http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5372

Kamis, 04 Agt 2005,


Penyelidikan Korupsi Setneg Ditunda 

JAKARTA - Pengungkapan dugaan korupsi di sekretariat negara (setneg) 
membutuhkan waktu lebih lama. Itu terjadi setelah Timtastipikor (Tim 
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) memutuskan menunda penyelidikan.

Mengapa ditunda? Hal itu merupakan permintaan tertulis Mensesneg Yusril Ihza 
Mahendra. Alasannya menunggu hasil audit BPK. "Kita harus menghormati 
permintaan itu," kata Hendarman yang ditemui di Gedung Bundar Kejagung Jakarta 
kemarin. 

Dengan penundaan tersebut, Timtastipikor sejak dibentuk 2 Mei 2005 telah 
menunda penanganan tiga dugaan korupsi berkategori big fish (kakap). Selain 
setneg, penundaan penyelidikan juga terjadi di Pertamina dan PT Telkom.

Hendarman mengatakan, hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) akan membantu 
penyelidikan Timtastipikor. Sebab, temuan BPK kelak dijadikan referensi untuk 
menajamkan potensi kerugian negara sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan. 
"Ini juga untuk menghindari kesalahan persepsi jika ada hal-hal baru dari hasil 
hasil audit BPK," jelasnya.

Dia meminta agar BPK segera melimpahkan hasil auditnya seperti yang dijanjikan 
pertengahan Agustus ini. Bagaimana jika BPK tidak menemukan indikasi korupsi? 
"Akan tetap kita selidiki. Temuan kita (dugaan korupsi setneg) sudah duluan 
masuk. Sebagai penyidik, tidak dilarang menyimpulkan ada tidaknya pidana," kata 
Hendarman.

Hendarman mengatakan, penyelidikan di setneg mengarah pada anggaran 2004. Tapi 
jika ditemukan indikasi korupsi lain, tak tertutup kemungkinan mengusut 
penggunaan anggaran tahun-tahun sebelumnya. "Kalau ditanya apa kasusnya, saya 
nggak akan ngomong," tegasnya.

Yang pasti, penyelidikan terkait dengan penggunaan anggaran rutin (APBN) dan 
pengelolaan aset setneg (Gelora Bung Karno, Bandar Kemayoran, dan Taman Ria 
Senayan). Selama beberapa pekan penyelidikan, lanjut Hendarman, tim penyelidik 
telah memanggil empat staf setneg untuk dimintai keterangan. "Mereka kita minta 
untuk mencocokkan dokumen-dokumen kita," ungkap Hendarman. 

Selain itu, sedikitnya 20 rekanan juga diperiksa. Ada yang didatangi, 
diwawancarai, dan dipanggil terkait peranan mereka bermitra menggarap berbagai 
proyek di setneg. "Dari kesimpulan penyelidikan, ditemukan kerugian negara," 
kata Hendarman. 

Seperti diketahui, penanganan dugaan korupsi setneg didasarkan surat perintah 
penyelidikan bernomor 33/F2/FD.1/05/2005. Tim penyelidik diketuai Bambang Setyo 
Wahyudi. Bondan Gunawan, mantan Sesneg di era Abdurrahman Wahid, mengaku 
mempunyai dokumen terkait berbagai penyimpangan dugaan korupsi setneg. 

Bondan pernah menyerahkan dokumen tersebut ke Kejagung, tapi tidak dilanjutkan 
ke tahap penyidikan. Sebelum diganti Djohan Effendi, aktivis LSM itu juga 
pernah menertibkan dana nonbujeter setneg, seperti bantuan presiden (banpres) 
Rp 500 miliar agar dimasukkan ke kas negara alias APBN. (agm) 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h7cogms/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123194275/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke