"Ya, ya, aku sudah mendengar White Album yang seputih pakaian 
kebesaranku. Aku suka Revolution#1 tapi aku tidak suka 
yang Revolution#9. Dari 30 lagu di sana, aku paling suka Side 
One nomer 4!" 
===========Ob-La-Di, Ob-La-Da
Paul McCartney wrote the song around the time that highlife and reggae were 
beginning to become popular in Britain. The tag line "ob-la-di, 
ob-la-da, life goes on, bra" was an expression used by Nigerian conga 
player Jimmy Scott-Emuakpor, an acquaintance of McCartney.The song is in the 
key of B flat and written in 4/4 The alternative version on Anthology 3 is in 
the key of A major.

________________________________
 From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, June 29, 2012 4:38 AM
Subject: [proletar] si Bung & ngak ngik ngok
 

  

--- "liver_duke" <endyonisius@...> wrote:

> "ganyang ngak .. ngik .. ngooookk!!", kata soekarno.
> 
> gimana klo doi nyampe dengerin yg kayak beginian yag?
> musisi yg konon jadi ilham film yahud, almost famous.
> 
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=kU2hZJYtqEc

Mestinya nggak gimana-gimana. Sebab, buat si Bung yang di 
badannya mengalir darah seni, jelas kolonialisme-imperialisme 
jauh lebih berbahaya dibanding komunisme & agama, apalagi 
sekedar musik, tari, nyanyi, yang masih bagian dari kesenian. 

Yakinlah bahwa "ngak-ngik-ngok" tempohari adalah bagian dari 
upaya mengamankan tumbuhnya nation & character building. Setitik 
chaos di tengah keseimbangan. Jangan sampai pola pikir 
kolonialis-imperialis yang merasuk lewat jalur seni-budaya 
dibiarkan merusak watak / jatidiri bangsa yang masih terbilang 
muda dalam bernegara saat itu. Baru 20 tahun. 

Senang sekali bahwa angkatan '80-'90an sekarang tau betul 
kasus "ngak-ngik-ngok" itu nggak bisa dipisah dari The Beatles 
serta "korbannya", Koes Bersaudara. Jadi, yang perlu disadari 
anak-anak kita tinggal: 

1. Kegemparan yang dibuat  Koes Bersaudara waktu itu nggak beda 
dari heboh di Amerika ketika Elvis Presley menggoyang pinggulnya 
saat publik AS masih hanyut dalam buaian Frank Sinatra. 

2. The Beatles sebagai penerus pemberontakan Elvis, masih 
melantunkan kese'ngak'an pemuda-pemuda te'ngik' untuk me'ngok' 
para pemudi. 

3. Koes Bersaudara yang ikut menyuarakan kesengakan para tengik 
seputar problem mengecup anak perempuan, dijeblos ke penjara 
beberapa bulan sebelum Gestok 1965. Dengan alasan (bukan tuduhan hukum), ikut 
menyuarakan kepentingan kolonialis-imperialis.

4. 1966, usai konser gila-gilaan di Manila, Philipina, giliran 
The Beatles yang terguncang. Mereka lalu memutuskan untuk berhenti 
total dari panggung serta layar lebar dan mulai berkonsentrasi 
pada kegunaan & sumbangsih mereka sebagai kelompok seniman bagi 
kemaslahatan orang banyak.

5. 1967, The Beatles memastikan untuk mulai bicara cinta dalam 
skala lebih besar dari ukuran monyet sebagaimana periode 1962-
1966, dan hanya menyuarakannya dari dalam studio. The Beatles 
tidak lagi memerlukan podium & panggung untuk hal-hal yang akan 
mereka sampaikan. 

Lewat album Sgt. Pepper Lonely Heart Club Band yang diluncurkan 
tahun 1967 ini, The Beatles memproklamirkan sebuah reinkarnasi: 
empat pemuda yang pecicilan bak sersan kesepian kena merica, telah 
ko'it! Sebagai gantinya, ada 2 lelaki yang memotreti dunia & 
kehidupan, 1 cowok yang mengeluhi dunia (& hiburan), serta seorang 
yang tetap setia mengiringi ketiganya (ehe...) 

6. Dalam usia yang semakin menua di milenium III ini, sisa Koes 
Bersaudara buka mulut dalam acara Kick Andy. Diam-diam mereka 
menolak disebut sebagai "korban" Soekarno. Hebatnya lagi, baru 
di acara itu (rasanya begitu) terungkap bahwa Koes Bersaudara 
tidak betul-betul ditangkap untuk dipenjara, melainkan "direkrut" 
untuk melancarkan kontra spionase terhadap Inggris yang berada 
di belakang Malaysia dalam konfrontasi RI-Malaysia. 

7. "Pelarangan" musik ngak-ngik-ngok tidak bisa disamakan dengan 
pencekalan Lady Gaga, karena yang "dilarang" justru musisi negeri 
sendiri. 

Sedikit tambahan: 

Dari obrolan dengan orang-orang yang kenal si Bung dari dekat, 
baik biologis maupun ideologis, bisa diketahui betapa besar 
kegandrungan si Bung kepada bangsa ini sehingga tanpa lelah dia 
terus menggugah rakyat untuk berdikari. Bebas dari ketergantungan 
pada bangsa lain. Sekurangnya, jangan gampang dipengaruhi hal-hal 
yang bersifat fana atau gampang dikelabui dengan segala cara 
mengingat kolonialis-imperialis selalu punya siasat untuk menutupi 
maksud busuknya.

Dari orang-orang yang menggulati seni-budaya, termasuk musik & 
ilmu bunyi-bunyian, bisalah ditelusuri kecenderungan seni si Bung 
yang tak lepas dari gairah anti-penjajahan dan menyangkut 
kepentingan orang banyak. Pendeknya, orientasi seni si Bung 
adalah "perjuangan yang gembira". Penuh sifat menggugah, memberi 
semangat kepada orang banyak. Ini bisa dibuktikan dengan lagu 
"Bersuka-ria" karya si Bung sendiri.

Berdasarkan semua itu bolehlah kuberanikan diri untuk bilang, 
"Wahai Soekarno, engkau boleh sebel dengan Bitels era monyet-
monyetan. Tapi coba dengarkan karya empat pemuda sontoloyo itu 
setelah 1967, terutama White Album... " 

Bisa diduga, si Bung dengan suara baritonnya menyahut: 

"Ya, ya, aku sudah mendengar White Album yang seputih pakaian 
kebesaranku. Aku suka Revolution#1 tapi aku tidak suka 
yang Revolution#9. Dari 30 lagu di sana, aku paling suka Side 
One nomer 4!" 


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke