Melihat 2 berita dibawah ini, jangan2 nanti kepala kejaksaan negeri Jember, 
Jawa Timur, malah dipindah-tugaskan. Karena berani memeriksa kasus korupsi yang 
dialakukan mafia besar yang konon di-beking oleh pejabat tinggi di lingkungan 
aparat hukum.. kita lihat saja
salam - E Wahono
______________________________________________________
http://koran.tempo.co/konten/2012/06/13/277094/KILASKasus-Korupsi-Pembelian-Laptop-Belum-Tuntas
Kilas- Korupsi Pembelian Laptop Belum Tuntas


JEMBER -- Tim penyidik Kejaksaan Negeri Jember masih harus memeriksa 600 kepala 
sekolah untuk menuntaskan penyidikan kasus korupsi Bantuan Operasional Sekolah 
(BOS) yang digunakan untuk membeli ribuan laptop, yang merugikan keuangan 
negara Rp 9 miliar. “Baru 300 kepala sekolah yang kami periksa,” kata Kepala 
Kejaksaan Negeri Jember Wilhelmus Lingitubun kemarin.


Wilhelmus menjelaskan, proses pemeriksaan terhambat pelaksanaan ujian nasional 
dan penerimaan murid baru. Namun Kepala Seksi Pidana Khusus Kliwon Sugiyanta 
mengatakan pekan depan akan dilakukan gelar perkara. "Untuk evaluasi dan 
penguatan alat bukti," ujarnya.


Hingga kini, baru Liauw Inggarwati dan David Gunawan yang ditetapkan sebagai 
tersangka. Keduanya pemilik perusahaan yang digandeng Dinas Pendidikan Jember 
dalam pengadaan laptop pada 2009. Kejaksaan menemukan penggelembungan harga 
pada setiap unit laptop merek ACER Extensa 4630Z 14 inci, yakni Rp 10,5 juta. 
Padahal harga di pasar Rp 5,5-6 juta. 

Pembelian laptop untuk 1.282 sekolah penerima dana BOS juga harus dilakukan di 
CV Tri Putra Witjaksana milik David Gunawan, yang bekerja sama dengan Liauw 
Inggarwati, pengusaha elektronik dari Surabaya.
_____________________________________________________
http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1088:mafia-proyek-dak-pendidikan-sebut-marwan-effendy-sebagai-beking&catid=156:hukum-a-investigasi&Itemid=114
Mafia Proyek Sebut Marwan Effendy Sebagai Beking

suaramandiri.com (Surabaya) -  DAK (Dana Alokasi Khusus) pendidikan di beberapa 
kota di Jawa Timur terindikasi kuat menjadi ajang bancaan korupsi berjamaah 
antara birokrat dan rekanan dengan bantuan mafia pengadaan atau mafia proyek. 
Tidak tanggung-tanggung, mafia proyek yang menurut beberapa LSM teridentifikasi 
bernama Inggarwati dan Rudy Budiman menggunakan nama pejabat negara sekelas 
Marwan Effendy yang sekarang menjabat Jamwas (Jaksa Agung Muda bidang 
Pengawasan) Kejagung yang diklaim sebagai beking. 
Siaran pers yang dikeluarkan Panggung (Paguyuban LSM Tulungagung) menguatkan 
info bila sepak terjang mafia proyek itu cukup ampuh dalam memuluskan rekanan 
yang digandeng untuk dapat menjadi pemenang tender pengadaan DAK Pendidikan.
Tanggal 17 Agusutus 2011 lalu, Panggung menangkap basah adanya pertemuan Kepala 
Dinas Pendidikan (Bambang) dan Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Tulungagung  
(Fauzi) dengan Inggarwati dan Rudy Budiman di Hotel Elmi Surabaya. Karena 
merasa ketahuan sedang dibuntuti beberapa LSM dari Tulungagung, akhirnya 
pertemuan itu pindah di Hotel Majapahit Surabaya.
Hasil pertemuan di hotel Majapahit itu disepakati pekerjaan peningkatan mutu 
pendidikan akan diberikan kepada Inggarwati, Rudy Budiman, dan rekanan yang 
yang mewakili kepentingan DPRD Kabupaten Tulungagung. Setelah disepakati, maka 
pekerjaan akan mulai diatur agar orang atau rekanan lain tidak bisa mengikuti 
pelelangan.
Inggarwati menjamin, meski nanti mekanismenya menyimpang, tidak perlu kuatir 
jika dilaporkan  LSM. Karena dirinya diback-up pejabat tinggi Kejaksaan Agung. 
Sehingga nanti bila ada laporan dari LSM ke kejaksaan negeri ataupun kejaksaan 
tinggi, pasti aparat kejaksaan di Jawa Timur tidak akan berani memeriksa 
pekerjaan ini, sembari menyebut nama Marwan (Jamwas, red).
Dibeberapa daerah  peningkatan mutu pendidikan yang dibiayai dana DAK 
pendidikan yang dikerjakan Inggarwati, meski ada mekanisme yang tidak terlalu 
sesuai dengan aturan dan tidak sesuai dokumen pelelangan RKS serta barang yang 
dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi dari Kementrian Pendidikan, terbukti 
aman – aman  saja.
“Inggarwati menyebut Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Mojokerto, Ngawi dan 
beberapa tempat lagi diluar Jawa Timur dirinya pernah mendapat jatah DAK 
Pendidikan. Yang penting bagaimana panitia mau memenangkan Inggarwati atau 
orang - orangnya. Karena selain punya backing dan menjalankan perintah dari 
oknum di kejaksaan agung yang bernama Marwan tadi untuk mencarikan dana 
operasional, juga aparat hukum di jawa Timur dan beberapa tempat lain telah 
menerima jasa baiknya, baik promosi jabatan ataupun juga mendapat setoran  
rutin darinya,” ungkap aktivis LSM mengutip perbincangan Inggarwati dengan 
pejabat Pemkab Tulungagung di Hotel Majapahit. 

Hal ini ditambahi Rudy Budiman yang mengaku suruhan Kadin Jawa Timur 
mencontohkan dirinya sebagai penyedia kain dan seragam untuk  pegawai negeri di 
hampir seluruh kabupaten di Jawa Timur. Sebab seperti pengadaan kain dan 
seragam pegawai negeri tersebut, meski bahan kain tidak sesuai spesifikasi dan 
mutu yang ditentukan, tapi terbukti aman – aman saja. Karena selain dibacking 
Ketua Kadin Jawa Timur, juga rutin memberi setoran memelihara aparat 
hukum.Tidak hanya itu, kedua mafia proyek ini selalu mengiming – imingi pejabat 
yang berwenang dengan komisi senilai 25 – 30 % dari nilai proyek. Sampai berita 
ini dirilis, Inggarwati dan Rudy Budiman kompak melakukan aksi tutup mulut 
ketika dikonfirmasi terkait keterlibatan dalam mafia proyek DAK Pendidikan 
beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur.
Note:
Konfirmasi dilakukan pada mereka yang disebut sebagai mafia proyek:
Rudy Budiman      HP: 0811371218
Liauw Inggarwati    HP: 081333300888

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke