SUARA KARYA

             Harga Minyak Chaos Harus Diantisipasi 


            Jumat, 5 Agustus 2005
            JAKARTA (Suara Karya): Kerusuhan dan situasi chaos sangat mungkin 
terjadi melanda Indonesia bila harga minyak di pasar dunia terus meningkat 
hingga menjadi 70 dolar AS per barel sampai akhir tahun ini. Bahkan untuk kurun 
tahun 2006, kompetisi Cina dan AS dalam berburu minyak kian meningkat, dan di 
sisi lain Iran meneruskan program nuklir terus berjalan, prediksi itu bukan 
mustahil. 

            "Kalau situasi tersebut terjadi, dan pemerintah gagal menangani 
masalah BBM di dalam negeri, kerusuhan bisa saja melanda Indonesia," kata 
pengamat energi Kurtubi kepada Suara Karya di Jakarta, kemarin. 

            Menurut Kurtubi, efek lebih buruk lagi bisa terjadi jika pada tahun 
2007 harga minyak di pasar dunia menyentuh 100 dolar AS per barel. Namun 
demikian, bila pemerintah mampu mencarikan solusi yang komprehensif, seperti 
dengan menaikkan harga BBM secara bertahap dan terencana, chaos bisa dihindari. 

            Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman menepiskan 
asumsi bahwa harga minyak dunia yang terus membumbung ini bisa menimbulkan 
situasi chaos di masyarakat. Yang penting, katanya, kemungkinan itu harus bisa 
diantisipasi sejak jauh hari. 

            Itu, menurut Ali, antara lain dilakukan dengan mengembangkan 
program mencari energi alternatif, seperti menyiapkan minyak jarak dan energi 
biodiesel. Program seperti itu, ujarnya, sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. 
"Jadi, kita harus bergerak cepat," katanya. 

            Sementara mantan Pelaksana Tugas Sekjen OPEC Maizar Rahman 
berpendapat, terus meningginya harga minyak dunia ini lebih disebabkan oleh 
kapasitas kilang yang tidak bisa mengikuti pertumbuhan permintaan minyak dunia. 
Saat ini saja, katanya, utilisasi kilang sudah mencapai 98 persen. Sementara 
permintaan minyak dunia selama kurun 2005-2006 meningkat hingga 3,1 juta barel 
per hari (bph). 

            Sementara itu, Manajer External Affairs PT Caltex Harry Bustaman 
mengatakan bahwa kenaikan harga BBM memang terus berlangsung. Namun kenaikan 
itu tidak semata-mata menguntungkan perusahaan minyak raksasa. (Sabpri)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h0qj9r0/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123197601/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke