Ref: Tentu saja terkotor harus dilaratkan menjadi tidak kotor alias bersih, 
sebab kalau disebut terkotor atau kotor wakil raja neo-Mojopahit yaitu yang 
disebut gubernur, wakikota beserta begundal-begundal mereka bisa dinilai oleh 
penghuni propinsi dan ibukotanya sebagai gerombolan makan gaji buta. Adakah 
kota di NKRI yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi penduduk? Patut dicatat 
bahwa di NKRI lebih banyak jumlah jenderal yang menjadi gubernur dan walikota 
dari pada ahli perencanaan /design kota dan regional yang berwewenang. 
Bagaimana lagi dengan presiden, kalau orangnya mantan militer atau militer 
tanpa baju hijau dan bintang-bintang mengkilat di pundak dan di dadah, seperti 
Pak Harto?

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/12/ArticleHtmls/Ralat-Predikat-Kota-Terkotor-Dicurigai-Bermotif-Politis-12062012007012.shtml?Mode=0


Ralat Predikat Kota Terkotor Dicurigai Bermotif Politis 
JAKARTA 


Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, mencurigai ada 
motif politis di balik ralat yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup 
terkait dengan predikat kota besar terkotor untuk Bandar Lampung dan kota 
metropolitan terkotor untuk Bekasi. “Kota terkotor bisa pengaruhi citra kepala 
daerah,“ katanya saat dihubungi Tempo kemarin. 
Yayat meminta kepala daerah dan masyarakat Bandar Lampung atau Bekasi mene rima 
dengan lapang dada hasil penilaian tahunan Kementerian Lingkungan Hidup 
tersebut. “Lebih bijak jika diambil pelajaran dengan memperbaiki kota secara 
bersama-sama,“ ujarnya.

Seperti diketahui, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 
5 Juni lalu, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan Kota Bekasi dan Bandar 
Lampung sebagai kota terkotor se-Indonesia.
“Pengumuman ini bukan untuk mempermalukan, tapi supaya menjadi pemicu bagi 
seluruh pihak di kota tersebut,“ kata Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan 
Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Ilyas Asaad dalam 
konferensi pers di Hotel Grand Sahid saat itu.

Belakangan, pengumuman itu menuai protes dari masyarakat kedua daerah tersebut. 
Puncaknya, kemarin ratusan orang yang mengaku warga Kota Bandar Lampung 
mendatangi Kementerian dan menuntut agar predikat itu diralat.
Akhirnya, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan tidak pernah mengeluarkan 
predikat kota terkotor dalam penghargaan Adipura.
“Kementerian tidak pernah secara legal menyatakan ada kota terkotor. Kami hanya 
menyatakan kota dengan hasil penilaian Adipura paling rendah,“ kata Deputi IV 
Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah Kementerian 
Lingkungan Hidup Masnellyarti Hilman dalam konferensi pers di kantornya kemarin.

Menurut Masnellyarti, pemberitaan mengenai predikat kota terkotor dalam 
penghargaan Adipura itu merupakan kesalahan bagian hubungan masyarakat 
kementerian. Sebenarnya Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup mengenai 
Pemenang Penghargaan Adipura hanya mencantumkan nama kota terbersih.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia meminta agar Kementerian 
Lingkungan Hidup tegas dalam pemberian predikat kota terkotor bagi Kota Bandar 
Lampung dan Bekasi. “Jangan asal cabut saja,“kata Direktur Eksekutif Walhi 
Ubaidillah, saat dihubungi kemarin.

Ubaidillah menilai pencabutan predikat tersebut malah menimbulkan pertanyaan 
tajam soal obyektivitas dan independensi penilaian Adipura. “Apakah parameter 
kebersihan atau gaya hidup yang dipakai Kementerian?“ tanya dia. RAFIKA AULIA | 
INDRA WIJAYA 

     



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke