Ref: Kalau 27 juta keluarga miskin bergantung hidp pada usaha mikro, jika 
jumlah ini ditambah dengan keluarga miskin yang tidak mempunyai kesempatan 
dan/atau kemampuan untuk melakukan usaha makro, maka jumlah keluarga miskin di 
NKRI bertambah dan lebih lebih dari 27 keluarga. Jadi satu kelurga hanya 
dihitung suami dan isteri, maka bisa didapat gambaran bawa jumlah orang miskin 
di NKRI paling rendah 60 juta orang. Apa yang dinyatakan oleh SBY dan 
komplotannya pada permulaan tahun ini bahwa jumlah orang miskin di NKRI telah 
berkurang adalah bualan belaka.


http://www.suarapembaruan.com/nasional/27-juta-keluarga-miskin-bergantung-hidup-pada-usaha-mikro/21835
27 Juta Keluarga Miskin Bergantung Hidup Pada Usaha Mikro
Kamis, 28 Juni 2012 | 17:41

 Kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief [MATARAM] Hasil pendataan keluarga yang 
dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 
menunjukkan, jumlah keluarga di Indonesia sebanyak 62,4 juta. Dari jumlah ini, 
sebanyak 44,8% atau 27 juta keluarga yang menggantungkan hidupnya pada usaha 
mikro. Kepala BKKBN Sugiri Syarief, mengatakan, jika kondisi keluarga miskin 
(pra sejahtera dan sejahtera 1) ini tidak diatasi dengan segera akan 
mempengaruhi ketahanan bangsa. Sebab dengan beratnya beban rumah tangga, 
peluang anak dari keluarga miskin untuk jenjang pendidikan menjadi terhambat 
dan seringkali harus bekerja untuk membantu membiayai kebutuhan keluarga. Usaha 
mikro, kata Sugiri, merupakan mayoritas ekonomi yang dilakukan masyarakat 
miskin ini. Jumlah ini sangat besar, sehingga membahas usaha mikro sama dengan 
menggagas tentang nasib ekonomi bangsa. "Melalui kekuatan usaha mikro bisa 
dijadikan sebagai alternatif dalam mengurangi pengangguran. Karena pengangguran 
secara otomatis akan memberikan dampak positif untuk bisa mengurangi kemiskinan 
di Indonesia," ucap Sugiri pada pembukaan pameran dan gelar dagang dalam rangka 
peringatan Hari Keluarga ke-19 tahun 2012 di Mataram, NTB, Kamis (28/6), yang 
sedianya dibuka oleh Ibu Herawaty Boediono. Peringatan Hari Keluarga tahun ini 
akan dihadiri Wakil Presiden Boediono, menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, 
dan kepala daerah seluruh provinsi. Sugiri menambahkan, usaha mikro merupakan 
usaha tingkat survival atau usaha untuk mempertahankan hidup, yang kebutuhan 
keuangannya dipenuhi oleh tabungan dan pinjaman berskala kecil. Namun upaya 
tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan dari pemerintah dan swasta dalam 
memberikan akses kepada mikro tersebut. Lebih lanjut Sugiri menambahkan, 
melalui kelompok usaha mikro, khususnya kelompok Usaha Pengembangan 
Perekonomian Keluarga Sejahtera (UPPKS), keluarga miskin ini dipersiapkan untuk 
mengembangkan dirinya menjadi suatu unit yang mandiri. Saat ini kelompok UPPKS 
telah terbentuk sekitar 87.000 lebih kelompok usaha mikro binaan BKKBN yang 
tersebar di seluruh Indonesia. "Berarti sudah banyak keluarga miskin yang 
melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan 
mereka. Namun permasalahan bagi usaha mikro selain permodalan adalah 
pemasaran," katanya. Karena itu, menurut Sugiri, melalui pameran dan gelar 
dagang ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi bagi produk UPPKS dan usaha 
mikro lainnya untuk membangkitkan semangat dalam menampilkan hasil kerajinan 
dan berbagai produk dari daerah. Di sisi lain juga memberikan peluang kepada 
penduduk setempat, khususnya keluarga yang tinggal di Mataram dan sekitarnya 
untuk membeli hasil produksi dan kerajinan tersebut dengan harga terjangkau. 
Peringatan Hari Keluarga ini tepat untuk menyelenggarakan pameran dan gelar 
dagang ini, di mana selain merupakan ajang promosi juga upaya membangkitkan 
kembali semangat untuk melakukan pemberdayaan ekonomi keluarga. Kegiatan ini, 
menurut Sugiri, berfungsi menggerakan roda ekonomi keluarga dengan pembelajaran 
usaha ekonomi dan cara menggugah minat serta semangat keluarga untuk 
berwirausaha. Dengan begitu diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku 
keluarga untuk mau, tahu dan mampu melakukan usaha ekonomi produktif. "Dengan 
peringatan Hari Keluarga ini diharapkan setiap anggota keluarga selalu berbuat 
yang terbaik bagi anggota keluarganya. Di samping itu juga menimbulkan 
kepedulian kita terhadap keluarga lain, terutama yang kurang mampu," katanya. 
Sugiri menambahkan, peringatan Hari Keluarga ini merupakan perhatian pemerintah 
dalam upaya menjadikan keluarga sebagai subyek dan obyek pembangunan bangsa. 
Hari keluarga yang tepatnya pada tanggal 29 Juni, namun secara khusus untuk 
Provinsi NTB akan dilaksanakan pada Sabtu (30/6). Hal ini, kata dia, tidak 
perlu dipertentangkan, karena yang penting acaranya bisa dilaksanakan dengan 
sukses dan aman. [D-13]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke