Ref: Mengapa sampai gubernur RI pertama untuk Irian Barat (sekarang Papua
setelah diganti dari Iran Jaya) lari masuk hutan? Mengapa mereka yang ikut
delegasi Indonesia ke PBB untuk dikembalikan Papua ke pangkuan “ibu pertiwi”
lari masuk hutan? Kemana saja hasil kekayaan alam yang diperoleh dari Papua
yang pada tahun 2010 dinyatakan oleh sensus BPS sebagai wilayah termiskin?
Asing yang menyebabkan Rakyat Papua untuk menjadi warga termiskin selama
puluhan tahun dalam pangkuan ibu pertiwi?
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/12/ArticleHtmls/DPR-Tuding-Asing-Berada-di-Balik-Kekisruhan-Papua-12062012006010.shtml?Mode=0
DPR Tuding Asing Berada di Balik Kekisruhan Papua
JAKARTA
Yang kami temukan adalah adanya penggabungan OPM."
Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanuddin
menduga ada kekuatan asing di balik terus memanasnya kondisi di Papua. Namun ia
tidak mau menyebut kekuatan asing mana yang dimaksud.
Menurut Hasanuddin, aparat keamanan di daerah, seperti kepolisian daerah,
komando daerah militer, dan intelijen sudah tak mampu menangani kondisi di
Papua.
Berdasarkan hasil dialog dengan aparat keamanan daerah, kata Hasanuddin,
pemerintah pusat harus mengambil alih mengaman kan situasi Papua. Menurut dia,
aksi penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata selama ini ditengarai
bertujuan agar situasi di Papua menjadi tidak aman.
“Upaya teror itu agar Papua dikategorikan sebagai daerah yang bergolak,
sehingga diharapkan kekuatan asing memberi perlindungan. Ini tidak boleh,”
katanya Hasanuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Dikatakannya, ada tiga akar persoalan di Papua yang membuat kondisi di Pulau
Cenderawasih terus bergejolak, yaitu masalah marginalisasi terhadap
masyarakat Papua, gagalnya pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Papua, dan
masih adanya trauma pada masyarakat Papua terhadap operasi militer yang selama
ini digencarkan.
Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman menduga Organisasi Papua Merdeka
berada di balik memanasnya situasi di Papua.
Menurut dia, para anggota OPM saat ini sudah mulai memasuki Kota Jayapura.
“Yang kami temukan adalah adanya penggabungan OPM,” katanya.
Menurut dia, rangkaian kasus penembakan tersebut ada kaitannya dengan turunnya
kelompok bersenjata yang selama ini berada di hutan masuk ke dalam kota.
Kelompok bersenjata itu, kata dia, kemudian bergabung dengan kelompok lainnya
di wilayah perkotaan. Ia menyatakan rentetan peristiwa penembakan di Papua
mempunyai motif memanaskan situasi menjelang ulang tahun OPM pada 1 Juli nanti.
Direktur Eksekutif Im parsial Poengky Indarti mengatakan ada yang bermain di
Papua untuk membuat situ a -si menjadi panas dan mengerikan. Rentetan kasus pe
nembakan yang terjadi di
Papua belakangan ini, kata dia, tak lain adalah hasil permainan
kelompok-kelompok itu. Ia ragu jika disebut OPM mendalangi kasus penembakan di
Papua. Sebagian penembakan, seperti yang terjadi di Jayapura dan Puncak Jaya,
serta kawasan Freeport dibuat seolah-olah ada anggota OPM yang terlibat.
Penembakan di Papua, kata Poengky, umumnya terjadi di empat tempat.
Pertama, di kawasan tambang Freeport. Menurut dia, penembakan di kawasan ini
umumnya terkait dengan bisnis jasa keamanan.
Tempat kedua adalah
Puncak Jaya. Menurut data Imparsial, OPM mendirikan tujuh basis daerah militer
di sekujur Papua. Yang paling kuat basis militer pimpinan Goliat Tabuni di
Puncak Jaya. Sejak awal 2000-an, di daerah ini banyak terjadi penembakan.
Tempat ketiga adalah Paniai. Kasus penembakan di Paniai, kata Poengky, umumnya
terkait dengan tambang emas.
Tempat keempat adalah Jayapura. Ibu kota provinsi Papua ini sensitif dengan isu
politik. “Jika politik memanas, pasti ada penembakan,” ujarnya. ● ANGGA SUKMA
WIJAYA | ARYANI
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/