saya coba sok jadi pisikawan yah :-)

benernya kalau dalam perspektive fisikalisme

1. tubuh kita itu hanya tersusun oleh partikel-partikel saja, untuk itu boleh 
disebut tubuh kita adalah tubuh biologis, didalam fisika-nya disebut carbon 
(biologi sebenarnya cabang ilmu fisika)

2. ketidaknalaran banyak hal, itu sebenarnya telah teridentifikasi oleh Werner 
Heisenberg dan didetailkan oleh Richard Feynman,

1 partikel saja diamati bisa molak malik jadi gelombang dan partikel lagi (wave 
and particle duality)

dan juga secara momentum/waktu dan posisi nggak pernah sama:

contoh pengujian pertama:

partikel menempuh jarak 100 meter dengan kecepatan 10 ms

kemudian didalam pengujian kedua, ditetapkan berapa meter jarak yang ditempuh 
oleh partikel dalam waktu 10 ms, eh ternyata itu si partikel malah kabur sejauh 
110 meter

pengujian ketiga, ditetapkan jarak lagi 100 meter:
eh, hasilnya partikel itu menempuh jarak 100 meter dengan waktu 12 ms

kaco dah, lantas pengamatan si Werner ini menjadi interprestasi kopenhagen dan 
melemaskan banyak fisikawan yg awalnya optimis dengan fisika untuk mengerti 
bagaimana alam bekerja...

kakek einstein yang sudah tua kagak percaya sama si werner, tapi bohr, pauli, 
dan banyak fisikawan lainnya membuktikannya, termasuk richard feynman,

demi menghormati kakek Einstein yang sudah tua dan batuk-batukan, Pauli dan 
Bohr menjenguk kakek Einstein ke rumahnya untuk menjelaskan 'uncertainty 
principle'nya....


Kakek Einstein tetep kukuh bahwa alam raya ini tidak mungkin bergerak 
acak-acakan seperti itu, alam semesta ini pasti bergerak dengan penuh harmony...

kakek Einstein lalu menunjukan percobaannya, pauli menjelaskan ke kakek...

Kakek, yang kakek ujicoba itu justru membenarkan teori uncertainty...,tapi 
kakek Einstein tetap tidak percaya (inilah kehebatan ilmuwan, tetap harus 
selalu ragu)


akhirnya, fisikawan saat ini punya idiom
'tuhan tidak saja bermain dadu, tapi melemparkannya ke segala arah'

ini untuk menjelaskan alam semesta yang sebenarnya bekerja dengan penuh 
'acak-acakan'

eh bukannya kalau kita sedang main band, melody gitar, bass, drum, organ itu 
bukannya bermain menurut pakemnya sendiri yang berbeda-beda, dan perbedaan 
melody gitar, bass, drum itu yg bikin harmony??? 


jadi keknya bener Werner Heisenberg dan Richard Feynman, keacak-acakan alam 
semesta ini sebenarnya menimbulkan harmony yang eksotis, menimbulkan pentas 
alam semesta yang detik per detiknya atau skala quantum waktu, pentas alam 
semesta ini tidak pernah sama...


wow sungguh indah pentas alam semesta yang sangat kreatif dan selalu 
inovative...(tidak pernah sama)

16 june 2012

#ws


--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> 
wrote:
>
> Musikhariini boleh juga :-)
> 
> Tepatnya "manunggaling kawula Gusti ..."



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke