lu kagak pantes bicara masalah intim sama gw. ngaca gih.. --- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: > > Lu ga keberatan digarap sesuka hati oleh laki lu? > > "Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, > maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu > kehendaki." > > > > > > >________________________________ > > From: arra_s <arra_s@...> > >To: [email protected] > >Sent: Saturday, June 23, 2012 3:31 PM > >Subject: [proletar] Re: Syariatisasi Hukum Nasional > > > > > >Â > > > >" Lelaki adalah pemimpin (pelindung, penjaga) bagi perempuan, karena Allah > >telah melebihkan yang satu (kaum lelaki) terhadap yang lain (kaum > >perempuan), dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian harta yang > >mereka miliki" > > > >hehehe jadi nyari nyari deh, untung ketemu.. > >ada lagi yg lainnya kali.. > > > >soal waris, saya sendiri dari Minang, sewaktu ortu sudah tidak ada lagi, > >adik laki-laki mengatakan bagi sama rata saja, namun kami yg perempuan ber > >keras untuk mengikuti perbandingan 2:1, di karenakan pada saat itu kami yg > >perempuan semua bekerja.. > > > >jadi ya tergantung sikon, dan ke ihklasan.. > >dan juga tergantung, bagaimana cara ortu mendidik anak anak nya.. > >ortu saya mengajarkan bahwa materi bukan segalanya, melainkan "ilmu" > >dengan ilmu semua yg di inginkan bisa di dapat.. > > > >bukan ilmu ngeles atau cocologi nya si jusfiq ato ilmu pindah gawang nya si > >Item.. ilmu ini cuma mendatangkan bogem.. > > > >--- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > >> > >> > >> > >> --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@> wrote: > >> > > >> > > >> > > >> > di dalam Aq dikatakan bahwa derajat kaum lelaki di tinggikan dari kaum > >> > perempuan.. > >> > saya sebagai perempuan menyadari bahwa benar adanya.. > >> > >> > >> masak sih seperti itu? > >> > >> setahu gw, semua manusia, laki2 atau perempuan, semuanya sama dihadapan > >> tuhan. > >> > >> > >> > tak banyak kaum perempuan yg dapat mengontrol emosi nya se tegar kaum > >> > lelaki, menggunakan logika nya setajam lelaki, bertanggung jawab kepada > >> > keluarga nya seperti yg dilakukan kaum lelaki.. > >> > > >> > >> > >> hehehe... > >> > >> tak banyak juga kaum laki2 yang bisa mengurus anak dan mengatur keluarga > >> seperti kaum perempuan. ini kan seperti bentuk kerja sama, laki2 yang > >> mencari nafkah sedangkan perempuan yang mengatur rumah tangga dari hasil > >> nafkahnya. > >> > >> sering dalam perkawinan dikatakan pasangan pengantin itu akan mengarungi > >> bahtera kehidupan, diambil analogi seperti berlayar. laki2 sebagai > >> nakhoda dan perempuan sebagai mualim. tanpa kerja sama yang baik diantara > >> suami/istri, nakhoda/mualim, tentunya bahtera tersebut akan karam ditengah > >> perjalanan. > >> > >> > >> > kalau dalam satu keluarga ada satu saja yg seperti ini, maka apapun > >> > persoalan keluarga termasuk soal pembagian waris, akan berjalan dengan > >> > sempurna.. > >> > > >> > >> > >> > >> masalah waris gw sudah pernah tulis bahwa perempuan mendapatkan 1/2 dari > >> laki2 adalah merupakan keuntungan perempuan, bukannya kerugian peremouan > >> > >> perempuan dari sejak lahir, dewasa sampai masa tua kehidupannya selalu > >> ditanggung. pada saat kecil ditanggung oleh orang tua, pada saat dewasa > >> ditanggung oleh suami, dan pada saat tua ditanggung oleh anaknya. > >> > >> kembali kepada warisan dalam hukum islam... > >> > >> jika laki2 mendapatkan warisan 1 juta rupiah, tentunya perempuan > >> mendapatkan 500 rb. tapi, sekali lagi gw tekankan, warisan yang 500 rb > >> tersebut semuanya dan seluruhnya merupakan hak untuk perempuan karena > >> perempuan tersebut hidupnya sudah ditanggung oleh suami. > >> > >> sebaliknya, laki2 mendapatkan 1 jt tapi uang warisan tersebut akan dibagi > >> lagi kepada keluarganya karena laki2 sebagai kepala rumah tangga > >> bertanggung jawab terhadap keluarganya secara finansial. > >> > >> memang keliatannya secara angka laki2 mendapatkan lebih besar 2X lipat, > >> tapi pada kenyataannya, perempuan mendapatkan lebih banyak dari pada laki2 > >> karena perempuan secara finansialmsudah ditanggung oleh suami. > >> > >> anyway, nabi muhammad sangat menghormati perempuan. > >> > >> dari sejak lahir bapaknya sudah meninggal dan beliau diurus oleh ibunya. > >> makanya beliau sangat menghormati kaum perempuan sehingga dikatakan "surga > >> dibawah telapak kaki ibu", atau ditanya ketika siapa orang yang paling > >> dihormati, "nomor satu hormati ibu, nomor dua hormati ibu, nomor tiga > >> hormati ibu, nomor empat hormati bapak". > >> > >> jadi menurut gw, nggak mungkin lah al quran merendahkan derajat kaum > >> perempuan karena nabi muhammad sangat menjujnjung tinggi perempuan. pasti > >> derajatnya laki2 dan perempuan sama lah dihadapan tuhan. > >> > >> yang membuat berbeda manusia berbeda derajatnya dihadapan tuhan hanyalah, > >> amal dan ibadahnya. > >> > >> > >> > >> > >> > masalahnya adalah ada diantara kaum lelaki yg merendahkan derajat diri > >> > nya sendiri.. > >> > contohnya Jusfiq dan si Item, > >> > persoalan keluarga ditangan mereka akan menjadi kacau balau.. > >> > apalagi masalah waris.. kebayang deh.. sudah dapat di prediksi.. > >> > > >> > > >> > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > >> > > > >> > > > >> > > Pada kenyataannya memang begitu. Bahkan beberapa kawan & > >> > > kenalan asal Minang (suku yang cukup kental dengan keislaman) > >> > > tidak menelan mentah-mentah pembagian hak waris menurut syariat. > >> > > Keluarga mereka bisa membuat putusan soal waris yang lebih > >> > > berdasarkan asas keadilan. > >> > > > >> > > Dan ini bukan semata karena budaya Minang menganut sistem > >> > > matriarkhat. > >> > > > >> > > > >> > > --- From: "habe arifin" <habearifin@> > >> > > > > >> > > > > >> > > > Syariatisasi Hukum Nasional > >> > > > Oleh: KH. Abdurrahman Wahid > >> > > > >> > > [...] > >> > > > >> > > > Begitu juga harta warisan dibagikan kepada anak lelaki dua kali > >> > > > lipat dari apa yang dibagikan kepada anak perempuan. Dalam > >> > > > kenyataan, banyak terjadi para lelaki "melepaskan" haknya itu > >> > > > sehingga anak perempuanpun mendapat pembagian yang sama dengan anak > >> > > > lelaki. Perubahan ini terjadi karena adanya proses penafsiran ulang > >> > > > (re-interprestasi) ini adalah kenyataan hidup yang terjadi yang > >> > > > tidak dapat dipungkiri oleh siapapun dan harus diperhitungkan oleh > >> > > > para pengamat dunia Islam. > >> > > > >> > > >> > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
