--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote: > "ganyang ngak .. ngik .. ngooookk!!", kata soekarno. > > gimana klo doi nyampe dengerin yg kayak beginian yag? > musisi yg konon jadi ilham film yahud, almost famous. > > > http://www.youtube.com/watch?v=kU2hZJYtqEc
Mestinya nggak gimana-gimana. Sebab, buat si Bung yang di badannya mengalir darah seni, jelas kolonialisme-imperialisme jauh lebih berbahaya dibanding komunisme & agama, apalagi sekedar musik, tari, nyanyi, yang masih bagian dari kesenian. Yakinlah bahwa "ngak-ngik-ngok" tempohari adalah bagian dari upaya mengamankan tumbuhnya nation & character building. Setitik chaos di tengah keseimbangan. Jangan sampai pola pikir kolonialis-imperialis yang merasuk lewat jalur seni-budaya dibiarkan merusak watak / jatidiri bangsa yang masih terbilang muda dalam bernegara saat itu. Baru 20 tahun. Senang sekali bahwa angkatan '80-'90an sekarang tau betul kasus "ngak-ngik-ngok" itu nggak bisa dipisah dari The Beatles serta "korbannya", Koes Bersaudara. Jadi, yang perlu disadari anak-anak kita tinggal: 1. Kegemparan yang dibuat Koes Bersaudara waktu itu nggak beda dari heboh di Amerika ketika Elvis Presley menggoyang pinggulnya saat publik AS masih hanyut dalam buaian Frank Sinatra. 2. The Beatles sebagai penerus pemberontakan Elvis, masih melantunkan kese'ngak'an pemuda-pemuda te'ngik' untuk me'ngok' para pemudi. 3. Koes Bersaudara yang ikut menyuarakan kesengakan para tengik seputar problem mengecup anak perempuan, dijeblos ke penjara beberapa bulan sebelum Gestok 1965. Dengan alasan (bukan tuduhan hukum), ikut menyuarakan kepentingan kolonialis-imperialis. 4. 1966, usai konser gila-gilaan di Manila, Philipina, giliran The Beatles yang terguncang. Mereka lalu memutuskan untuk berhenti total dari panggung serta layar lebar dan mulai berkonsentrasi pada kegunaan & sumbangsih mereka sebagai kelompok seniman bagi kemaslahatan orang banyak. 5. 1967, The Beatles memastikan untuk mulai bicara cinta dalam skala lebih besar dari ukuran monyet sebagaimana periode 1962- 1966, dan hanya menyuarakannya dari dalam studio. The Beatles tidak lagi memerlukan podium & panggung untuk hal-hal yang akan mereka sampaikan. Lewat album Sgt. Pepper Lonely Heart Club Band yang diluncurkan tahun 1967 ini, The Beatles memproklamirkan sebuah reinkarnasi: empat pemuda yang pecicilan bak sersan kesepian kena merica, telah ko'it! Sebagai gantinya, ada 2 lelaki yang memotreti dunia & kehidupan, 1 cowok yang mengeluhi dunia (& hiburan), serta seorang yang tetap setia mengiringi ketiganya (ehe...) 6. Dalam usia yang semakin menua di milenium III ini, sisa Koes Bersaudara buka mulut dalam acara Kick Andy. Diam-diam mereka menolak disebut sebagai "korban" Soekarno. Hebatnya lagi, baru di acara itu (rasanya begitu) terungkap bahwa Koes Bersaudara tidak betul-betul ditangkap untuk dipenjara, melainkan "direkrut" untuk melancarkan kontra spionase terhadap Inggris yang berada di belakang Malaysia dalam konfrontasi RI-Malaysia. 7. "Pelarangan" musik ngak-ngik-ngok tidak bisa disamakan dengan pencekalan Lady Gaga, karena yang "dilarang" justru musisi negeri sendiri. Sedikit tambahan: Dari obrolan dengan orang-orang yang kenal si Bung dari dekat, baik biologis maupun ideologis, bisa diketahui betapa besar kegandrungan si Bung kepada bangsa ini sehingga tanpa lelah dia terus menggugah rakyat untuk berdikari. Bebas dari ketergantungan pada bangsa lain. Sekurangnya, jangan gampang dipengaruhi hal-hal yang bersifat fana atau gampang dikelabui dengan segala cara mengingat kolonialis-imperialis selalu punya siasat untuk menutupi maksud busuknya. Dari orang-orang yang menggulati seni-budaya, termasuk musik & ilmu bunyi-bunyian, bisalah ditelusuri kecenderungan seni si Bung yang tak lepas dari gairah anti-penjajahan dan menyangkut kepentingan orang banyak. Pendeknya, orientasi seni si Bung adalah "perjuangan yang gembira". Penuh sifat menggugah, memberi semangat kepada orang banyak. Ini bisa dibuktikan dengan lagu "Bersuka-ria" karya si Bung sendiri. Berdasarkan semua itu bolehlah kuberanikan diri untuk bilang, "Wahai Soekarno, engkau boleh sebel dengan Bitels era monyet- monyetan. Tapi coba dengarkan karya empat pemuda sontoloyo itu setelah 1967, terutama White Album... " Bisa diduga, si Bung dengan suara baritonnya menyahut: "Ya, ya, aku sudah mendengar White Album yang seputih pakaian kebesaranku. Aku suka Revolution#1 tapi aku tidak suka yang Revolution#9. Dari 30 lagu di sana, aku paling suka Side One nomer 4!" ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
