Dan jangan salah, banyak daerah itu emang dijual atau diberikan ke VOC oleh 
penguasa di Indobesia sendir?dimana itu!


Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah 
perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang 
terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah 
Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang 
dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang 
ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik 
korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli 
sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. 
Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.
Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang 
pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini 
melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa.

________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Friday, June 22, 2012 5:53 PM
Subject: Re: [proletar] Komùpas: Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh 
Belanda 
 

  
Faktanya emang Belanda ga pernah ngejajah Indonesia selama 350 thn. VOC itu 
cuma sebuah perusahaan swasta, kalo ngoceh VOC adalah negara Belanda, itu kan 
cuma kibulan unt nutup2in fakta bhw orang Indonesia begitu ga becusnya sampe 
banyak daerah dikuasai oleh perusahaan swasta.

Dan jangan salah, banyak daerah itu emang dijual atau diberikan ke VOC oleh 
penguasa di Indobesia sendiri, jadi bukan dijajah, tp emang dimiliki oleh VOC 
dgn sah. Kecuali kalo kita anggap penguasa lokal itu ga pernah punya hak atas 
daerah yg mereka berikan ke VOC.

>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Saturday, June 23, 2012 11:04 PM
>Subject: Re: [proletar] Komùpas: Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh 
>Belanda 
> 
>
>  
>http://forum.kompas.com/nasional/27406-indonesia-tak-pernah-dijajah-350-tahun-oleh-belanda.html
>
>From: Bukan Pedanda 
>Sent: Friday, June 22, 2012 4:20 PM
>To: [email protected] 
>Subject: [proletar] Komùpas: Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh 
>Belanda 
>
>Saya muat berita itu selengkap...
>
>---
>
>MEDAN, KOMPAS.com  Sejarawan Universitas Indonesia (UI), Prof Taufik Abdullah, 
>mengatakan, Indonesia tidak pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda 
>selama 350 tahun.
>
>"Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup di 
>bawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun. Ini tidak sesuai dengan fakta, 
>yang terjadi justru Belanda memerlukan lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan 
>beberapa daerah di Hindia Belanda," katanya di Medan, Selasa (19/1/2010).
>
>Hal tersebut dikatakannya di sela seminar nasional pengusulan Sultan Serdang 
>ke-5, Sulaiman Syariful Alamsyah (1881-1945), sebagai Pahlawan Nasional. 
>Taufik mengatakan, orang-orang Belanda pertama kali masuk ke Indonesia pada 
>tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius de Houtman yang mendarat di salah satu 
>pelabuhan dan pusat kekuasaan di Nusantara saat itu, yakni Banten.
>
>Kolonialisme Belanda berakhir pada tahun 1942 ketika Hindia Belanda diserbu 
>dan diduduki oleh bala tentara Jepang. "Logikanya, apakah masuk akal kalau 
>dikatakan bahwa Belanda langsung berkuasa ketika mereka baru saja datang di 
>Banten," katanya.
>
>Taufik mengatakan, ironi dalam mitos yang dianggap sejarah itu juga berlanjut 
>pada abad ke-17 yang boleh dikatakan sebagai zaman ketika berbagai kerajaan di 
>Kepulauan Nusantara diperintah oleh raja-raja besar dan berkuasa.
>
>Abad ke-17 adalah masa berjayanya Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang 
>meluaskan kekuasaannya ke tanah Semenanjung dan Pantai Barat Sumatera, 
>demikian juga dengan Sultan Agung yang meluaskan kekuasaannya ke seluruh Jawa, 
>kecuali Banten dan Batavia. Begitu juga dengan Raja Tallo yang sekaligus 
>menjabat Perdana Menteri Kerajaan Gowa dan Sultan Hasanuddin, Raja Gowa 
>(1653-1669).
>
>Mereka memerintah di kerajaan masing-masing dan biasa juga terlibat dalam 
>kompetisi dan konflik sesama mereka. Pada masa itu pula mereka menghadapi 
>dengan gagah berani infiltrasi kekuatan asing, seperti Belanda, Spanyol, dan 
>Portugis.
>
>"Lalu, bagaimana harus dipahami kalau di bawah kolonialisme Belanda 
>memerintah, raja-raja di Nusantara itu memiliki kekuasaan yang cukup besar dan 
>bahkan sibuk memperluas wilayah kekuasaan mereka masing-masing," katanya.
>Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup di 
>bawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke