Awal tahun 2000-an Saya pernah "goyang" saat mencoba menyimak surat at thahrim, 
ditambah lagi dengan kasus faktual banyaknya TKW yang pulang ke Indo bawa anak 
:-)

Betulkah Islam memperbolehkan menggauli budak tanpa nikah ? Bukankah Islam 
adalah agama yang membebaskan manusia dari perbudakan ?

(Serius dikit neh .. mgisep rokok dulu ah ..... )

...

Pertama, jika budak itu disebutkan secara umum bukan dalam konteks hubungan 
suami-isteri (seksual), maka ia disebut "AMATUN" (wa laamatun mu'minatun 
khaerun min musyrikatin walaw a'jabatkum" (Al Baqarah: 221).

Kedua, jika budak itu disebut dalam konteks hubungan seksual, maka ia disebut 
"Milkul yamiin" (Aw maa malakat aemaanukum) di S.an Nisa: 4 

Dari kedua penyebutan di atas jelas, bahwa dalam Islam seandainya memang ada 
budak, tak akan dibenarkan untuk digauli sampai terjadi proses hukum yang 
disebut "NIKAH". Jika seorang "AMATUN" tadi dinikahi maka secara otomatis akan 
berubah statusnya menjadi "Milkul-yamin" (milik tangan kanan, yang dapat 
diartikan dimiliki secara sah), yang sebenarnya statusnya bukan lagi budak, 
tapi isteri sah dari bekas tuannya.

Maria adalah seorang raja yang diberikan kepada Rasul. Maria adalah salah 
seorang budak wanita raja tersebut. Mohon dikaji kembali sejarah itu baik-baik 
lagi. Dalam beberapa ungkapan sejarah, Maria tetap disebut sebagai zawjun Nabi. 
Bahkan kita belum menemukan bahwa beliau (Maria) itu disebut sebagai hamba 
sahayanya nabi.

Jika kesimpulan jusplik menyatakan bahwa Maria adalah hamba sahaya nabi, maka 
di sini rasanya terjadi kontradiksi dengan misi Rasulullah SAW yang salah 
satunya membebaskan manusia dari perbudakan terhadap sesama. Kok sampai tega 
rasulullah SAW masih memperbudak, berhubungan lagi dengan budak itu hingga 
lahir beberapa anak darinya.  :-)

Islam datang dengan tujuan, salah satunya, membebaskan perbudakan di atas bumi 
ini. Salah satunya dengan menganjurkan kepada para tuan untuk mengawini 
budaknya sehingga secara otomatis terbebas dari perbudakan.

S. An nisa 25 : diperbolehkan untuk menikahi budak-budak wanita.   Dengan 
pernikahan itu sendiri menjadikan kedua insan itu sejajar.  

konteks Qur'an secara menyeluruh dan maqaasidus syari'ah, salah satunya adalah 
hifzunnasala (menjaga kemurnian keturunan)...

KESIMPULAN :

Pertama, seringkali kita bersikukuh menafsirkan ayat-ayat Al Qur'an secara 
harfy (TEKSTUAL), tanpa ingin melihat kepada KONTEKS Al Qur'an secara kaaffah 
dan syamil dengan melihat pula kepada KONTEKS ajaran yang diperjuangkan Al 
Qur'an, hanya karena hal ini untuk menjustifikasi pendapat "Kami". Sifat 
'ashobyah seperti ini cukup lama mematikan daya nalar dan intellectual 
capabilities yang kita miliki.

Kedua, Islam sejak awal memiliki komitmen untuk menghapuskan perbudakan. Salah 
satu makna inti dari "syahadah" kita adalah menghapuskan seluruh bentuk 
perbudakan, khususnya perbudakan formal seperti yang pernah terjadi itu.  

Ketiga, salah satu tujuan utama syariat iSLAM adalah "hifzun nasal" (menjaga 
kemurnian keturunan) sehingga perzinahan diharamkan.  

bEGITU pLIK ....
Makanya kalau Googling yang imbang dikit kenapa seh ...
Jadi ateis itu cerdas dikit kenapa seh plik ...
Jangan malu-maluin orang ateis dong ah ...

PLAK !



--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> 
wrote:
>
> PLAK !
> Lha iyalah plik .... PLAK !
> Masa iye kita2 mesti mengangkat ente menjadi jungjunan ...
> mimpi ah ...
> PLAK !
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Komik nabi babi Muhamamd yang dijadikan junjungan dan panutan oleh orang 
> > Islam Indonesia...
> > 
> > 
> > http://www.prophetmuhammadillustrated.com/muhammad-dan-hafsa.html
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke