Seorang sufi berkata, jika ada seseorang yang beribadah karena selain mengharap ridho Allah, melainkan mengharap surga atau takut ancaman neraka. Ibadah orang tersebut tidaklah haram. Namun, sedikitpun ia tidak akan memperoleh pahala di sisi Allah.
Pernyataan Habe di bawah ini sejalan dengan pendapat sang Sufi :-) Rabiah al Adawiyah mengatakan ibadah orang seperti itu adalah tingkat ibadah seorang budak. Seorang budak yang hanya bekerja karena mengharapkan upah atau takut tersiksa. Sehingga terkenallah doa Rabiah al Adawiyah. "Ya Allah jika saya beribadah karena mengharapkan surgamu, maka jauhkan saya dari surgamu. Dan jika saya beribadah karena takut akan neraka jahannam, masukkanlah saya kedalam neraka jahannam. Tapi jika saya beribadah karena semata-mata hanya karena mengharapkan ridhomu. Engkaulah yang Maha Tahu dimana aku berada." Wallahu a'lam Pinpin --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote: > > Niat diridahi Allah itu lumayan bagus sih, tapi berbuat baik dengan mengharap > Ridha rasanya kok nggak klop yah? > mirip bener dengan orang yang selalu berusaha berbuat baik, menghindari > perbuatan jahat  lantaran " takut " pada Allah > > Ridha dan takut dalam hal ini memiliki konteks yang sama, > > Orang yang tulus berbuat baik, tidak perlu mengharapkan apa apa, entah itu > namanya ucapan Thank you, Ridho, Berkah, atau sekedar pahala > Tidak ada kata " but, cuma, sekedar " dalam kota kasa bahasa manusia tanpa > pamrih > seperti " saya tidak mengharapkan apa apa, CUMA, ridha allah " > > bagusnya sih, ketika kita sedang berbuat baik, beribadah, beramal itu kita > tidak menghubung hubungkan dengan Allah > jika tuhan bernama Allah memang ada, rasanya justru dia bakalan kecewa kalau > banyak  mahluknya berbuat baik lantaran pengen berkah dan pahala > dia doang, atau menghindari perbuatan biadab lantaran takut kena laknat Allah > entar dimasukin ke neraka > > menghindari perbuatan buruk, lantaran takut pada Allah itu posisinya sangat > labil > seperti maling yang bertingkah alim lantaran berada di antara kumpulan > polisi, tapi sekali dia merasa > tidak takut pada Allah atau  pak polisi sedang cuti ke luar negeri, si > maling akan kembali ke kelakukan bejad asalnya > menyatroni kampung tetangga > > mengharapkan Ridha Allah, samimawon > > > > > > > > ________________________________ > From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@...> > To: [email protected] > Sent: Thursday, June 14, 2012 8:42 PM > Subject: [proletar] Re: Our Mother A'isha's Age At The Time Of Her Marriage > to The Prophet > > >  > Ampun Bos ... > Dari sekitar 12 tahun lalu saya banyak belajar dari Habe jadi -- jujur -- > saya rada2 sungkan buat menjawab pertanyaan ini. > > But, saya coba jawap by experiences aja ya beh ... > > Selama ini saya banyak berharap pada manusia dan pada diri saya sendiri. > Hasilnya ... saya banyak kecewa. Secerdas apapun manusia, ternyata hanya > sampai tataran Upaya, sedang masalah hasil ternyata terbukti diluar kekuasaan > manusia. > > Januari 2009 saya dapet petuah dari pak haji yang menurut saya sangat sukses > dalam berwira usaha. Saya tanya : "Apakah pak haji pernah gagal dalam > membangun usaha ?" > > Dengan tegas pak haji bilang : "Saya tidak pernah gagal ! 100% saya SELALU > BERHASIL !" > > Saya bengong. How come seseorang bisa meraih tingkat keberhasilan 100% dalam > berusaha ? > > Pak haji menjelaskan ... > > "Kita melakukan sesuatu karena kita hidup memiliki HARAPAN. Kita membangun > bisnis karena kita memiliki harapan. Dan bisnis dipandang sukses ketika hasil > dari apa yang kita upayakan SESUAI DENGAN HARAPAN ..." > > Saya terus mendengarkan. Menyimak tanpa berkedip. Pak Haji melanjutkan ... > > "Harapan saya dalam bisnis ini adalah keridhoan Allah. Dan karena saya ingin > Allah meridhoi saya, maka saya MELAKUKAN apa yang Allah Perintahkan. Allah > memerintahkan dan mewajibkan manusia untuk BERUSAHA semaksimal mungkin." > > "Jadi...tugas saya adalah BERUSAHA - karena - Allah mewajibkan saya untuk > BERUSAHA dan karena saya mengharap ridho Allah, maka saya harus BERUSAHA > sebaik mungkin sedangkan masalah hasil ... ya terserah Allah. Allah hanya > mewajibkan UPAYA MAKSIMAL dan tidak mewajibkan manusia untuk berhasil." > > "Tentu saja, dalam bisnis ini, saya pernah kehilangan uang, dikhianati dan > ditipu manusia sehingga menyebabkan kehilangan materi, tapi itu bukanlah > sebuah kegagalan. Saya tetap BERHASIL 100% ! Karena tujuan saya berbisnis > adalah beribadah. Mengharap ridho Allah. Jadi masalah apakah saya bertambah > kaya atau jatuh miskin dalam berbisnis, itu sepenuhnya terserah Allah, > kewajiban saya hanya berusaha sebaik mungkin. Saat saya hanya berharap pada > allah dan hanya berharap ridho nya, maka apapun hasilnya, saya tetap saja > berhasil 100% !" > > **** > > Apa Gunanya kita berharap pada Allah ? > > Saya percaya Allah itu ada. > Percis sama dengan sahabat-sahabat yang percaya pada Yesus, yahweh, dewa ... > apapun namanya deh ... > > kepercayaan itu menuntut konsekwensi. > > Deism percaya Allah itu ada, tapi "nggak ngapa-ngapain". > > Teism percaya Allah itu ada dan maha berkuasa. > > Ateism percaya Allah itu tidak ada > > Seperti yang dibilang pak haji ... > > "Saya TIDAK PERNAH GAGAL dalam membagun jaringan bisnis ini sampai berkembang > seperti ini karena saya melakukan semua ini semata-mata karena berharap ridho > Allah...tugas saya hanya berusaha, dan saya tidak mengambil wewenang Allah > sebagai penentu akhir atas hasil yang harus terjadi" > > Saya percaya bahwa allah itu ada. > dan saya harus menerima konsekwensi atas kepercayaan itu dengan hanya hidup > demi mengharap ridho Nya. > > Saya ingat betul, sekitar 12 tahun lalu Hebe pernah bilang di prol yang > isinya "Apa gunanya cuap-cuap di depan ratusan komunitas prol ?" > > Saya bisa bilang sekarang : "Kali ini niat saya nongkrong di sini adalah > untuk berharap ridho Allah. Jadi mudah-mudahan setiap huruf yang saya ketik > bernilai pahala, setiap detik yang saya habiskan di prol bernilai kebaikan, > dan mudah-mudahan keberadaan saya di sini bisa memberi manfaat ." > > Agama saya mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling > banyak memberi kebaikan pada orang lain, dan saya percaya bahwa kebaikan yang > dilakukan secara bersama-sama akan jauh lebih baik dibanding kebaikan yang > dilakukan secara sendiri-sendiri > > So ... se BAIK nya , si jusplik kita apain ? > Saya jitak aja sekali dari sini ya ..... ((( JDUK ! ))) > > Salam, > Pinpin. > > --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@> wrote: > > > > Pin, mengharapkan ridha Allah itu gunanya buat apa sih? > > apa ada kelanjutannya dari situ hmmm misalnya imbalan masuk surga? > > apa cuma sekedar ridha Allah, titik? > > > > kalau tanpa imbalan surga, diridahi Allah dengan tanpa diridhai àAllah > > ada perbedaan yang esensial ngga? > > > > > > > > ________________________________ > > From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@> > > To: [email protected] > > Sent: Thursday, June 14, 2012 7:32 PM > > Subject: [proletar] Re: Our Mother A'isha's Age At The Time Of Her Marriage > > to The Prophet > > > > > > à> > Saya kan Percaya Allah Wan ... > > Jadi Ya saya boleh dong berharap sama Allah :-) > > > > Kalau yang lain, boleh juga berharap pada Yesus, berharap pada Dewa, > > Berharap Pada Yahweh ... Boleh aja deh ... suka-suka sendiri-sendiri :-) > > Asyik-asyik aja gitu . > > > > Ada text Cakep dari Alquran yang relevan dengan konteks mengapa saya > > menanggapi tulisan-tulisan item dan mengapa saya berharap pahala dari Allah > > : > > > > Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan > > keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula > > (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insaan:9) > > > > Ayat yang Cakep ! > > Jadi inget syair lagu anak anak yang ini ni ... "...Hanya memberi, Tak > > harap kembali, Bagai sang surya menerangi dunia ..." > > > > Merubah keyakinan dari berharap kepada manusia menjadi berharap semata > > kepada Allah SWT adalah sebuah proses panjang yang tiada henti :-) > > > > Dan... Di Prol inilah saya banyak belajar untuk itu. > > > > Salam, > > Pinpin. > > Islam Protestan Indonesia. > > > > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote: > > > > > > > > > brada, masak islam protestan masih mengharap pahala dari Allah?? :-) > > > > > > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> > > > wrote: > > > > > > > > Ngulang-ngulang terus kayak gini sebenernya capek. Tapi dengan niatan > > > > mendapat sedikit pahala kebaikan dari Allah Swt. Oke lah ... saya > > > > tanggapi lagi : > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
