Dungunya ni orang, baru disebut nama negaranya aja udah bangganya 1/2 mati.
>________________________________ > From: arra_s <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, June 28, 2012 4:01 AM >Subject: [proletar] Re: The View > > > > > >yah begitulah kalau orang gagap kehidupan di luar negeri.. >seperti kacang lupa kulitnya.. > >kemarin lihat 2012 expo yeosu, dengan tema " the living ocean and coast", >dimana hampir 100 negara ikut berpartisipasi.. > >waktu masuk paviliun USA, disambut kata pengantar oleh Mrs Hillary C dan Mr >Barrack Obama di layar TV.. > >yg bikin surprise, isi pengantar nya Barrack Obama, dimana dikatakan bahwa dia >mengerti penting nya air, karena pernah tinggal di Indonesia.. > >Bangga bener rasanya, nama indonesia di sebut sebut oleh presiden negara lain, >negara adi kuasa lagi, sebagai yg menginspirasi dia tentang penting nya air >dan kehidupan laut.. > >jadi kliatan makin ganteng aja itu presiden.. > >ngga kayak yg di Leiden, makin hari kliatan makin busuk aja.. > >--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> >wrote: >> >> Ada orang yang doyan gelantungan di kereta dan doyan ber sauna di bis tanpa >> AC yang bilang bahwa pemandangan di dago pakar - the view cuman pemandangan >> biasa ajah :-) >> >> Kalau yang ngomong orang yang hidup di pedesaan, mungkin sayah maklum. >> Mungkin iya, biasa-biasa ajah. Tapi kalau ada orang yang ngakunya hidup di >> belantara beton, tiep ari gelantungan di kereta, jalan cepet-cepet kerna >> ngejar absen dan mengatakan bahwa suasana tenang, sejuk dan pemandangan yang >> menghampar itu adalah pemandangan yang "biasa", ini jadi menimbulkan >> keraguan. Saya ragu bahwa dia kurang dapat mengapresiasi keindahan alam. >> Kurangnya daya apresiasi ini biasanya berbanding lurus dengan kapasitas otak >> ... :-) >> >> The View jelas istimewa. Pemandangan dari bukit dago pakar jelas istimewa, >> kalau tidak istimewa, lha...ngapain orang mau-maunya ngeluarin duit 2 sd 3 >> milyar untuk dapat memiliki rumah di sana yang kebanyakan cuman ditempatin >> di saat liburan ? Apa mereka goblok ? Apa orang yang mampu membeli rumah >> senilai milyaran rupiah layak disebut orang dungu ? >> >> Saat di bandung, saya sangat seneng ngajak si kecil jalan dari the view >> menuju taman anggrek. Susuri aja jalan dari the view ke arah bawah sampai >> pos security lewati lapangan golf, , terrus nanjak belok kiri, nah..ketemu >> deh lahan kecil yang ada kebon anggrek dan play ground. Si kecil seneng >> banget main di sana. Main bola, guling-gulingan di rumput, lari-lari, >> merayap di atas jala, ... >> >> atau ... susuri dari arah the view resto ke arah atas, lewati gerbang >> komplek, lintasi jalan kecil dan belok kiri. selang 2 sd 3 kilo ada hamparan >> kebun teh yang sangat luas .... sejuk. Tenang. Tentrem. Nddak serasa di kota >> bandung. sekeliling kita hanya ada hamparan hijau kebun teh dan satu dua >> rumah penduduk ... >> >> Bener. Enak dengan nikmat itu beda. Makan di resto itu enak dan memang belum >> tentu nikmat. Tapi... kalau ada orang dungu yang mengatakan bahwa naik bus >> tanpa ac serta makan nasi sama daun jauh lebih nikmat dibanding makan nasi >> timbel komplit dan duduk di baris ke dua fortuner yang adem, jelas orang itu >> kurang waras. >> >> Lupakan masalah duit. >> >> Pilih mana : (1) Naik bis tanpa ac, panas, berdesakan ...atau...naik mobil >> pribadi, disopirin, bisa bobo dan adem ? >> >> Pilih mana : (1) Ge;lantungan di kereta tiep ari, pergi pagi pulang petang >> "ngantor" dengan pakaian "Stupid Officer" ...atau...(2) Bisa bobo siang >> kapanpun mau, pakai celana pendek kaos oblong dan BEBAS melakukan apa yang >> mau dilakukan ? >> >> Lupakan masalah duit. >> >> Kalau dari pilihan di atas anda memilih nomor (1), >> Segeralah pergi ke psikiater ! >> >> Salam. >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
