--- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote: > > > > di dalam Aq dikatakan bahwa derajat kaum lelaki di tinggikan dari kaum > perempuan.. > saya sebagai perempuan menyadari bahwa benar adanya..
masak sih seperti itu? setahu gw, semua manusia, laki2 atau perempuan, semuanya sama dihadapan tuhan. > tak banyak kaum perempuan yg dapat mengontrol emosi nya se tegar kaum lelaki, > menggunakan logika nya setajam lelaki, bertanggung jawab kepada keluarga nya > seperti yg dilakukan kaum lelaki.. > hehehe... tak banyak juga kaum laki2 yang bisa mengurus anak dan mengatur keluarga seperti kaum perempuan. ini kan seperti bentuk kerja sama, laki2 yang mencari nafkah sedangkan perempuan yang mengatur rumah tangga dari hasil nafkahnya. sering dalam perkawinan dikatakan pasangan pengantin itu akan mengarungi bahtera kehidupan, diambil analogi seperti berlayar. laki2 sebagai nakhoda dan perempuan sebagai mualim. tanpa kerja sama yang baik diantara suami/istri, nakhoda/mualim, tentunya bahtera tersebut akan karam ditengah perjalanan. > kalau dalam satu keluarga ada satu saja yg seperti ini, maka apapun persoalan > keluarga termasuk soal pembagian waris, akan berjalan dengan sempurna.. > masalah waris gw sudah pernah tulis bahwa perempuan mendapatkan 1/2 dari laki2 adalah merupakan keuntungan perempuan, bukannya kerugian peremouan perempuan dari sejak lahir, dewasa sampai masa tua kehidupannya selalu ditanggung. pada saat kecil ditanggung oleh orang tua, pada saat dewasa ditanggung oleh suami, dan pada saat tua ditanggung oleh anaknya. kembali kepada warisan dalam hukum islam... jika laki2 mendapatkan warisan 1 juta rupiah, tentunya perempuan mendapatkan 500 rb. tapi, sekali lagi gw tekankan, warisan yang 500 rb tersebut semuanya dan seluruhnya merupakan hak untuk perempuan karena perempuan tersebut hidupnya sudah ditanggung oleh suami. sebaliknya, laki2 mendapatkan 1 jt tapi uang warisan tersebut akan dibagi lagi kepada keluarganya karena laki2 sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab terhadap keluarganya secara finansial. memang keliatannya secara angka laki2 mendapatkan lebih besar 2X lipat, tapi pada kenyataannya, perempuan mendapatkan lebih banyak dari pada laki2 karena perempuan secara finansialmsudah ditanggung oleh suami. anyway, nabi muhammad sangat menghormati perempuan. dari sejak lahir bapaknya sudah meninggal dan beliau diurus oleh ibunya. makanya beliau sangat menghormati kaum perempuan sehingga dikatakan "surga dibawah telapak kaki ibu", atau ditanya ketika siapa orang yang paling dihormati, "nomor satu hormati ibu, nomor dua hormati ibu, nomor tiga hormati ibu, nomor empat hormati bapak". jadi menurut gw, nggak mungkin lah al quran merendahkan derajat kaum perempuan karena nabi muhammad sangat menjujnjung tinggi perempuan. pasti derajatnya laki2 dan perempuan sama lah dihadapan tuhan. yang membuat berbeda manusia berbeda derajatnya dihadapan tuhan hanyalah, amal dan ibadahnya. > masalahnya adalah ada diantara kaum lelaki yg merendahkan derajat diri nya > sendiri.. > contohnya Jusfiq dan si Item, > persoalan keluarga ditangan mereka akan menjadi kacau balau.. > apalagi masalah waris.. kebayang deh.. sudah dapat di prediksi.. > > > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > Pada kenyataannya memang begitu. Bahkan beberapa kawan & > > kenalan asal Minang (suku yang cukup kental dengan keislaman) > > tidak menelan mentah-mentah pembagian hak waris menurut syariat. > > Keluarga mereka bisa membuat putusan soal waris yang lebih > > berdasarkan asas keadilan. > > > > Dan ini bukan semata karena budaya Minang menganut sistem > > matriarkhat. > > > > > > --- From: "habe arifin" <habearifin@> > > > > > > > > > Syariatisasi Hukum Nasional > > > Oleh: KH. Abdurrahman Wahid > > > > [...] > > > > > Begitu juga harta warisan dibagikan kepada anak lelaki dua kali > > > lipat dari apa yang dibagikan kepada anak perempuan. Dalam > > > kenyataan, banyak terjadi para lelaki "melepaskan" haknya itu > > > sehingga anak perempuanpun mendapat pembagian yang sama dengan anak > > > lelaki. Perubahan ini terjadi karena adanya proses penafsiran ulang > > > (re-interprestasi) ini adalah kenyataan hidup yang terjadi yang > > > tidak dapat dipungkiri oleh siapapun dan harus diperhitungkan oleh > > > para pengamat dunia Islam. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
