keberatan pak ketua...
Bagus atau tidak pemandangan alam itu ngga berhubungan dengan latar belakang 
cerita,  seperti  cantik dan jelek, itu bukan relatif tapi absolut
orang yang mengatakan tukul  arwana itu tampan, jelas jelas jika bukan buta, 
dia memiliki sense yang abnormal, atau malah sense of humor yang kental

maka ngga ada salahnya untuk bilang pemandangan sepanjang pantai utara jawa, 
sangat ancur lebur, dan pemandangan sepanjang lebih dari 2000 km
Seattle ke Los Angeles ( yang gue pernah jelajahi  ) melewati pacific coast 
high way 1 dan 101 alangkah cantiknya

soal backgorund story itu sangat subjektif, tepat kalau dihubungkan dengan 
suatu event di suatu lokasi yang sifatnya ya relatif
misalnya taman ria senayan adalah tempat terindah bagi gue, lantaran dulu kalo 
pacaran  malam minggu selalu mojok di sana
atau Yogyakarta bagi orang tuwir pra kemerdekaan seperti Pak Harto yang dulu 
sempat cemceman sama bu Suharti

bagi orang yang ngga pernah pacaran seperti Jusfiq dan item, memang bisa 
dimaklumi kalau dia bertanya apa bagusnya
itu taman ria senayan yang begitu remang remang? dan apa enaknya duduk di dekat 
semak semak berduaan dengan pacar
pake acara ciuman? mending jusplik cium si item yang ada disamping kanan aja 
sekarang dari pada mojok di taman ria senayan
pake bayar tiket di loket segala menghabiskan tabungan pensiunan..?

dimanakah kota terindah di dunia

ya menurut gue sih di Bandung, tapi...

Bandung sendiri sebenarnya tidak bagus bagus amat, tapi lantaran bini berasal 
dari sana dan semua nostalgia ada di sana
Bandung bagi gue lebih mengesankan dari pada London dan Paris



________________________________
From: pinpinyuliansyah <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, June 27, 2012 9:58 PM
Subject: [proletar] Re: The View


"Grand Canyon" di pangandaran katanya bagus juga beh ...:-)

Tapi entah karena dulu bapak punya kebun teh. entah karena dulu kakek emang 
punya kebun teh, maka ... berada di perkebunan teh dengan udara seger dan 
tenang adalah hal yang sangat berbeda.

Masa kecil saya dihabiskan di perkebunan teh .... wangi pucuk teh ... ibu2 yang 
dengan telaten memetik pucuk teh ....

Bener kata teman sayah : Nddak ada "lagu" yang bagus ... yang bikin bagus itu 
Back Story nya. Nddak ada pemandangan yang bagus ... yang bikin bagus itu "Back 
Story" nya ...

Ini obrolan bisa jadi serius karena apa yang kita sukai pada akhirnya akan 
menunjukkan siapa kita, darimana kita berasal dan kira-kira seperti apa kita 
hari ini dan esok.

Bagi kaum buruh perkebunan di jaman belanda, pemandangan kebun teh mungkin 
malah menoreh luka lama ... pengalaman pahit di masa lalu ... namun sebaliknya, 
bagi orang2 belanda yang dulu pernah menikmati masa kecil di indonesia, di 
perkebunan teh, bela-belain nabung sepanjang tahun hanya untuk berdiam diri di 
perkebunan malabar misalnya ...

Demikian juga kimhook ...

Dilihat dari "hobi" nya yang gelantungan di kereta, makan nasi sama daun dan 
demen sauna di bis tanpa ac ... kita akhirnya bisa mengira-ngira seperti apa 
masa kecilnya ... seperti apa die sekarang dan seperti apa proyeksi die 10 - 20 
tahun lagi ....

Yah ... begitulah. Kita mau bilang "kasihan", tapi ya nddak bisa juga. Wong die 
menganggap semua itu sebagai kenikmatan kok ... dan die juga menerima semua 
derita sebagai hal yang biasa kok ...

Seperti yang dikatakan johny .... kesusahan selalu berhasil menemukan kim 
hookdimanapun die berada. dan ... kim hook sendiri tidak menganggap kesusahan 
itu sebagai sebuah kesusahan karena sudah biasa.

Hhhhmmmm ....



________________________________
 From: pinpinyuliansyah <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, June 27, 2012 9:58 PM
Subject: [proletar] Re: The View
 

  
"Grand Canyon" di pangandaran katanya bagus juga beh ...:-)

Tapi entah karena dulu bapak punya kebun teh. entah karena dulu kakek emang 
punya kebun teh, maka ... berada di perkebunan teh dengan udara seger dan 
tenang adalah hal yang sangat berbeda.

Masa kecil saya dihabiskan di perkebunan teh .... wangi pucuk teh ... ibu2 yang 
dengan telaten memetik pucuk teh ....

Bener kata teman sayah : Nddak ada "lagu" yang bagus ... yang bikin bagus itu 
Back Story nya. Nddak ada pemandangan yang bagus ... yang bikin bagus itu "Back 
Story" nya ...

Ini obrolan bisa jadi serius karena apa yang kita sukai pada akhirnya akan 
menunjukkan siapa kita, darimana kita berasal dan kira-kira seperti apa kita 
hari ini dan esok.

Bagi kaum buruh perkebunan di jaman belanda, pemandangan kebun teh mungkin 
malah menoreh luka lama ... pengalaman pahit di masa lalu ... namun sebaliknya, 
bagi orang2 belanda yang dulu pernah menikmati masa kecil di indonesia, di 
perkebunan teh, bela-belain nabung sepanjang tahun hanya untuk berdiam diri di 
perkebunan malabar misalnya ...

Demikian juga kimhook ...

Dilihat dari "hobi" nya yang gelantungan di kereta, makan nasi sama daun dan 
demen sauna di bis tanpa ac ... kita akhirnya bisa mengira-ngira seperti apa 
masa kecilnya ... seperti apa die sekarang dan seperti apa proyeksi die 10 - 20 
tahun lagi ....

Yah ... begitulah. Kita mau bilang "kasihan", tapi ya nddak bisa juga. Wong die 
menganggap semua itu sebagai kenikmatan kok ... dan die juga menerima semua 
derita sebagai hal yang biasa kok ...

Seperti yang dikatakan johny .... kesusahan selalu berhasil menemukan kim 
hookdimanapun die berada. dan ... kim hook sendiri tidak menganggap kesusahan 
itu sebagai sebuah kesusahan karena sudah biasa.

Hhhhmmmm ....

--- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote:
>
> pemandangan di Dago memang bagus, tapi di Amerika juga begitu banyak 
> pemandangan yang spektakular
> lake Tahoe contohnya, ngga ada satu danaupun di Indonesia yang bisa menyaingi 
> keindahan Lake Tahoe
> dibandingkan Tahoe, Danau Batur di Bali seperti danau salah urus bagai 
> pengemis luntang lantung
> atau Danau Toba seperti yah danau pas pasan bagai anak puber yang kuper
> 
> selain itu Yosemite National Park , Glacier National Park,Grand 
> Teton,Yellowstone benar benar fantastis
> atau kalau ke Canada jangan melupakan Canadian Rockies seperti Lake Louis and 
> Banff
> 
> tapi, dari semua itu tetep aja gue paling menyukai kampung di pekebunan 
> Malabar
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Wednesday, June 27, 2012 10:19 AM
> Subject: [proletar] The View
> 
> 
>   
> Ada orang yang doyan gelantungan di kereta dan doyan ber sauna di bis tanpa 
> AC yang bilang bahwa pemandangan di dago pakar - the view cuman pemandangan 
> biasa ajah :-)
> 
> Kalau yang ngomong orang yang hidup di pedesaan, mungkin sayah maklum. 
> Mungkin iya, biasa-biasa ajah. Tapi kalau ada orang yang ngakunya hidup di 
> belantara beton, tiep ari gelantungan di kereta, jalan cepet-cepet kerna 
> ngejar absen dan mengatakan bahwa suasana tenang, sejuk dan pemandangan yang 
> menghampar itu adalah pemandangan yang "biasa", ini jadi menimbulkan 
> keraguan. Saya ragu bahwa dia kurang dapat mengapresiasi keindahan alam. 
> Kurangnya daya apresiasi ini biasanya berbanding lurus dengan kapasitas otak 
> ... :-)
> 
> The View jelas istimewa. Pemandangan dari bukit dago pakar jelas istimewa, 
> kalau tidak istimewa, lha...ngapain orang mau-maunya ngeluarin duit 2 sd 3 
> milyar untuk dapat memiliki rumah di sana yang kebanyakan cuman ditempatin di 
> saat liburan ? Apa mereka goblok ? Apa orang yang mampu membeli rumah senilai 
> milyaran rupiah layak disebut orang dungu ?
> 
> Saat di bandung, saya sangat seneng ngajak si kecil jalan dari the view 
> menuju taman anggrek. Susuri aja jalan dari the view ke arah bawah sampai pos 
> security lewati lapangan golf, , terrus nanjak belok kiri, nah..ketemu deh 
> lahan kecil yang ada kebon anggrek dan play ground. Si kecil seneng banget 
> main di sana. Main bola, guling-gulingan di rumput, lari-lari, merayap di 
> atas jala, ... 
> 
> atau ... susuri dari arah the view resto ke arah atas, lewati gerbang 
> komplek, lintasi jalan kecil dan belok kiri. selang 2 sd 3 kilo ada hamparan 
> kebun teh yang sangat luas .... sejuk. Tenang. Tentrem. Nddak serasa di kota 
> bandung. sekeliling kita hanya ada hamparan hijau kebun teh dan satu dua 
> rumah penduduk ...
> 
> Bener. Enak dengan nikmat itu beda. Makan di resto itu enak dan memang belum 
> tentu nikmat. Tapi... kalau ada orang dungu yang mengatakan bahwa naik bus 
> tanpa ac serta makan nasi sama daun jauh lebih nikmat dibanding makan nasi 
> timbel komplit dan duduk di baris ke dua fortuner yang adem, jelas orang itu 
> kurang waras.
> 
> Lupakan masalah duit.
> 
> Pilih mana : (1) Naik bis tanpa ac, panas, berdesakan ...atau...naik mobil 
> pribadi, disopirin, bisa bobo dan adem ?
> 
> Pilih mana : (1) Ge;lantungan di kereta tiep ari, pergi pagi pulang petang 
> "ngantor" dengan pakaian "Stupid Officer" ...atau...(2) Bisa bobo siang 
> kapanpun mau, pakai celana pendek kaos oblong dan BEBAS melakukan apa yang 
> mau dilakukan ?
> 
> Lupakan masalah duit.
> 
> Kalau dari pilihan di atas anda memilih nomor (1),
> Segeralah pergi ke psikiater !
> 
> Salam.
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke