http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=183538
Kamis, 04 Agt 2005,



Kekayaan Pejabat Polri


Sepekan terakhir, koran ini memberitakan mengenai gaya hidup para pejabat di 
lingkungan Polri. Gaya hidup mereka cukup mewah; rumah bak istana di mana-mana 
dan berbagai merek mobil baru memenuhi garasi. 


Belum lagi, rekening pribadi yang mereka miliki. Pusat Pelaporan dan Analisa 
Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya rekening tidak wajar 15 perwira 
tinggi Polri. Pihak kepolisian sendiri enggan menanggapi, hanya mereka menyebut 
tidak semuanya perwira tinggi. Sebaliknya, kita sebagai masyarakat 
bertanya-tanya, benarkah hanya 15 rekening yang patut dicurigai? Atau itu hanya 
skalanya yang kakap, yang kabarnya, satu orang ada yang saldo rekeningnya 
hingga mencapai Rp 800 miliar? Angka yang luar biasa besar di saat masih banyak 
masyarakat yang susah mempertahankan saldo rekening Rp 100 ribu saja.


Benarkah Indonesia ini negara miskin? Jawabannya menjadi relatif. Kalau kita 
melihat kehidupan sebagian besar masyarakat kita di desa atau di pinggiran 
kota-kota besar, kasat mata betapa miskinnya kita. Tidak perlu melihat angka 
pendapatan per kapita karena itu angka rata-rata umum yang memiliki derajat 
deviasi (penyimpangan) sehingga tidak bisa tepat memotret realitas ekonomi 
masyarakat.


Tetapi, lihatlah kehidupan sebagian kecil kelompok masyarakat kita, termasuk 
para pejabat perwira menengah Polri yang ditulis koran ini atau juga para 
perwira tinggi yang rekeningnya dicurigai PPATK itu? Mungkin, negara-negara 
maju yang menjadi pemberi utang pemerintah sekaligus penyumbang besar bencana 
tsunami di Aceh akan terperangah, ternyata banyak juga orang Indonesia -selain 
pengusaha- yang hartanya miliaran rupiah.


Kaya memang tidak dilarang dalam agama, bahkan dianjurkan. Sebab, kemiskinan 
akan dekat dengan kekufuran. Tetapi, cara menjadi kaya itulah yang patut 
dipertanyakan. Jika mereka pengusaha sukses, memiliki bisnis besar, pantas kaya 
raya karena bisnisnya. Tetapi, bagaimana para pejabat publik -termasuk perwira 
polisi tadi- yang gaji per bulannya hanya maksimal Rp 5 juta, kok bisa kaya 
raya sampai-sampai saldo rekeningnya miliaran rupiah?


Ada orientasi yang salah di benak sebagian besar masyarakat kita. Kekayaan 
materi dianggap sebagai tujuan. Ukuran derajat seseorang masih diidentikkan 
dengan berapa banyak kekayaan yang dimiliki. Hampir semua lapisan masyarakat 
berpikiran seperti itu. Akibatnya, mereka korupsi. Kaya menjadi tujuan dan cara 
menjadi kaya itu tidak penting lagi. Jika saat ini masih ada yang belum 
korupsi, itu bukan karena tidak mau korupsi, tetapi karena belum ada kesempatan 
untuk meneguk keuntungan dengan cara tidak halal itu.

Di negara maju, misalnya Amerika Serikat, tidak bisa dikatakan sebagian besar m
asyarakatnya kaya. Tetapi, mereka hidup cukup. Ada kelompok masyarakat yang 
kaya raya, banyak masyarakat yang hidup kelas menengah secara ekonomi, dan 
sedikit masyarakat yang hidup miskin. Tetapi, orientasi masyarakat di negara 
maju tidak semata-mata materi. Materi dinilai sebagai alat untuk mencapai 
tujuan. Apa tujuannya? Peningkatan kemakmuran dan kenyamanan hidup bersama. 
Sedangkan di sini, di tengah banyaknya orang kaya dan mobil mewah di jalan 
raya, kondisi fisik jalan rayanya sendiri tak pernah baik. 

Korupsi seperti menjadi way of life masyarakat kita. Mulai korupsi yang 
miliaran hingga pengurusan KTP di kelurahan, semuanya tak lepas dari praktik 
korupsi. Jika masih ada di antara kita yang memiliki kesempatan untuk korupsi, 
namun sadar tidak melakukannya, pastilah dia akan menjadi orang asing dan 
mungkin diasingkan. (*)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hpnunid/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123194512/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke