Oh jadi kalo rumah atau ruko dipake sbg tempat ibadah itu ga boleh. Kalo gitu, 
orang Islam jg kagak boleh nungging2 di dlm rumah atau ruko, kan nungging2 itu 
adalah ibadah.




>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, June 19, 2012 10:07 PM
>Subject: [proletar] Ruko Jadi Rumah Ibadah, Warga Aceh Mengamuk
> 
>
>  
>http://www.shnews.co/detile-3408-ruko-jadi-rumah-ibadah-warga-aceh-mengamuk-.html
>
>Ruko Jadi Rumah Ibadah, Warga Aceh Mengamuk 
>Junaidi Hanafiah | Senin, 18 Juni 2012 - 13:41:22 WIB
>
>(dok/ist)GBI tidak kantongi izin. 
>BANDA ACEH – Sebuah rumah toko yang digunakan sebagai tempat ibadah 
>dihancurkan massa di Banda Aceh, Minggu (17/6), sekitar pukul 10.45 WIB. 
>
>Tempat ibadah yang berlokasi di Jl HT Daudsyah No 47 Kecamatan Kuta Alam 
>Peunayong Banda Aceh tersebut didatangi massa sekitar pukul 10.45. Mereka 
>memprotes ruko tersebut dijadikan tempat ibadah, padahal tidak ada izin untuk 
>itu. 
>
>“Karena sudah bersitegang dan tidak ada kesepakatan, akhirnya massa kecewa dan 
>marah, sehingga terjadi aksi perusakan gereja,” kata Usman, seorang saksi mata 
>kepada SH. 
>
>Perusakan itu menyebabkan meja, kursi, komputer, dan kaca hancur dengan 
>kerugian ratusan juta, namun tidak ada korban jiwa. “Pukul 12.00 WIB, massa 
>membubarkan diri, dan kasus sudah ditangani Polresta Banda Aceh,” ujar Usman. 
>
>Kepala Desa Peunayong, Syarifuddin, mengakui kejadian itu berlangsung sekitar 
>pukul 11.00. Ia mengatakan sehari-hari ruko tersebut digunakan sebagai tempat 
>kursus bahasa asing. Ia mengaku kurang mengenal massa yang datang. “Saya 
>memang melihat massa mengobrak-abrik lantai satu ruko tersebut,” kata 
>Syarifuddin. 
>
>Ia mengenal Nico Tarigan, warga asal Medan yang menghuni ruko itu. Menurutnya, 
>Nico cukup ramah dan bersahabat dengan warga lain. “Kami sering duduk-duduk, 
>bahkan saya pernah mengingatkan agar ia mengurus izin karena rencananya juga 
>mau buat les privat di ruko tersebut,” kata Syarifuddin. 
>
>Kades Peunayong itu mengatakan ada dua orang yang terdaftar sebagai penduduk 
>Peunayong dari lima orang yang tinggal di ruko tersebut, salah satunya Nico. 
>“Tidak ada aktivitas di ruko itu, hanya hari Minggu terlihat ramai,” ujarnya. 
>
>Syarifuddin mengakui awalnya ruko itu dibeli Yayasan Kasih Peduli Masyarakat 
>Indonesia (YKPMI) saat tsunami dulu, dan dipakai untuk menyalurkan bantuan 
>tsunami. Ruko itu diketahui belum memiliki izin sebagai tempat berdoa umat 
>Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan belum mengantongi izin tempat les privat. 
>
>“Saya sudah ingatkan Nico Tarigan agar mengurus izin-izinnya, tapi saya tidak 
>tahu massa tiba-tiba sudah datang ke ruko yang dijadikan tempat berdoa umat 
>GBI tersebut. Saya pernah tanyakan ke Nico, kenapa tidak berdoa di GBIP, lalu 
>katanya lain aliran,” Syarifuddin melanjutkan. 
>
>Camat Kuta Alam Diwarsyah menuturkan, para jemaat mengaku akan membuka les 
>privat bukan tempat ibadah. Sebelumnya, kata Diwarsyah, mereka membuka toko di 
>kawasan pasar sayur Peunayong. “Untuk les privat belum ada izin juga. Warga 
>marah mereka melakukan ibadah di tempat yang tidak ada izin,” tuturnya. 
>
>Kapolresta Banda Aceh Kombes Moffan MK mengatakan kepolisian sudah mengamankan 
>insiden ini. 
>
>“Masalah perizinan saja. Sebenarnya yang didemo itu sebuah ruko yang digunakan 
>untuk tempat ibadah, namun belum ada izin. Kami dari polisi akan melihat dan 
>mendalami apa dan bagaimana yang sebenarnya terjadi. Kami juga akan koordinasi 
>lagi dengan pemda," katanya. Pascakejadian, polisi mengamankan 12 jemaat GBI. 
>“Ya sementara ini kami sudah minta keterangan 12 orang,” kata Moffan. 
>
>Intoleran 
>
>Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) 
>Aceh, Destika Gilang Lestari mengatakan, kasus itu mestinya diselesaikan 
>dengan musyawarah dan mufakat. Ia mengkhawatirkan toleransi beragama kian 
>hilang dari Aceh. 
>
>“Lokasi peristiwa penyerbuan tersebut merupakan sebuah kawasan yang heterogen, 
>banyak dihuni warga keturunan dan merupakan sebuah daerah perdagangan,” 
>ujarnya. 
>
>Kontras Aceh juga meminta para jemaat melaksanakan ibadah di tempat yang 
>disediakan pemerintah. “Tentunya, kami mengharapkan persoalan penyerbuan 
>tempat yang diduga sebagai rumah peribadatan bukan konflik antarumat beragama, 
>tapi merupakan penertiban rumah ibadah,” katanya. 
>
>Lebih jauh, Destika meyakini rentetan kasus intoleransi beragama dipicu 
>ketidakmampuan negara dalam memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat 
>selama ini. Begitu permisifnya negara terhadap kelompok-kelompok intoleran 
>dalam kasus-kasus berbasis agama adalah buktinya. 
>
>“Tentunya Kontras Aceh mengharapkan kasus-kasus penyerangan rumah ibadah tidak 
>terulang dan aparatur negara harus turut terlibat aktif memberikan 
>perlindungan kepada kelompok minoritas. Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) 
>Pasal 127 Ayat (2) menyebutkan tentang adanya jaminan kebebasan terhadap agama 
>yang dianut oleh umat beragama dan melindungi sesama umat beragama untuk 
>menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya,” kata Destika. 
>
>Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Said Yulizar, mengaku terkejut 
>dengan kasus ini. Menurutnya, apa yang dilakukan kelompok umat beragama di 
>Peunayong tersebut dapat merusak kerukunan antarumat beragama di Aceh. 
>
>"Aktivitas keagamaan yang tertutup dan sembunyi-sembunyi serta hanya diketahui 
>kelompok sendiri tentu dapat menimbulkan kecurigaan orang lain," ujar Said 
>Yulizar. 
>
>Masyarakat Aceh tidak akan mengganggu umat beragama lain beribadah jika 
>dilakukan secara terbuka, "Semua gereja di Banda Aceh tidak pernah diganggu, 
>umat beragama minoritas juga tidak pernah diintimidasi di Banda Aceh jika 
>tidak mengganggu atau mengusik ketenteraman dalam beragama," katanya. 
>
>(Sinar Harapan) 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke