Hehehe.. yg nyerang orang Shia di Madura itu kan orang seagama dgn lu. Apa ga 
boleh dibahas mengenai jihad yg dilakukan oleh sesama lu thd orang Shia 
Indonesia tsb?





>________________________________
> From: Musik hari Ini <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Monday, July 2, 2012 9:14 AM
>Subject: Re: [proletar] Republika: Ulama Madura akan Temui MUI Soal 
>Rekomendasi Komnas HAM
> 
>
>  
>Missionaris tolol coba berdiri di-tengah2 seperti orang hotbah
>
>kalau begitu buat apa berada/mikirin agama yang bukan anutan elu?
>coba mulai sekarang kita bahas agama anutan elu disini
>
>sebagai missionaries keresten elu musti unjukin agama anutan elu
>
>omongan elu kebanyakan kagak masuk akal alias hayal belaka.
>
>________________________________
>From: item abu <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Sunday, July 1, 2012 9:26 PM
>Subject: Re: [proletar] Republika: Ulama Madura akan Temui MUI Soal 
>Rekomendasi Komnas HAM
>
>
>  
>Hehehe... gua bilang spy ulama sekalian minta spy Shia dibantai krn belum 
>selesai ngebantai orang Shia di Indonesia ternyata dibilang gua baik hati ke 
>orang Shia.
>
>Apa gua ini ngikutin ocehan orang Islam yg ngaku sedang berbaik hati ke kafir 
>dgn cara ngebantai dan ngerampok kafir spy kafirnya masuk Islam?
>
>>________________________________
>> From: Musik hari Ini <[email protected]>
>>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>>Sent: Monday, July 2, 2012 7:07 AM
>>Subject: Re: [proletar] Republika: Ulama Madura akan Temui MUI Soal 
>>Rekomendasi Komnas HAM
>> 
>>
>>  
>>Bleki sejak kapan elu berbaik hati pada kaum Shiah?
>>yang tiap2 hari ajaran nya elu nodain&nistakan
>>sebagai missionaris keresten cara elu memperdagang kan
>>agama sungguh2 salah mesti nya elu ada di-tengah2
>>sambil jerit2an agama anutan elu yang paling bener selalu nomer satu
>>
>>________________________________
>>From: item abu <[email protected]>
>>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>>Sent: Sunday, July 1, 2012 7:16 AM
>>Subject: Re: [proletar] Republika: Ulama Madura akan Temui MUI Soal 
>>Rekomendasi Komnas HAM
>>
>>
>>  
>>Sekalian minta spy Shia dibanatai habis aja, kan masih belum selesai ngebasmi 
>>orang Shia di Indonesia.
>>
>>>________________________________
>>> From: Bukan Pedanda <[email protected]>
>>>To: [email protected] 
>>>Sent: Sunday, July 1, 2012 3:05 PM
>>>Subject: [proletar] Republika: Ulama Madura akan Temui MUI Soal Rekomendasi 
>>>Komnas HAM
>>> 
>>>
>>>  
>>>
>>>
>>>Berita lama..
>>>
>>>Islam itu betul-betul adalah agama najis yang nista lagi menjijikkan dan 
>>>buas lagi me ngerikan dan yang menolak hidup di dunia modern yang sekuler....
>>>
>>>---
>>>
>>>http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/21/m2to44-ulama-madura-akan-temui-mui-soal-rekomendasi-komnas-ham
>>>
>>>REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN - Para ulama yang tergabung dalam organisasi 
>>>Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (Bassra) berencana menemui 
>>>pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, terkait penolakan lima 
>>>rekomendasi Komnas HAM.
>>>
>>>Juru bicara Bassra, KH Nuruddin A Rahman, Sabtu (21/4) mengatakan, 
>>>perwakilan ulama Madura perlu menghadap secara langsung kepada MUI pusat, 
>>>karena lima rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM dinilai sangat berbahaya.
>>>
>>>"Rencananya tanggal 29 April ini kami akan datang ke MUI pusat di Jakarta 
>>>guna menyampaikan hal ini," kata Nurddin.
>>>
>>>Ia menjelaskan, kedatangan ulama Madura ke Jakarta itu, setelah menemui 
>>>komisi 8 DPR RI pada tanggal yang sama, guna menyampaikan surat penolakan 
>>>kepada pimpinan DPR.
>>>
>>>Nuruddin menjelaskan, hal itu juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas 
>>>hasil pertemuan para ulama Bassra bersama dua anggota Komisi 8 DPR RI di 
>>>gedung Islamic Centre, Pamekasan pada tanggal 14 April lalu.
>>>
>>>Dalam pertemuan yang dihadiri dua anggota DPR RI asal Madura itu, yakni MH 
>>>Said Abdullah dan Ach Rubai'e, Bassra menyatakan, menolak rekomendasi 
>>>tersebut dan akan mengirin surat kepada pimpinan DPR RI.
>>>
>>>Hal mendasar yang menjadi sorotan pada ulama adalah rekomendasi pernikahan 
>>>Komnas HAM agar menghapus undang-undang yang mengatur pelarangan nikah beda 
>>>agama dan guru agama dari pemeluk agama yang sama di lembaga pendidikan.
>>>
>>>Oleh karena itu, katanya, ulama se-Madura sepakat menolak lima rekomendasi 
>>>Komnas HAM tersebut, dan meminta Presiden dan pimpinan DPR RI tidak 
>>>melaksanakan rekomendasi yang menurut dia merugikan umat Islam dan bisa 
>>>mengancam kerukunan umat beragama.
>>>
>>>Lima rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM belum lama ini menyebutkan, 
>>>pertama, menghapus larangan beda agama, sebagaimana diatur dalam 
>>>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
>>>
>>>Bassra menilai, rekomendasi ini akan merusak norma-norma agama, khususnya 
>>>umat Islam, karena pernikahan beda agama jelas dilarang dalam Islam.
>>>
>>>Kedua, komisi ini merekomendasikan agar agar pencantuman agama dalam 
>>>berbagai atribut kependudukan termasuk dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan 
>>>Kartu Keluarga (KK) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 
>>>2006 hendaknya dihapus.
>>>
>>>Rekomendasi ketiga menyoal tentang Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965 
>>>tentang Perlindungan Agama dari Penodaan karena dianggap membatasi kebebasan 
>>>beragama warga negara dengan mencap sesat orang yang berbeda keyakinan 
>>>dengan kelompok mayoritas.
>>>
>>>Para ulama Madura berpendapat, jika undang-undang ini dihapus, maka nantinya 
>>>kemurnian agama bisa ternodai dengan alasan karena adanya kebebasan dalam 
>>>menjalankan agama yang keyakinannya masing-masing.
>>>
>>>Rekomendasi keempat Komnas HAM yang juga ditolak para ulama di Madura ini 
>>>adalah tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam 
>>>Negeri No 9 Tahun 2006 (yang populer disebut SKB 2 Menteri).
>>>
>>>Menurut rekomendasi tersebut SKB 2 Menteri itu menghambat kebebasan 
>>>mendirikan rumah ibadah di kalangan kelompok minoritas, seperti yang terjadi 
>>>pada kasus gereja GKI Yasmin Bogor.
>>>
>>>Sementara, rekomendasi kelima, Komnas HAM menginginkan Undang-Undang Nomor 
>>>20 Tahun 2003 tentang Pendidikan yang mengharuskan peserta didik mendapatkan 
>>>pelajaran agama dan guru agama yang beragama sama hendaknya dihapus.
>>>
>>>"Saya kira penolakan tentang lima rekomenasi Komnas HAM ini tidak hanya dari 
>>>ulama Madura, akan tetapi, juga dari semua ulama di Indonesia ini," kata 
>>>juru bicara Bassra KH Nuruddin A Rahman.
>>>Redaktur: Djibril Muhammad
>>>Sumber: Antara
>>>
>>>
>>> 
>>>
>>>
>>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>> 
>>
>>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke