Feuerbach semula kajian&anutan nya kagak berbeda dengan cara2 Hegel tetapi lama kelamaan malahan ngaco memutar balikin lantas kemudian
ngejungjungkir balikin system Hegel seperti omongan nya Roh bukan titik pangkal,melainkan materi satu2 nya kenyataan ialah manusia kongkrit manusia hanya proyeksi dari harapan2 kosong cita2 manusia belaka. Pengalaman mistik al-Hallaj bersatu dengan Tuhan dinamakan hulul. Ajarannya itu mirip dengan ajaran Syekh Siti Jenar, salah seorang sufi kontroversial di Jawa. Ketika hulul sedang berlangsung,dia orang pada ngigo ngeluarin kata2“Anã aI-Haqq” (Aku adalah Yang Maha Benar). Dalam istilah tasawuf, al-Haqq berarti Tuhan. Kata itu sering diterjemahkan menjadi “Aku adalah Tuhan”. Dalam ajaran itu mereka menyatakan bahwa Tuhan bersemayam dalam tubuh manusia,bisa jadi seperti ajaran kristen yang anda sebutkan sebelum nya untuk menjadi tuhan sifat ajaran2 nya itu manusia kudu mabuk terlebih dahulu supaya mengalami/ngerasain dalam dirinya ada sifat/rasa ketuhanan atau kesetanan. ________________________________ From: wawan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 15, 2012 8:54 PM Subject: [proletar] Feuerbach vs Husayn Mansyur Al Hallaj... reposting http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/252920 Saya bersinggungan dengan wacana Husayn Mansyur Al Hallaj, mungkin kira-kira di tahun 2000-an, melalui buku A History of God Karen Armstrong, lalu juga di The Heritage of Sufism, tidak puas dengan itu saya lanjutkan di bukunya Tawassin, karena saya tidak ingin hanya membaca sejarahnya saja, tapi pengin tau isi pemikirannya langsung. Husayn Mansyur Al Hallaj, saya sebut Jesusnya Islam, mati di tiang gantungan, demi sebuah keyakinan atau sinkretisme islam dan kristen. Di kalangan islam sendiri dia dianggap bidah/sesat. Tingkah lakunya unik hampir seperti orang gila, kemana-mana dia diikuti oleh seekor anjing budug, yang jelas diharamkan oleh Islam. Di pasar-pasar Baghdad, ketika itu dia sering teriak teriak "anna al haq" atau yang artinya "akulah kebenaran" Secara filsafat, pemikiran Husayn Mansyur Al Hallaj ditiru oleh Syeh Siti Jenar atau syeh lemah abang di jawa. Tapi dalam hal teriakannya yang paling terkenal, ditiru oleh Maria Ozawa, ...Maria Ozawa sering meniru ucapan paling heboh dari Husayn Mansyur Al Hallaj, ...."Annal al haq" yang artinya adalah "analnya maria ozawa adalah kebenaran" Al Hallaj hidup di abad 9 di wilayah yang sekarang disebut dengan Iraq, Al-Hallaj adalah sosok kontroversial, dalam bukunya Tawassin, dia sudah mengidentifikasi bahwa Allah dan Iblis adalah dialektika personifikasi yang ada di dalam jiwa manusia. "Guruku adalah Firaun dan Iblis" demikian Al-Hallaj menegaskan siapa dirinya, tanpa Firaun dan Iblis maka Allah itu tidak akan ada gunanya. Allah menjadi berguna dan kalian sembah karena adanya Firaun dan Iblis. Untuk itu kalaupun ada mahluk yang paling berjasa membuat Allah mempunyai derajad tinggi, dia tak lain adalah Firaun dan Iblis. Firaun dan Iblis selalu dicaci, selalu dimaki, dijadikan kambing hitam dari segala perbuatan kejahatan, tapi tanpa semua itu, tidak ada orang akan memuja-muji Allah. Firaun dan Iblis merupakan mahluk yang mengorbankan dirinya demi mensucikan Allah." Demikianlah pemikiran dialektika paling sederhana dari Al-Hallaj. Islam, sudah dari historynya sulit menerima toleransi pemikiran. Sehingga tak lama kemudian Al-Hallaj dihukum mati, sebelum dihukum mati, Hallaj ditengok muridnya dan mereka mengadakan percakapan, dan muridnya konon memahami pemikiran Al-Hallaj yang sungguh luar biasa bagi seorang pemikir besar Sufism. Eropa,di abad 17 mengalami Age of Rationalism, kemudian menuju ke Age of Enlightenment. Muncul filsuf-filsuf rasionalis seperti Rene Descartes, Baruch Spinoza, Nietzsche, dan Feuerbach. Terjadi dialektika antar mereka, dan dialektika mereka cukup keras, didalam The Essence of Christianity, Feuerbach juga menjelaskan konsep Trinitas dengan apiknya. Trinitas seperti tak lain simbol dialektika didalam diri kita sendiri, atau artinya Jesus merupakan seorang dialektis besar dijamannya. Konsep ketuhanan dan trinitas tak lain merupakan suatu pola pikir kita sendiri yang logic dan dialektik. Feuerbach hidup di era abad pencerahan Eropa, sehingga tulisannya dikenang, kemudian dilanjutkan oleh Karl Marx. Demikianlah nasib dua orang dialektis besar yang mencoba memahami ajaran ketuhanan dengan perspektive berbeda. Hallaj mencoba berpikir dialektis dalam menguarai filsafat Islam mati di tiang gantungan, dan Feuerbach mengurai filsafat dialektis dari ajaran Christian, dan selanjutnya paham Feuerbach ini menjadi titik tolak bagi sekulerisme dan kemajuan kebudayaan Eropa, terutama membantu Karl Marx dalam mengabstraksikan kebutuhan riil sosok mahluk hidup yang disebut manusia yang sesungguhnya, yaitu menciptakan surga sosialisme di dunia, dimulai dari benua Eropa. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
