Ref: Apakah pejabat kementrian kesehatan dicopot, karena anggota komisi 
kesehatan DPR NKRI kurang atau tidak beri vaksin fulus yang cukup lagi 
mengembirakan? 

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/27/ArticleHtmls/DUGAAN-KORUPSI-PROYEK-VAKSIN-FLU-BURUNG-Pejabat-Kementerian-27062012007010.shtml?Mode=0
           DUGAAN KORUPSI PROYEK VAKSIN FLU BURUNG Pejabat Kementerian 
Kesehatan Dicopot
                  Jakarta 

            Saat proyek vaksin flu burung diusulkan pada 2008, mayoritas 
anggota Komisi Kesehatan DPR menolak."

            Menyusul adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan tentang dugaan 
korupsi dalam proyek vaksin flu burung, seorang pejabat di lingkungan 
Kementerian Kesehatan telah dicopot. “Dia tidak diberhentikan sebagai pegawai 
negeri, hanya dicopot dari jabatannya,” kata Inspektur Jenderal Kementerian 
Kesehatan Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, tanpa menyebutkan nama jelas pejabat 
dimaksud, kepada Tempo di kantornya kemarin. 
            Sebelumnya, di sela rapat dengar 

            pendapat dengan Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 
lalu, Yudhi Prayudha mengatakan Kementerian telah menegur kuasa pengguna 
anggaran yang menjalankan proyek tahun jamak senilai Rp 1,3 triliun ini. 
Teguran juga telah diberikan kepada pejabat pembuat komitmen di Direktorat 
Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tunggul P. Sihombing. 
“Saksi bisa berupa teguran tertulis hingga pemberhentian dari jabatan. 
Tergantung kesalahan dan jabatan mereka,” kata Yudhi. 
            Menurut Yudhi, BPK telah mengantongi sembilan temuan ihwal dugaan 
penyimpangan proyek tersebut, dan menghasilkan 45 rekomendasi. Salah satu 
rekomendasi adalah sanksi administrasi terhadap pejabat yang dinilai lalai 

            melakukan pengendalian internal. 
            Detail rekomendasi BPK lainnya, Yudhi enggan menjelaskan. “Lebih 
baik BPK yang memberikan informasi,” katanya. 

            Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan, tim independen yang 
terdiri atas Kementerian BUMN, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian 
Pekerjaan Umum, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Komisi Nasional Zoonosis, 
serta Komisi Nasional Pengkajian dan Penelitian Penyakit Infeksi telah dan akan 
bekerja menuntaskan kasus ini sampai September 2012. “Proyek itu dilanjutkan 
atau tidak, menunggu hasil kajian tim independen September,” katanya. 

            Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Kesehatan Irgan Chairul Mahfiz 
berharap tim independen 

            bentukan Kementerian Kesehatan dapat segera menuntaskan rekomendasi 
BPK. “Kami sepakat mendukung kerja tim supaya ada kejelasan kelanjutan proyek 
ini,” katanya di sela rapat kerja dengan Kementerian Kesehatan di kompleks 
parlemen, Senayan, Senin lalu. 
            Dewan sendiri berharap proyek vaksin flu burung tetap dilanjutkan 
karena sudah menelan uang negara hampir Rp 1 triliun. Sedangkan untuk dugaan 
kerugian negara sebesar Rp 693 miliar seperti temuan BPK, Irgan berharap segera 
dituntaskan oleh tim independen. “Perusahaan yang terbukti merugikan negara 
harus segera mengembalikan denda keterlambatan pembangunan,” kata dia. 

            Ketua Komisi Kesehatan Ribka 

            Tjiptaning menyatakan, saat proyek vaksin flu burung diusulkan 
untuk anggaran 2008, mayoritas anggota komisi menolaknya. Begitu juga untuk 
anggaran 2009. “Tahun 2010 baru disetujui, itu pun hanya disetujui sebagai dana 
realokasi anggaran Kementerian Pendidikan.
            Namun, kenyataannya, anggaran proyek flu burung ditetapkan sebagai 
proyek tahun jamak 2008-2010,“ ia menerangkan. 
            Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya kerja sama tidak sehat 
antara Kementerian Kesehatan dan pemenang tender proyek senilai Rp 1,3 triliun 
ini.
            Adapun pemenang tender adalah PT Anugrah Nusantara milik terpidana 
kasus korupsi Wisma Atlet Jakabaring, Muhammad Nazaruddin.

            GADI MAKITAN | IRA GUSLINA SUFA | RAHMA TW
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke