hal itu tidak bisa dijadikan tolak ukur dengan 
> > > menyebut Indonesia sebagai negara yang intoleran. JK menilai juga tidak 
> > > mungkin. Pasalnya, di mana-mana konser Lady Gaga mendapat protes. 
> > > "Seperti di China, Filipina dan negara lainnya. Jadi di mana-mana negara 
> > > lain masalah itu ada saja. Masing-masing punya masalah," kata Ketua Umum 
> > > Palang Merah Indonesia itu.
> > > 
> > > "Jadi tidak ada menurut saya tudingan intoleran itu. Salah tudingan itu," 
> > > ujarnya.
> > > 
> > > Sebelumnya, Kelompok Kerja sesi dalam sidang tinjauan periodik universal 
> > > (Universal Periodic Review - UPR) di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa 
> > > mencatat sejumlah hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah 
> > > mempertanyakan beberapa upaya yang diambil untuk menanggapi intoleransi 
> > > religius di Indonesia dan dalam melindungi hak-hak kaum minoritas 
> > > religius.
> > > 
> > > Terkait isu itu, para delegasi negara yang berpartisipasi dalam sesi UPR 
> > > Indonesia itu selanjutnya memberi sejumlah rekomendasi. Ini termasuk 
> > > perlunya memperkuat upaya untuk menjamin setiap serangan atas orang-orang 
> > > dari minoritas religius diselidiki secara benar dan mereka yang 
> > > bertanggung jawab harus diadili.
> > > 
> > > Para delegasi juga menyarankan agar Indonesia "sesegera mungkin 
> > > menerapkan Undang-undang Kerukunan Umat Beragama yang masih dibahas [di 
> > > DPR]," demikian keterangan dari UNIC, 24 Mei 2012.
> > > 
> > > Selain itu, para delegasi meminta Indonesia menggelar pelatihan dan 
> > > kampanye kepedulian mengenai kebebasan beragama bagi birokrat tingkat 
> > > provinsi dan daerah tingkat dua.
> > > 
> > > Namun, dalam keterangan pers, UNIC menyatakan bahwa pernyataan itu, walau 
> > > sudah dipublikasikan untuk media, belum menjadi sikap resmi sidang Dewan 
> > > HAM PBB. (bilal/arrahmah.com)
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke