Pada akhirnya, berita memang harus disimak secara kontekstual bukan sekedar dibaca huruf demi huruf, kata per kata, apalagi membiarkan mulut ternganga untuk dicekoki dengan khusuk.
Dalam hal Kevin, menyimak sajian informasi "seribu kata"nya berarti membaca situasi, termasuk meraba suasana hatinya ketika memijit tombol shutter. Sekeji apapun situasi yang berlangsung ketika sang bocah ditunggui burung nasar, karya Kevin ini disebut-sebut lebih jujur dibanding foto bocah mewek seorang diri di stasiun kereta yang sepi saat Perang Indocina. Terungkap bahwa sang bocah ternyata sengaja diposing sedemikian rupa. Semoga si bocah nggak digamparin dulu untuk dapatkan mewek yang ekspresif sebagai korban perang. Kejujuran. Itu modal dasar yang dibutuhkan wartawan dalam menyampaikan berita. Dan, setiap orang sebenarnya adalah penyampai kabar bagi sekelilingnya. Jadi, nggak usah nunggu pensiun untuk jujur :) Lain lagi cerita sang usia pensiun yang ngaku pernah jadi wartawan tapi kerjanya merajalela memaksakan kehendak melulu seolah begitulah tugas wartawan. Akibatnya, dia sering ditawari pil mati. Sebuah tawaran bunuhdiri yang nggak asik karena nggak ada lagi rahasia yang harus dia pertahankan. Semua orang sudah hafal corak kolornya, hehe.. --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > ide ini ditulis setelah ngobrol iseng dgn rekan2 wartawan di > kopi tiam, kecenderungan topik berita yg sering mereka angkat. > mau gak mau menurut pakem jurnalis, seolah berlaku pembenaran > terhadap pelanggaran nilai kepantasan yg berlaku secara umum > menjadi komoditas tersendiri. semakin berdarah dan bernanah > beritanya, berpotensi naiklah pamor dan oplah koran (kuning) > tsb mewakili hukum dagang dan sensasi. pasar seolah dituding > jadi penyebab serta digeneralisir mewakili mayoritas, apalagi > demi target dan sasaran jangka pendek. lupakan sejenak unsur > pembinaan maupun pencerdasan sementara deadline dibatasi menit. > > itu saat bicara ide awal yg seolah jadi pemakluman sementara. > lantas bagaimana dgn kebiasaan salah kutip media dan seolah jadi > pemakluman juga, sehingga proses "pemelintiran" terhadap berita > jadi lebih gak terkontrol? maka terkadang perlu juga para insan > pemberita perlu semacam emphaty melalui salah satu contoh berupa > sosok kevin, berikut pengalaman tragisnya pada kehidupan nyata. > karena para pewarta dan pembawa berita selalu menanggung beban > teramat berat sekaligus asyik, sehat fisik dan mental terutama > sejahtera akal dan hati. profesi dinamis dan penuh relasi ini yg > seharusnya mewakili jati diri manusia sejati, berikut kekuasaan > ujung pena yg selalu sanggup mengeksekusi sbg trial by the press. > > masih asik gak kalo pensiun kelak, baru jadi wartawan hehee .. > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Yang enak itu nggak terombang-ambing antara bad or good, > > lebih-lebih nyangkut cuma di bad-nya. > > > > Waktu pertamakali dengar berita kematian Kevin, di benak > > langsung meyakini bahwa dia dibunuh. Ya, "dibunuh" oleh > > masyarakat yang sok bicara kemanusiaan, manusia-manusia > > yang tidak tau apa-apa karena bisanya cuma menuntut orang > > lain untuk bertindak sesuai maunya mereka. Padahal, mereka > > sendiri belum tentu mau melakukan apa yang mereka tuntut itu. > > Manusia yang buta atau miskin 5W+1H. > > > > Jadi, daripada terombang-ambing atau nyangkut nggak karuan, > > berita seperti kematian Kevin itu enaknya ya ditangani sebagai > > beyond bad news. Bunuhdirinya adalah bad. Lalu, apa pesan > > di balik kematian itu yang berguna untuk masa depan. So pasti > > bukan membasmi burung nasar, kan? > > > > Baru tau ada lagu tentang Kevin. Thx! > > > > > > --- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > > > > > http://endyonisius.blogspot.com/2012/06/bad-news-or-good-news.html > > > > > > > > > Kenapa tidak ada yg memotretnya, juga gak ada yg menolongnya? > > > Kevin selalu merekam segala yg dia amati, dijalaninya dan > > > dipahami termasuk resiko untuk ditanggung sendiri berikut > > > hujatan walau akhirnya menyerah. Ia telah mewartakan berita > > > buruk menjadi khabar bagus terutama bagi rakyat Sudan. Karena > > > dunia langsung memberikan perhatian lebih akibat publikasi > > > fotonya, tapi berita bagus itupun gak lagi kuasa menyelamatkan > > > hingga ia memberikan khabar buruk .. > > > klik .. kliiiikk .. > > > > > > http://www.youtube.com/watch?v=hLDr0QNCUd4 > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
